Breaking News
Time: 5:02

4 Asosiasi Sepakat APBMI Jatim Naikkan Ongkos Bongkar Muat 2018

Thursday, 22 February 2018 21:59
Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy

Kody: OPP/OPT Naik 8,13%, Upah TKBM Rp 196.300

Surabaya, Expostnews.com - Empat asosiasi kepelabuhanan tidak memasalahkan naiknya biaya bongkar muat tahun 2018 yang dipatok Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur. Dipastikan, tarif bongkar muat/ongkos pelabuhan pemuatan/ongkos pelabuhan tujuan (OPP/OPT) yang besaran kenaikannya disetujui 8,13% itu, diberlakukan awal Maret 2018.

“Ya. Asosiasi kepelabuhanan terkait, seperti ALFI/ILFA selaku EMKL, GINSI, GPEI atau asosiasi eksportir, termasuk INSA selaku asosiasi pemilik kapal, sudah menyetujui besaran kenaikan OPP/OPT tahun 2018,” papar Ketua DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi, Kamis (22/2/2018).

Dijelaskan, tarif tersebut meliputi jumlah jenis barang yang bervariasi dan berbeda-beda. Masing-masing jenis barang memiliki nilai atau tarif yang tidak sama antara satu dengan lainnya. “Terutama cargo, kontainer, hewan, back cargo, kemudian curah kering,” tutur Kody.

Ia memastikan, para pengguna jasa dapat melihat dengan jelas dan transparan sesuai modul besaran tarif yang sudah ditetapkan tersebut. Bahkan, DPW APBMI telah menyiapkan, buku panduan yang bisa diperoleh para asosiasi pengguna jasa yang ingin mengetahui secara detil terkait rincian nilai tarif OPP/OPT yang baru.

“Yang pasti, saya tidak bisa menjelaskan satu per satu tentang besaran tarif OPP/OPT. Kami sediakan buku panduannya. Jadi, silakan saja datang ke kantor kami, apabila masyarakat ingin mengetahui lebih jelas dari tarif terbaru dari APBMI Jatim,” katanya.

Ditambahkan, selain menaikkan tarif OPP/OPT, DPW APBMI Jatim juga menetapkan kenaikan upah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Menurut Kody, besaran upah buruh pelabuhan yang ditetapkan pemberlakuannya sama dengan kenaikan OPP/OPT tersebut, sudah sesuai PM 35/2007 tentang Pedoman Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Bongkar Muat Barang Dari dan Ke Kapal di Pelabuhan.

“Upah TKBM, kami naikkan dari Rp 182.000/shift/orang menjadi Rp 196.300/shift/orang. Untuk pemberlakuannya, kami tetapkan untuk kenaikan OPP/OPT dan upah TKBM mulai, 1 Maret 2018, pukul 00.00 Wib. Dengan ini, kerja asosiasi sudah kami selesaikan terkait kenaikan upah TKBM serta kenaikan OPP/OPT untuk handling barang dari kapal dan ke kapal,” ingat Kody.

Sekadar mengingat, setahun lalu, atau tepatnya, 1 Maret 2017, DPW APBMI Jatim pimpinan Kody Lamahayu Fredy pernah menaikkan upah TKBM Tanjung Perak tahun 2016 yang besarannya Rp 169.000/shift/orang, dinaikkan menjadi Rp 182.000/shift/orang pada tahun 2017. Diyakini, ongkos buruh bongkar muat yang diberlakukan efektif, 1 Maret 2017 kala itu, telah memenuhi standar kelayakan dan estimasinya melebihi upah minimum kabupaten/kota (UMK) Jawa Timur pada periode yang sama. (ms/sa)

Rate this item
(2 votes)
Read 229 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS