Breaking News
Time: 6:42

Hindari Demo, Mulyono Berniat Sempurnakan SPMI Melalui Kualitas SDM

Tuesday, 13 February 2018 00:28
Mulyono, Ketua PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak Surabaya Mulyono, Ketua PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak Surabaya

Keinginan Mulyono memang tidak muluk, apalagi berbesar angan. Lelaki yang akrab disapa Pak Mul ini hanya punya niat menjadikan organisasi pekerja pelabuhan yang bersanding dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) Tanjung Perak semakin baik dan berkualitas.

Surabaya, Expostnews.com - Sosok yang menggantikan Abdussalam sebagai Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI) Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanjung Perak Surabaya ini berniat mendahulukan perbaikan internal dalam membangun SPMI lebih baik.

“Saya ingin memperbaiki dan menyempurnakan yang selama ini sudah berjalan, baik secara kelembagaan, maupun individu di keanggotaan SPMI,” aku Mulyono yang terpilih sebagai Ketua PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak Surabaya periode 2017-2020, Selasa (13/2/2018).

Terlebih lagi, kata Pak Mul, setiap anggota SPMI harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni secara kualifikasi dalam bidang pekerjaan yang ditekuni. Alasannya, ia ingin menunjukkan, SPMI dibawah kepemimpinannya, bukan sebagai organisasi yang hanya mengandalkan ‘otot’ dari sisi kekuatan jumlah anggota. “Melainkan, saya ingin SPMI saat ini besar karena kualitas,” tuturnya.

Diakui, selama ini, porsi sumber daya manusia (SDM) di internal PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak sangat minim. Namun, ia menyadari, untuk mengubah dari yang sebelumnya sudah berjalan, tidak semudah membalik telapak tangan. “Tapi, saya optimis, hal tersebut bisa diperbaiki secara perlahan dan pasti. Seperti halnya menyembuhkan orang sakit tidak lantas sembuh, tetapi dengan sabar dan perlahan,” katanya.

Selain itu, sebagai orang nomor satu di PUK SPMI Tanjung Perak, Mulyono akan berusaha menghindari gesekan atau melalui pengerahan massa untuk aksi demonstrasi. Katanya, unjuk rasa adalah cara paling akhir dari sebuah keputusan yang harus diambil saat memengaruhi kebijakan yang dinilai intoleransi.

“Selama masih bisa dikoordinasi dan dikomunikasi, kenapa tidak? Saya akan berusaha semaksimal mungkin menghindari aksi, meski itu harus ada dan menjadi sebuah pilihan,” yakinnya.

Mul, yang mengaku tidak menyukai pilihan aksi itu, sangat berharap bisa merangkul dan berkerjasama dengan semua pihak, mulai dari instansi pemerintah/swasta dan stakeholder di Pelabuhan Tanjung Perak. Dengan begitu, melalui pembicaraan intens dan berkelanjutan, akan tercipta ketenangan dan kenyamanan di lingkungan Tanjung Perak.

“Kami akan dengar semua keluhan. Kami juga tidak keberatan untuk saling bahu-membahu dan bekerjasama secara baik dengan seluruh elemen dan instansi serta stakeholder di pelabuhan. Ini yang ingin saya bangun dari SPMI,” harapnya.

Dengan kerja sama tersebut, Mulyono yakin, akan menemukan solusi terbaik, dibanding harus mengemukakan pendapat melalui aksi demonstrasi. Karena, SPMI Tanjung Perak adalah aset besar yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan kemampuan SDM-nya, tanpa harus menimbulkan keresahan.

“Saya yakin, solusi pasti ditemukan. Yang pasti, adanya saya sebagai Ketua PUK SPMI Koperasi Tanjung Perak saat ini, hanya ingin menyempurnakan serta melanjutkan program yang sebelumnya telah dijalankan,” katanya.

Terpisah, Abdussalam mengatakan, tetap memberi dukungan terhadap program dan upaya perbaikan yang dicanangkan Ketua PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak terpilih. Abdussalam yang kini menjabat Wakil Ketua PUK SPMI Koperasi TKBM Tanjung Perak menyatakan, dukungannya itu, merupakan bagian dari besarnya SPMI Tanjung Perak sebagai organisasi serikat pekerja yang turut memberi andil dalam dinamika di Pelabuhan Tanjung Perak. "Pasti, sebisa mungkin kami akan dukung," tuturnya. (sa/ms/**)

Rate this item
(1 Vote)
Read 94 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS