Breaking News
Time: 10:55

Indonesia U19 Ditekuk Malaysia, PLN Jatim Bantah Penyebab Lampu Sorot Stadion Padam

Friday, 13 July 2018 21:16
Suasana malam di pertandingan sepak bola yang berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo (ilustrasi) Suasana malam di pertandingan sepak bola yang berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo (ilustrasi)

Surabaya, Expostnews.com - Kalahnya tim nasional Indonesia usia 19 tahun (Timnas U19) saat kontra laga dengan timnas Malaysia di babak semifinal Piala AFF U19 masih mengiangkan bekas mendalam di benak pecinta sepak bola nasional. Apalagi, kekecewaan tersebut ditambah peristiwa listrik lampu sorot stadion mati mendadak saat jelang usainya pertandingan di babak kedua perebutan Piala AFF U19 di Gelora Delta Sidoarjo.

“Itu (padamnya lampu, red) bukan dikarenakan listrik PLN,” tukas Dwi Suryo Abdullah, Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Jumat (13/7/2018).

Klarifikasi yang disampaikan tersebut, sekaligus bantahan PLN yang merasa dikambinghitamkan atas kejadian padamnya listrik lampu sorot di dalam stadion yang menerangi pertandingan rivalitas timnas kedua negara tersebut. PLN, dalam hal ini PLN Disjatim mengaku, bukan sebagai pihak penyebab padamnya lampu sorot hingga akhirnya timnas Indonesia ditekuk Malaysia pada adu penalti dengan skor 2-3, setelah 90 menit bermain imbang 1-1 di pertandingan yang berlangsung, 1 Juli 2018 lalu.

“Pihak pengelola gelora hanya memanfaatkan listrik dari PLN untuk kepentingan penerangan di luar stadion,” aku Dwi.

Tak ingin jadi bulan-bulanan dan dipersalahkan, Dwi kembali menjelaskan, sebelum penyelenggaraan AFF, PLN telah menawarkan layanan khusus, untuk mem-back up pasokan listrik ke lampu sorot, atau bahkan digunakan sebagai pasokan utama. Namun, pihak pengelola Gelora Delta Sidoarjo lebih memilih listrik dari PLN yang berdaya sambung 41,5 kVA hanya untuk penerangan di luar lampu sorot.

“Jadi, saat kejadian padamnya lampu sorot di Gelora Delta Sidoarjo, pasokan listrik PLN dalam keadaan normal atau tidak terganggu,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, PLN Distribusi Jawa Timur sangat menyesalkan, keputusan yang diambil pengelola Gelora Delta Sidoarjo menggunakan genset berkekuatan 600 kW untuk menyalakan lampu sorot. Praktis, apabila sewaktu-waktu genset terganggu, lampu sorot sudah pasti akan padam karena tidak ada cadangan listrik dari PLN.

“Apalagi, tidak dihubungkan ke lampu sorot, mengingat kapasitas listrik PLN hanya 41,5 kVA,” ingatnya. (sa/ms/cw7)

Rate this item
(1 Vote)
Read 143 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS