Breaking News
Time: 10:57
Redaksi

Redaksi

Surabaya, Expostnews.com - Ibarat primadona, pasar nasabah ritel menjadi bidikan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Wilayah Surabaya di tahun 2018. Fokus garapan ini, dikarenakan pasar ritel masih jauh perolehannya dari kinerja pasar korporasi.

“Tahun ini, kami memang konsentrasi menggarap pasar ritel dengan merekrut agen. Karena, selama ini, kinerja PT Jiwasraya Cabang lebih banyak disumbang dari sektor korporasi,” jelas Dwi Laksito, Kepala Kantor PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Wilayah Surabaya, Minggu (27/5/2018).

Menurut Dwi, minimnya nasabah ritel di perseroan asuransi pelat merah ini, karena ritel memiliki keunikan dengan tingkat kesulitan yang tidak sama dengan nasabah korporasi. Kata Dwi, keunikan tersebut terlihat dari perbedaan kebutuhan masing-masing nasabahnya.

“Karakter pasar ritel ini unik. Tiap nasabah tidak sama permintaannya, setiap eksekusi per orang beda. Tapi, kesulitan ini menjadi tantangan kami untuk merealisasikan target kontribusi dari kinerja pasar ritel sampai akhir tahun 2018,” yakin Dwi.

Targetnya, hingga akhir tahun 2018, nilai premi yang berhasil dikumpulkan dari sektor ritel mencapai Rp 360 miliar dari total yang dipatok selama setahun sebesar Rp 1,2 triliun. Meski peningkatannya sangat tinggi, namun Dwi optimistis target premi nasabah ritel dapat dicapai sesuai yang ditargetkan.

“Jumlah nasabah ritel hanya mencapai sekitar 12 ribu nasabah,” tuturnya.

Apa upaya meningkatkan kontribusi pasar ritel? Dwi mengaku, telah memiliki solusi untuk mencapai target tersebut dengan memperbanyak agen. Bahkan, untuk menggenjot target pasar ritel, Dwi telah menempuh langkah terbaik dengan merekrut sejumlah agen.

“Sekitar 800 agen yang kami butuhkan untuk menggenjot kinerja nasabah ritel. Pola rekrutmennya, kami bekerjasama dengan kalangan kampus, seperti universitas atau sekolah tinggi,” katanya.

Dwi menyebut, rekrutmen agen pasar ritel ini memang diutamakan dari mahasiswa sebagai agen. Kini, Jiwasraya Wilayah Surabaya sudah bermitra dengan Universitas  International Semen Indonesia (UISI), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, ITS Surabaya, dan STIE Perbanas Surabaya.

“Apalagi mahasiswa ini kan lima tahun yang akan datang akan menjadi pengambil keputusan,” tukasnya.

Saat ini, lanjut Dwi, jumlah agen di kota Surabaya yang bergabung dengan Jiwasraya mencapai kurang lebih 400, dengan 1.250 agen tersebar untuk wilayah Surabaya yang meliputi 14 kota dan kabupaten.

“Kalau dilihat dari jumlah nasabah atau peserta asuransi, nasabah korporasi mencapai sekitar 70 ribu nasabah dari 70 perusahaan,” katanya.

Ia juga menyayangkan, selama ini masyarakat kurang peduli untuk mengikuti program asuransi. Padahal, premi yang harus dibayar sangat murah. “Misalnya, produk perlindungan atas proteksi diri di Jiwasraya untuk individu, preminya hanya sekitar Rp 50 ribu per tahun,” ingat Dwi.

Sekadar tahu, jumlah pembayaran premi untuk ritel dari Januari hingga April 2018 di wilayah Surabaya berkisar Rp 30 miliar dari total realisasi sebesar Rp 270 miliar. Sementara, kontribusi terbesar masih dicatatkan pasar korporasi dengan capaian Rp 240 miliar. (ms/sa/jw)

PHE Kelola Penuh 4 Blok Terminasi

Friday, 25 May 2018 22:21

Jakarta, Expostnews.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) telah memasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 untuk target produksi minyak dan gas (migas) dari empat blok habis kontrak (terminasi), sepenuhnya akan dikelola anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut. Keempat blok tersebut antara lain, Tuban, Ogan Komering, Offshore South East Sumatera (OSES) dan North Sumatera Offshore (NSO).

Dua dari empat blok tersebut, yakni Tuban dan Ogan Komering kontrak kerja sama bagi hasilnya (production sharing contract/PSC) telah ditandatangani pada 20 April 2018 dan berlaku efektif per 20 Mei 2018. Namun untuk lapangan unitisasi Sukowati yang sebelumnya dikelola Joint Operation Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java mulai 20 Mei 2018 diserahkan ke PT Pertamina EP.

“Blok lainnya, Ogan Komering, kontraknya juga telah ditandatangani pada 20 April 2018 dan efektif berlaku pada 20 Mei 2018,” papar R. Gunung Sardjono Hadi, Direktur Utama PHE, Jumat (25/5/2018).

Sedangkan, undepreciated balance blok Tuban dan Ogan Komering telah disampaikan PHE ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan saat ini menunggu verifikasi dan persetujuan. Disebutkan, sampai akhir 2017 lalu, produksi minyak JOB PPEJ secara gross mencapai 10,5 MBOPD dan produksi gas sebesar 14,2 MMSCFD. “Sementara itu, produksi Ogan Komering secara gross mencapai 2,25 MBOPD dan produksi gas sebesar 8,64 MMSCFD,” rinci Gunung.

Pada 2018, PHE menargetkan produksi di blok Tuban secara gross untuk minyak sebesar 8,11 MBOPD dan produksi gas sebesar 11,11 MMSCFD. Untuk Ogan Komering, PHE menargetkan produksi gross untuk minyak sebesar 1,95 MBOPD dan produksi gas sebesar 8,21 MMSCFD.

Selain Tuban dan Ogan Komering, mulai Oktober 2018 PHE juga akan mulai mengambilalih pengelolaan OSES yang saat ini dikelola China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd. Untuk NSO, PHE saat ini telah menjadi operator setelah pada 2015 mengakuisisi 100% hak partisipasi ExxonMobil. (hum/ms/sa)

Jakarta, Expostnews.com – Produksi gas yang dihasilkan anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) naik 2% sepanjang Januari-Maret 2018. Melonjaknya produksi gas di kuartal pertama tersebut, PHE mematok target di bulan Maret dengan besaran 767,8 MMSCFD, atau realisasinya 1,2% lebih tinggi.

“Ya, sepanjang Januari-Maret produksi gas kami mencapai 777 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau naik 2 persen dibanding periode yang sama 2017 sebesar 765 MMSCFD,” ungkap R. Gunung Sardjono Hadi, Direktur Utama PHE, Jumat (25/5/2018).

Untuk produksi minyak, kata Gunung, sapaannya, pada tiga bulan pertama 2018, PHE mampu mencatatkan 63,037 barrel oil per day (BOPD). Capaian ini tidak jauh beda dibanding periode yang sama 2017, sebesar 62,623 BOPD. “Kini, pada 2018, PHE menargetkan produksi minyak bulan Maret sebesar 65,243 BOPD, sehingga produksi Maret 2018 tercatat 96,6% dari target,” tutur Gunung.

Menurutnya, PHE akan mempercepat monetisasi cadangan PHE dengan penerapan strategi klasterisasi sumber cadangan. Strategi ini, lanjutnya, bisa digunakan di wilayah kerja yang memiliki cadangan gas tidak terlalu besar, namun bisa segera dimonetisasi. “Dengan klasterisasi, PHE tidak lagi berpikir hanya menunggu pembeli gas, tapi berinovasi bagaimana menciptakan pasar. Karena, meski memiliki cadangan besar akan percuma jika tidak ada penyerap gas,” ingat Gunung.

Artinya, PHE tidak lagi tergantung pasar, melainkan menciptakan pasar melalui konsep monetisasi gas tersebut dengan klaster. “Jadi kami juga harus berpikir, bagaimana bisa masuk ke midstream,” tambahnya.

Ia mencontohkan pengembangan gas di Senoro. Gas Senoro tidak akan pernah dimonetisasi andai kata tidak terbangun fasilitas kilang serta regasifikasi DSLNG yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Untuk itu PHE lebih membuka diri dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.

“Itu salah satu contoh untuk pengembangan lain. Kami mencoba mencari, menciptakan pasar baru. Jadi kami tidak duduk manis menunggu datang pembeli,” ujar Gunung.

Sementara, Ekariza, Direktur Operasi dan Produksi PHE mengatakan, realisasi produksi gas PHE sangat tergantung dari penyerapan di pasar. Apabila, penyerapan pasar besar, maka PHE bisa meningkatkan produksi gasnya.

“Produksi gas kuartal I lebih tinggi karena ada peningkatan penyerapan. Kontribusi produksi terbesar berasal dari Tomori. Selain Tomori, kontribusi produksi gas PHE berasal dari blok Offshore North West Java (ONWJ), Jambi Merang dan West Madura Offshore (WMO),” tukas Ekariza. (sa/ms/hum)

Surabaya, Expostnews.com – Kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Jawa Timur pada umumnya, dipastikan tetap berjalan dan tidak terpengaruh Idul Fitri 1439 H. Hanya saja, jaminan operasional dari Asosisasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur itu terbatas saat hari ‘H’ Idul Fitri 1439 H di tahun 2018 ini.

“Bongkar muat biasanya libur total 24 jam pada hari H. Selain itu, tetap beroperasi seperti biasanya,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosisasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Jawa Timur, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi, Kamis (24/5/2018).

Namun demikian, Kody menegaskan, libur operasional yang pada hari ‘H’ itu tidak akan berlaku, apabila ada hal yang lebih urgen dan penting untuk dilakukan bongkar muat. Ia mencontohkan, aktivitas bongkar muat masih berjalan jika hal yang dianggap urgen tersebut menyangkut sembilan bahan pokok (sembako), seperti beras. “Ya, tetap kami kerjakan (bongkar muat, red). Jadi, bukan standby. Tapi, kalau memang itu harus kami kerjakan, ya harus bekerja, meski itu pada hari ‘H’,” ingat Kody.

Terkait libur hari ‘H’ Idul Fitri yang terbilang lentur tersebut, Kody menjelaskan, peliburan 24 jam total saat hari ‘H’ itu merupakan tugas dan perintah dari pemerintah sesuai aturan yang berlaku. Perintah libur total tersebut hanya berlaku sehari pada hari ‘H’ pertama Idul Fitri. “Pada hari ‘H’ pertama Idul Fitri saja liburnya,” sambung Kody usai buka puasa bersama dengan anak yatim yang diikuti penyerahan bantuan.

Ditanya sistem pengupahan? Kody menyebut, tetap ada negosiasi, meski dari pengelola/penyalur buruh pelabuhan/tenaga kerja bongkar muat (TKBM) menggunakan special charge. Selain itu, sistem kerjanya pun bisa bertambah shift dari kerja shift yang berlaku di hari-hari normal.

“Biasanya kan ada beberapa shift. Misalkan saja kerja normal itu kerja 3 shift, nah pada hari ‘H’ itu ada penambahan. Biasanya tambahnya 3 atau 4 shift, dan tergantung pelakunya hari itu, termasuk tata cara negosiasinya,” ulas Kody yang mengayomi 80 anggota APBMI Jatim ini.

Sebelumnya, pada saat bersamaan, DPW APBMI Jatim memberikan sumbangan berupa bantuan uang kepada 3 yayasan yatim piatu di Jawa Timur. Bantuan hasil pengumpulan sedekah senilai kurang lebih Rp 40 juta yang berasal dari anggota APBMI Jatim dan kas APBMI Jatim itu diserahkan untuk 55 anak yatim.

“Apabila mendapatkan rezeki, jangan melupakan anak yatim. Sisihkan sedikit untuk mereka (anak yatim, red) agar bisa sekolah atau menikmati hari yang penuh berkah ini,” pesannya. (sa/ms)

Page 1 of 790



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS