Breaking News
Time: 5:16

Jerman Tekuk Argentina 1 - 0 di Perpanjangan Waktu Final Piala Dunia 2014

Monday, 14 July 2014 05:26
Suporter Der Panzer, Jerman Suporter Der Panzer, Jerman

Rio De Janeiro, Exspost.com - Impian menjadi juara dunia keempat kalinya akhirnya terwujud. Kesebelasan berjuluk Der Panzer, Jerman itu pun berhasil memboyong trofi Piala Dunia ke negaranya setelah dalam final melumerkan Tim Tango, Argentina, 1-0, Senin (14/7/2017) dini hari waktu Indonesia. Gol tunggal Mario Goetze pada menit 113 dalam pertandingan final Piala Dunia 2014 di Stadion Jurnalis Mario Filho (Maracana), Rio de Janeiro, Brasil itu terjadi di babak kedua perpanjangan waktu 15x2.

Ini merupakan sejarah besar dan kali pertama tim Eropa mampu merebut gelar juara dunia di benua Amerika. Kemenangan Jerman atas Argentina Ini juga merupakan keempat kalinya setelah sebelumnya Der Panzer merebut gelar juara dunia tahun 1954, 1974, dan 1990.

Skor 1-0 untuk Jerman ini sekaligus menorehkan kekuatan Eropa di pentas sepak bola dunia dengan merebut 11 gelar dari 20 kali perhelatan Piala Dunia. Buktinya, Jerman dan Italia masing-masing empat kali, sedangkan Inggris, Prancis dan Spanyol masing-masing satu kali. "Dan kali ini Jerman pemenangnya," ujar suporter Jerman asal Indonesia, Ali Gonzales usai menyaksikan nonton bareng (nobar) pertandingan final Piala Dunia 2014, Brasil, Senin (14/7/2014).

Kedua tim bermain terbuka dalam laga yang disiarkan langsung AnTv dan TvOne, namun belum juga membuahkan gol karena kedua keseblasan begitu ketat dalam pertahanannya.

Memasuki babak perpanjangan waktu Goetze langsung mencoba menggedor pertahanan Argentina, tetapi tendangan kerasnya masih disa diatasi kiper Romero. Hal lain yang mungkin lebih positif berpotensi terjadi jika Goetze mengirim bole kepada Schuerrle yang berdiri lebih bebas.

Selebihnya selama babak pertama perpanjangan waktu serangan kedua tim terus terbentur lini pertahanan lawan. Messi pun tak berkutik.

Baru pada menit 113 Goetze memecah kebuntuan. Menerima umpan lambung dari Schuerrle di wilayah kanan pertahanan Argentina, Goetze mengontrol bola dengan dada dan melepas tendangan kaki kiri keras menyilang yang gagal diantisipasi Romero. Skor 1-0 dan Jerman jadi tim Eropa pertama yang menjuarai Piala Dunia di benua Amerika. "Gooooollll......Goooolllll....," teriak suporter bersorak.

Sebelumnya, serangan Jerman bertumpu pada Mesut Ozil, Thomas Mueller, dan Miroslav Klose, sebaliknya andalan Argentina Lionel Messi sempat mengiris sisi kiri pertahanan Jerman, namun umpan hasil akselerasinya masih bisa dicegak bek Jerman.

Pada menit ke-29 gol Gonzalo Higuain (Argentina) dianulir karena telanjur offside.

Semenit kemudian Andre Schuerrle masuk menggantikan Christop Kramer yang cedera. Tiga juru gedor Jerman di depan: Schuerrle, Mueller, dan Klose.

Pada menit ke-37 ancaman nyata datang dari Schuerrle berupa tendangan keras dari dalam kotak penalti yang masih dapat diblok kiper kiper Argentina Sergio Romero.

Berselang 3 menit kemudian gantian Messi mengancam dengan membawa bola hingga kotak gawang, namun upayanya masih bisa dihadang Jerome Boateng.

Selama 5 menit terakhir babak pertama Jerman menekan habis-habisan Argentina. Menit 43, tendangan keras Toni Kroos dapat diatasi Romero. Berikutnya dua sepak pojok menekan Romero. Sundulan Matts Hummels bisa diblok Ezequiel Garay hingga kembali menghasilkan sepak pojok.

Tendangan penjuru berikutnya dari Kroos disambut sundulan kepala yang keras dari Benedikt Hoewedes yang bergerak mendahului Javier Mascherano, namun hanya membentur tiang kiri gawang Argentina, dan Mueller yang mencoba menyambut bola rebound telah terperangkap offside.

Babak pertama berakhir, skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina Alejandro Sabella memasukkan Sergio Aguero. Babak kedua baru berjalan 2 menit, Argentina mengancam. Gonzalo Higuain lepas dari perangkap offside, namun bidikannya setelah menerima umpan terobosan Messi hanya tipis menyamping kiri gawang Jerman.

Jerman kemudian lebih banyak melakukan tekanan, namun selalu menemui tembok pertahanan kokoh di lini belakang Argentina. Jalan buntu juga didapatkan Messi dkk. di barisan depan Argentina. Sempat selali tendangan Messi menyamping kanan gawang Manuel Neuer. Tapi selebihnya pergerakannya tertahan barisan pertahanan Jerman.

Masuknya Rodrigo Palacio menggantikan Higuain tak membantu Argentina. Bahkan dia sempat terlambat menyambut umpan terobosan Messi yang berpeluang membuka peluang.

Tidak banyak peluang terjadi sepanjang babak kedua. Pertandingan 90 menit berakhir 0-0 dan dilanjutkan perpanjangan waktu.

Pada menit 88, Klose digantikan Mario Goetze. Inilah akhir keterlibatan Klose sepanjang empat edisi Piala Dunia terakhir sejak 2002 dan menjadi top skor sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol. (esp1/esp20)


Susunan pemain :

Jerman : 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 20-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 30'), 13-Thomas Mueller, 18-Toni Kroos, 8-Mesut Ozil (17-Per Mertesacker, 116') 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88')

Cadangan: 2-Kevin Grosskreutz, 3-Matthias Ginter, 6-Sami Khedira, 10-Lukas Podolski, 12-Ron-Robert Zieler, 14-Julian Draxler, 15-Erik Durm, 21-Shkodran Mustafi, 22-Roman Weidenfeller

Argentina : 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 14-Javier Mascherano, 6-Lucas Biglia, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86'), 10-Lionel Messi; 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 46'), 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78')

Cadangan: 3-Hugo Campagnaro, 7-Angel Di Maria, 11-Maxi Rodriguez, 12-Agustin Orion, 13-Augusto Fernandez, 17-Frederico Fernandez, 19-Ricky Alvarez, 21-Mariano Andujar, 23-Jose Basanta.


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 842 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS