Breaking News
Time: 5:56
Redaksi

Redaksi

76 Tahun, Terminal Manyar Dikonsesi Pelindo III

Saturday, 16 December 2017 17:50

Gresik, Expostnews.com - Pengusahaan jasa kepelabuhanan di Terminal Manyar, Pelabuhan Gresik, resmi dikonsesi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Selaku badan usaha pelabuhan (BUP), Pelindo III melalui perusahaan afiliasinya, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), mendapat konsesi pengusahaan Terminal Manyar, Gresik selama 76 tahun.

“Kami telah menyepakati konsesi itu melalui perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak, antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan BMS,” jelas Direktur Utama (Dirut) BMS, Hendiek Eko Herdiantoro dikonfirmasi, Sabtu (16/12/2017).

Menurutnya, kesepakatan konsesi yang dijalin tersebut tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku. Alasannya, jika merujuk Undang-Undang (UU) No 17/2008 tentang Pelayaran, telah diatur, bahwa BUP mendapat konsesi dari pengelolaan pengusahaan jasa kepelabubanan, dalam hal ini Terminal Manyar, Gresik.

“Perjanjian yang disepakati sudah sesuai aturan, karena payung hukumnya memang mengamanatkan demikian (konsesi, red),” jelas Hendiek.

Terminal yang berada di lingkungan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar Gresik itu, kata Hendiek, memiliki potensi besar dalam perkembangan dan akses internasionalnya. Dukungan kawasan pelabuhan seluas 350 hektare dengan pelabuhan laut dalamnya, turut menempatkan terminal yang terkoneksi langsung ke kawasan industri yang mempunyai akses ke pasar domestik dan internasional itu semakin berdaya jual tinggi.

“Begitu juga dengan perusahaan, dapat meminimalisir biaya logistik yang biasanya terjadi ketika lokasi pelabuhan jauh dari pabrik. Tapi, di Terminal Manyar ini sangat terintegrasi,” ulasnya.

Sekadar tahu, Terminal Manyar dirancang menjadi pelabuhan multipurpose yang mampu memfasilitasi bongkar muat curah kering, curah cair, general cargo, dan peti kemas. Dengan kedalaman hingga -16 meter Low Water Spring (LWS), Terminal Manyar mampu disadari oleh kapal-kapal berukuran besar hingga 150.000 dead weight tonnage (DWT). Dermaga pertama sepanjang 500 meter dengan kedalaman -14 meter telah mendapatkan izin operasi sejak Desember 2015.

“Semenjak dibuka, Februari 2016, Terminal Manyar mendapatkan pangsa yang baik dari pelaku industri. Volume kargo pada tahun 2017 telah mencapai 1,3 juta ton,” urai Hendiek.

Sebelumnya, proses perjanjian konsesi yang dilangsungkan di kantor pemasaran JIIPE antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan BUP PT BMS, Jumat (15/12/2017) itu disaksikan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Chandra Irawan. Dalam penandatanganan Perjanjian Konsesi yang diwakili Kepala KSOP Agustinus Maun dan Hendiek Eko Herdiantoro, selaku Dirut BMS tersebut juga dihadiri sejumlah undangan dari instansi pemerintah, militer, kepolisian, BUMN/Swasta dan asosiasi jasa logistik, seperti INSA, APBMI, ALFI/ILFA. (hum/ms/sa)

Searching Google Sukses 5 Kali Percobaan

Surabaya, Expostnews.com - Terbongkar sudah, niat peledak bom rakitan yang mendentum keras pada, Senin (11/12/2017), di Jalan Laksda M Nasir depan kantor PT Bahana Line no.29 blok B 11, Surabaya. Dibalik niat peristiwa meresahkan itu, pelaku bernama Edi Widjanarko sengaja merancang bom rakitan karena didasari kuatnya sakit hati.

“Pelaku sudah kami amankan di daerah Blimbing, Malang depan Indomart saat hendak melarikan diri ke Blitar,” cetus AKBP Ronny Suseno, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dikonfirmasi, Jumat (15/12/2017).

Ronny mengungkapkan, pelaku yang berdomisili di Bulak Banteng Surabaya itu merasa, bahwa AW, yang dibidik Edi menjadi korban ledakan itu telah merusak ketenteraman rumah tangganya. Edi menganggap, sakit hati yang dideranya harus ditebus AW dengan bom yang diledakkan melalui paket yang diserupakan kardus handphone.

“Motifnya ternyata sakit hati dan cemburu, karena AW yang menjadi korban ledakkan telah berselingkuh dengan istrinya. Jadi, kasus ini murni sakit hati yang berujung cemburu, bukan jaringan teroris,” yakin Ronny saat update kasus yang sempat membuat gundah masyarakat di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Peristiwa ledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) tersebut diakui pelaku belajar dari Google dengan lima kali percobaan. Merasa yakin bisa meledak, Edi lalu bergegas merakit bom itu melalui media handphone, yang kemudian dibungkus dan dikirimkan melalui biro jasa pengiriman paket.

“Saya beri nama paketan bom itu dari mantan AW, supaya dia tidak curiga,” aku bapak dua anak ini.

Menurut Edi, awalnya tidak curiga dengan aksi perselingkuhan yang dilakukan AW dengan istrinya. Kecurigaan itu mulai muncul, setelah Edi merasa ada perbedaan menyolok dari gelagat istrinya yang seringkali pulang malam. “Ternyata, kecurigaan saya benar, bahwa istri saya telah berselingkuh dengan AW dari tahun 2014,” tutur pria 42 tahun tersebut.

Sekadar mengingat, rangkaian paket bom dalam kardus handphone yang dikirim jasa pengiriman paket itu diterima AW, lelaki usia 34 tahun asal Sidobogem RT.2 RW.1, Kecamatan Sugio, Lamongan, Jatim  dari temannya satu kantor di PT Bahana Line pada, sekitar pukul 21.00 Wib, Senin (11/12/2017). Begitu sampai ke tangannya, pada malam itu juga, sekitar pukul 22.00 Wib, paket bom tersebut meledak, usai AW membuka bungkusan yang membuatnya penasaran di sebuah warung depan kantornya.

“Atas aksi nekat pelaku, terpaksa dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat RI no.12 tahun 1951 dan pasal 340 KUHP jo pasal 53 KUHP, tentang penyalahgunaan bahan peledak atau senjata api dan tentang percobaan pembunuhan,” Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo terpisah. (za/sa/ms)

BC Perak Tertantang Bebas Pungli

Friday, 15 December 2017 11:02

Potensi ‘Basah’ dan ‘Bermagnet’ Korupsi

Surabaya, Expostnews.com - Instansi kepabeanan seperti halnya Kantor Bea dan Cukai (BC) Tanjung Perak Surabaya, dinilai memiliki daya magnet tinggi terhadap upaya tindak korupsi. Potensi rentan tersebut tak ditampik Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya (KPPBC-TMP) Tanjung Perak Surabaya.

“Kami sangat tertantang dan ditantang untuk menjaga integritas tidak melakukan korupsi, maupun pungli di kantor ini,” tandas Basuki Suryanto, Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya dikonfirmasi terkait penilaian kepada Bea dan Cukai sebagai ‘ladang basah’ korupsi dan pungli, Jumat (15/12/2017).

Tantangan untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli), dan berperilaku korupsi, kata Basuki, bukan lantas menjauh dan serta merta menutup diri dari publik. Alasannya, Kantor BC Perak yang merupakan instansi pelayanan publik dalam hal kepabeanan bidang ekspor/impor ini selalu bersentuhan dengan publik.

“Zamannya sudah beda, dan semuanya sudah online. Seluruh pelayanan di BC Perak pun juga sudah online. Tapi, ada ada saat-saat tertentu harus bertemu dengan user, pengguna jasa dan stakeholders,” tutur Basuki usai pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di Kantor BC Perak.

Untuk itu, pengganti Efrizal ini mengajak, seluruh karyawan dan stafnya agar setiap hari menyempatkan waktu bertemu dengan pengguna layanan jasa di BC Perak. Menurutnya, cara ini akan senantiasa menjauhkan diri dan menghindari terjadinya praktik pungli. “Tapi, ini era zaman now, dan sudah tidak mengenal korupsi," yakin pejabat BC yang pernah berdinas lama di Medan ini.

Namun demikian, Basuki yang baru beberapa bulan menempati kursi tertinggi di BC Perak itu tetap menekankan kepada stafnya agar selalu menanamkan jiwa integritas. Ia juga mengingatkan dirinya, untuk tetap berjalan pada rel kebenaran, demi memberikan teladan yang baik kepada bawahannya.

“Salah satunya melawan korupsi. Karena, patron pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah, mampu menjadi contoh. Tapi, pengawasan secara internal juga sangat penting,” ingat Basuki usai jalan sehat bersama semua stakeholders di Tanjung Perak di Hari Bebas Korupsi pagi tadi.

Dibagian akhir, Basuki meminta, masyarakat dan pengguna jasa turut serta memberi masukan dan mengawasi kinerja pelayanan di BC Perak. Dengan harapan, semangat menjadi lebih baik akan tetap tumbuh dalam sistem integritas BC Perak untuk melayani masyarakat.

“Apalagi, di BC Perak ini boleh dikata tiap hari ada ratusan aktivitas pelayanan pengiriman barang ekspor dan impor melalui kantor ini,” tutupnya. (sa/iq/ms)

Surabaya, Expostnews.com – Wilayah yang sebelumnya tenang, aman dan hampir tidak pernah bergejolak dengan kejadian meresahkan, kini mulai ‘tersandera teror’ yang bisa menjadi 'hantu' kawasan pelabuhan tersebut. Tepatnya, Senin (11/12/2017), sekitar pukul 22.00 Wib, persis di depan PT Bahana Line, Jalan Laksda M Nasir No. 29 Blok B 11, terdengar dentuman keras yang diyakini dari ledakan sebuah bom rakitan yang dipaketkan.

Meski daya ledak bom yang dikemas dalam paket mirip kardus handphone tersebut tergolong rendah (low explosive), namun peristiwa tak terduga itu, sedikit banyak telah membuat gundah kawasan pelabuhan. Bom itu meledak, saat lelaki berusia 34 tahun asal Sidobogem RT.2 RW.1, Kecamatan Sugio, Lamongan berinisial AW mencoba membuka bungkusan dari jasa pengiriman paket yang tidak tercantum identitas pengirimnya.

“Meski tim Gegana mengatakan daya ledak bom itu rendah, kami tetap mencari tahu dan terus mendalami kasus ini. Karena, kami ingin tahu, siapa pelaku pengirim paket dan apa motif dibalik semua itu. Sampai sekarang, kami masih menyelidikinya,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/12/2017).

Sementara, hasil analisa Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim menyebut, pelaku diduga masih pemula alias amatiran. Saat ini, kata Ronny, pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi termasuk korban penerima paket. “Tidak menutup kemungkinan, biro jasa yang mengirim paket itu juga kami panggil untuk diperiksa,” aku mantan Kapolres Poso ini.

Sebelumnya, peristiwa yang baru dilaporkan korban pada, Rabu (13/12/2017) ke polisi itu telah membuatnya shok berat. Kepada polisi, AW yang juga karyawan PT Bahana Line menyebut, barang dalam paket kiriman itu dialamatkan ke kantor tempat kerjanya. “Kejadiannya memang Senin, tapi baru dilaporkan korban pada hari Rabu,” sambung Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Ardian Satrio Utomo terpisah.

Diungkapkan, mulanya AW menerima paket sebuah handphone yang diantarkan ke kantornya, Senin (11/12/2017), sekitar pukul 20.00 Wib. Namun malam itu, AW sedang tidak berada di kantor. “Karena tidak ada di tempat, paket itu diterima temannya satu kantor. Satu jam kemudian, sekitar pukul 21.00 Wib, AW kembali ke kantor, dan paket itu diserahkan temannya ke AW,” jelas Ardian.

Setelah paket berada di tangannya, AW merasa penasaran dengan barang dari pengirim tak beridentitas yang ditujukan kepadanya itu. Tanpa menunggu lama, AW yang merasa girang dengan kiriman ‘rezeki’ tak terduga itu membawa paket mirip handphone tersebut ke sebuah warung depan kantornya. “Nah, waktu paket itu dibuka, langsung meledak. Untungnya, korban tidak mengalami luka serius,” kata Ardian. (sa/za/dit)

Page 1 of 745



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS