Breaking News
Time: 2:33

Si 'Kuda Hitam' RT 10 Paksa Lawan Pontang-panting

Monday, 07 August 2017 23:36
Tim bola voli merah putih RT 10/RW 04 Desa Jombang berlaga di perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 72 di lapangan voli RW 04, Senin (7/8/2017) malam Tim bola voli merah putih RT 10/RW 04 Desa Jombang berlaga di perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 72 di lapangan voli RW 04, Senin (7/8/2017) malam

Jombang, Expostnews.com - Tampil dengan percaya diri, tim RT 10 mampu menunjukkan kepiawaiannya bermain voli. Terbukti, meski minus pemain, tim 'kuda hitam' dan paling diperhitungkan di RW 04, Desa Jombang tersebut sempat memaksa tim lawan pontang-panting.

"Ya. Sejak dulu, tim voli kami diperhitungkan, meski kurang pemain," tukas Gatot, seorang dari official tim bola voli RT 10/RW 04, Desa Jombang, Kecamatan/Kabupaten Jombang usai gelar turnamen bola voli dalam rangka perayaan ke 72 Hari Kemerdekaan RI, Senin (7/8/2017) malam.

Ungkapan Gatot tersebut memang bukan sekadar bualan. Hal ini terlihat jelas saat tim paling diperhitungkan ini membuat kocar-kacir formasi tim voli RT 6. Tim lawan yang memiliki banyak pemain cadangan ini berkali-kali harus memungut bola yang dihujam para smasher RT 10.

"Dulu, waktu Ali (Ali Sulton, red) masih muda, kalau nyemes selalu njeduk. Stok pemain kita dulu masih ada, dan jangkung-jangkung," tutur Gatot.

Lelaki yang mengaku postur tubuhnya ketika ikut membela tim voli RT 10 tidak setambun saat ini mengatakan, tak masalah meski pada pertandingan kali ini harus menyerah tipis 2-3 dengan tim lawan. Namun, ia mengaku, puas dengan aksi 'heroik' tim voli RT 10 yang tak pantang menyerah.

"Saya mentolo turun lapangan. Hantam-hantam (smash, red)," tukas Pri, sapaan lelaki berkumis warga RT 10 ini di pinggir lapangan voli depan SDN Jombang III.

Sementara, dalam laga tersebut, para pemain voli dibawah naungan Ketua RT 10, Nur Chotib ini saling berbagi umpan dan bergantian menghempas bola di daerah lawan. Tak jarang, blocking lawan mampu ditembus hujaman Kevin dkk.

Dimotori Gembong, tim bola voli berkostum merah putih tersebut juga berkali-kali membuat pemain tim RT 6 tersungkur tanpa bola. Bukan hanya itu, pemain RT 10 berjuluk Gepeng, dan seorang lagi yang akrab disapa Iwut, turut mengamankan wilayahnya.

"Yang dua itu anaknya Pak Sokib, Mereka itu juga lihai bermain jaranan," ujar Ongky, pria yang tak henti menyulut semangat timnya.

Rega, seorang dari pemain volly RT 10 mengaku, tetap semangat menghadapi pertarungan di laga berikutnya. Tim yang masuk dalam Grup A itu kembali menjalani dua kali pertandingan untuk menuju babak final.

"Kami masih punya kesempatan lagi melawan RT 1 dan RT 13," tutupnya. (sa/ms)

Rate this item
(6 votes)
Read 130 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS