Breaking News
Time: 5:08

Belum Dijadwal, Awal Proyek 5 Blok TTL Senilai Rp 400 Miliar Tunggu Rapat

Wednesday, 11 April 2018 11:30

Perluas Kapasitas 1,5 Juta TEUs

Surabaya, Expostnews.com - Kontrak kerja penambahan luas lapangan penumpukan terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya senilai Rp 400 miliar sudah ditandatangani. Hanya saja, perluasan container yard (CY) tahap kedua di Terminal Teluk Lamong (TTL) itu belum ditentukan jadwal dimulainya pembangunan dari eksisting 10 blok berkapasitas 1 juta TEUs menjadi 15 blok dengan kapasitas 1,5 juta TEUs.

Berdasar informasi yang diperoleh, penentuan jadwal dimulainya pembangunan masih harus menunggu rapat kesepakatan detail proyek. Setelah disusun, muncul berita acara untuk memulai penghitungan kerja sebagai penentuan dimulainya pengerjaan proyek yang ditargetkan selesai 2 tahun tersebut. “Itu teknis saja, singkatnya dalam waktu dekat ini sudah dimulai proyeknya,” ujar sumber dekat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepelabuhanan yang berkantor pusat di Surabaya, Rabu (11/4/2018).

Sementara, terminal berkonsep ramah lingkungan pertama di Indonesia, yang dibangun sebagai ekstensifikasi dan perluasan dari pelabuhan terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut, diyakini tuntas pengerjaannya lebih cepat dua bulan dari target penyelesaian. Disebutkan, PT Nindya Karya (NK) selaku kontraktor pemenang pengerjaan CY di TTL, percaya diri mampu menyelesaikan proyek selama 18 bulan.

“Pelindo III akan diuntungkan, jika proyek selesai lebih cepat. Karena (infrastruktur yang dibangun, red) dapat segera digunakan,” tukas CEO Pelindo III Ari Askhara, di sela penandatanganan kontrak pengerjaan proyek, Selasa (10/4/2018).

Ari Askhara mengungkapkan, untuk perluasan CY tahap kedua di TTL tersebut, Pelindo III menggelontorkan investasi yang nilainya mencapai hampir Rp 400 miliar. Nantinya, proyeksi fase ultimate (final) pada tahapan pembangunan lapangan penumpukan peti kemas di TTL, akan mencapai luasan 30 blok dengan kapasitas 6,5 juta TEUs.

“Proyek ini penting sebagai pengembangkan jalur logistik untuk menekan cost, yang merupakan bagian dari Program Nawacita Pemerintah, agar target pertumbuhan ekonomi 5 persen untuk tahun ini dapat tercapai,” tambah Indrajaya Manopol, Dirut PT NK, selaku BUMN infrastruktur pemenang pembangunan CY TTL tahap dua yang juga bersamaan dengan penandatanganan PT Hutama Karya (HK) dengan Pelindo III dalam kesepakatan proyek peninggian dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Proyek bersama dengan Pelindo III ini adalah pertama kalinya mendapat tugas untuk mengerjakan proyek dengan metode manajemen pembangunan (building management method/BIM),” sambung Kepala Wilayah IV PT HK, Andung Damar Sasongko.

Metode yang diarahkan langsung Ari Askhara itu, kata Andung, merupakan suatu sistem yang bisa mengubah konsep konstruksi di Indonesia. Dengan menerapkan BIM, tingkat kecocokan dari tahapan design, planning, construction, dapat dioptimalkan. “Sehingga, bisa menghemat biaya dan waktu,” papar Andung.

Terpisah, CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah, Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan, proyek peninggian dermaga Terminal Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang memiliki dimensi terminal seluas 38 x 300 meter itu ditinggikan menjadi 2,1 meter Low Water Spring/permukaan air (LWS), atau dari semula 1,1 meter LWS menjadi 3,2 meter LWS. Diungkapkan, pekerjaan yang dilaksanakan selama 9 bulan dengan nilai investasi hampir Rp 280 miliar itu ditujukan untuk mengembangkan dermaga untuk general cargo menjadi dermaga peti kemas.

“Nantinya container crane (alat angkat peti kemas) di Terminal Peti Kemas Semarang akan ada yang dipindahkan ke Terminal Samudera yang terkoneksi dengan jalur rel kereta api. Sehingga, pengangkutan peti kemas semakin lancar dan biaya logistik di Semarang semakin efisien,” ulasnya. (sa/ms/hum)

Rate this item
(0 votes)
Read 50 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS