Breaking News
Time: 6:39

2.500 Personel TNI/Polri Siap Amankan Test Event Asian Para Games 2018

Friday, 08 June 2018 23:57
Irjen Pol. Drs. Deden Juhara, Deputi IV INAPGOC menjelaskan persiapan pengamanan pelaksanaan Test Event Asian Para Games III yang akan digelar di Komplek Gelora  Bung Karno Jakarta, pada 25 Juni hingga 4 Juli 2018 Irjen Pol. Drs. Deden Juhara, Deputi IV INAPGOC menjelaskan persiapan pengamanan pelaksanaan Test Event Asian Para Games III yang akan digelar di Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, pada 25 Juni hingga 4 Juli 2018

Jakarta, Expostnews.com – Faktor keamanan dan pengamanan dalam pelaksanaan Test Event Asian Para Games III tahun 2018 yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno Jakarta telah disiapkan. Sedikitnya, 2.500 personel keamanan gabungan TNI/Polri, siap mengamankan pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang berlangsung mulai, 25 Juni - 4 Juli 2018.

“Untuk penambahan jumlah personel bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan,” jelas Deputi IV Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Jumat (8/6/2018).

Penyiapan personel keamanan tersebut, kata Deden Juhara, sejalan dengan harapan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari yang ingin menunjukkan, Indonesia ramah bagi kaum disabilitas. Untuk itu, personel yang diterjunkan diinstruksikan untuk selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta yang berasal dari 42 negara Asia. “Komunikasi ini dilakukan agar dalam melayani seluruh peserta tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Sementara, Raja Sapta Oktohari mengingatkan, ada tiga hal yang menjadi parameter sukses pelaksanaan Asian Para Games 2018. Parameter yang dimaksud adalah Sport (tempat pertandingan), Athlete Village (perkampungan atlet) serta transportation (transportasi), mulai tempat pertandingan, perkampungan atlet hingga angkutan harus memiliki fasilitas untuk kaum disabilitas.

“Yang lebih penting lagi, kita harus bisa menjaga ketepatan waktu transportasi atlet yang akan bertanding dari perkampungan atlet ke lokasi pertandingan,” tukas Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Diakui, memang belum semua fasilitas pertandingan ramah untuk kaum disabilitas. Namun, ia meyakini, masalah tersebut bisa diselesaikan, apalagi berbagai pihak sudah memberikan perhatian. “Saya yakin semua fasilitas bisa disediakan. Untuk angkutan saja, kita sudah siapkan 80 bus khusus untuk atlet disabilitas," ujarnya.

Sebelum Test Event Asian Para Games 2018, kata Okto, INAPGOC akan melakukan simulasi tanggal 19 dan 23 Juni 2018. Tujuannya, agar pelaksanaan Test Event bisa berjalan sesuai harapan. Terkait penonton, kata Okto, INAPGOC akan merangkul pihak Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) DKI Jakarta. “Agar pelajar tidak diliburkan saat Asian Para Games 2018. Kami meminta Depdiknas DKI Jakarta mengarahkan pelajar untuk datang bukan hanya menyaksikan pertandingan, melainkan bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekitar Komplek Gelora Bung Karno,” paparnya.

Sebelumnya, Deputi I INAPGOC, Taufik Yudi mengatakan, ada 408 atlet dari 13 negara yang akan ambil bagian Test Event Asian Para Games 2018 yang mempertandingkan di lima cabang olahraga, yakni tenis meja, basket kursi roda, para atletik, bulutangkis, serta paraswimming. "Mereka bukan hanya memperebutkan 222 medali tapi juga tiket menuju Paralympics Games. Karena ada beberapa cabang yang akan jadi babak kualifikasi Paralympics,” jelasnya.

Dari lima cabang olahraga tersebut, para atletik, bulutangkis, paraswimming, dan basket kursi roda akan masuk dalan kategori test event. Sedangkan, tenis meja masuk dalam kategori sanction, yakni event tersebut diakui oleh federasi Internasional sebagai babak kualifikasi untuk APG atau Paralympics.

"Yang sanction biasanya kelas open saja. Karena sebagai kualifikasi maka cabang tenis meja menjadi cabang yang memiliki keikutsertaan terbanyak, yaitu dari 13 negara termasuk Indonesia dan beberapa negara di luar Asia. Negara lainnya seperti, Hong Kong, India, Singapura, Jerman, Korea, Venezuela, Taipei, Thailand, Belanda, Kazakhstan, Iran, dan Malaysia,” ulas Taufik.

Untuk cabang lainnya, seperti basket kursi roda diikuti oleh tiga negara saja, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selebihnya, hanya atlet Indonesia saja yang ambil bagian.

“Untuk nomor pertandingan, paraatletik akan memperlombakan 86 nomor, bulutangkis 14 nomor, paraswimming 77 nomor, tenis meja 44 nomor, dan basket kursi roda 1 nomor saja. Semua nomor lomba ini akan berdasarkan pada klasifikasi yang berstandar internasional,” urainya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 34 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS