Breaking News
Time: 4:24
Tekno

Kemenhub Buka Peluang Perusahaan Software

Surabaya, Expostnews.com – Sasrana teknologi berbasis online yang diterapkan penggunaannya untuk program angkutan tol laut, diyakini mampu mencegah praktik monopoli muatan kapal. Hanya saja, aplikasi Informasi Muatan dan Ruang Kapal (IMRK) yang diinisiasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan RI ini belum dimaksimalkan bagi angkutan laut komersil yang dioperatori pelayaran swasta.

“Tahap awal memang untuk angkutan tol laut. Tapi, ke depannya, juga akan diterapkan pada angkutan laut komersil lainnya,” tukas Kasubdit Angkutan Dalam Negeri, Capt. Wisnu Handoko saat memapar sosialisasi dan pelatihan kepada stakeholders di bidang angkutan laut, khususnya para perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan di PT Pelayaran Nasional (Pelni) Kantor Cabang Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Menurut Wisnu, selain mencegah terjadinya monopoli, aplikasi online yang nantinya tersambung dengan Inaportnet tersebut dapat membantu pengendalian data pengguna subsidi, berupa data lengkap perusahaan shipper/pengirim muatan dan penerima muatan. Dijelaskan, aplikasi IMRK ini berisikan kuota dan prioritas muatan, jadwal, standar pelayanan serta penyediaan data valid dan lengkap untuk mempermudah pengambilan keputusan yang tepat dan akuntabel.

“IMRK ini sangat bermanfaat untuk operator kapal juga pemilik barang yang akan mendukung kesuksesan penyelenggaraan program tol laut,” ujar Capt. Wisnu yang hadir dalam sosialisasi bersama Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Antar Lembaga, Buyung Lalana dan didampingi Didik Dwiprasetyo, Vice President Tol Laut dan Barang PT Pelni serta pejabat Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya.

Bukan hanya itu. Wisnu juga mengungkapkan, aplikasi IMRK yang disosialisasikan penerapannya itu sangat bermanfaat bagi operator. Sebab, IMRK dapat mengurangi biaya pemasaran, efisien dan transparan, mengurangi risiko, dengan pelayanan online selama 24 jam dan 7 hari. “Begitu juga dengan pemilik barang akan mendapat kenyamanan selama 24 jam dan 7 hari, fleksibilitas, proses yang mudah, dan pelayanan berkualitas,” ulasnya.

Dihadapan 56 perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Provinsi Jawa Timur, Wisnu juga mengungkapkan, aplikasi online tersebut merupakan aspek pengendalian disparitas harga melalui pemanfaatan data IMRK untuk pengawasan harga jual oleh distributor layer 1 dan 2. Dikatakan, penerapan aplikasi IMRK ini, mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. PM.4 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang di Laut, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Nomor UM.003/100/11/DJPL-17 tanggal 28 Desember 2017 tentang Persyaratan PSO Penumpang Kelas Ekonomi, Angkutan Laut Perintis, PSO Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) dan Angkutan Ternak. “Dalam aturan itu, IMRK ini wajib dilaksanakan penyelenggara pelayanan publik untuk menggunakan IMRK berbasis online,” ingat Wisnu.

Seperti halnya PT Pelni sebagai salah satu operator kapal tol laut yang telah mampu mengembangkan aplikasi IMRK online. Diharapkan, langkah ini bisa segera diikuti operator kapal lainnya untuk turut menjadikan IMRK sebagai basis teknologi dalam bidang pelayanan angkutan laut. “Sehingga, program IMRK pada tol laut ini bisa menjadi leading dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparasi kegiatan angkutan laut dalam negeri ke depan,” tambah Wisnu.

Tujuannya, untuk mengontrol jenis barang yang dikirim sesuai dengan ketentuan peraturan. Dengan harapan, tidak terjadi monopoli dan menyediakan data shipper dan consignee dalam rangka pengendalian disparitas harga.

“IMRK berbasis Online ini, juga menjaga jenis muatan yang diangkut, selain mencegah terjadinya monopoli muatan, sekaligus menjaga subsidi program tol laut oleh Pemerintah dapat berjalan tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga, meningkatkan pelayanan program tol laut,” tambah Buyung Lalana.

Sementara, untuk mempersiapkan implementasi IMRK, Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut juga memberi pengumuman terbuka bagi seluruh perusahaan di bidang usaha perangkat lunak logistik dan jasa logistik. Kesempatan ini untuk sekaligus berpartisipasi mendukung operator kapal dalam program Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) dalam menerapkan IMRK berbasis teknologi informasi sesuai persyaratan dan spesifikasi yang dibutuhkan.

Pengumuman kepada perusahaan perangkat lunak yang berminat menyediakan software yang mampu berintegrasi dengan SOP Pemesanan ruang muat dan penerbitan Shipping Instruction untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik angkutan barang di laut. Disebutkan, perusahaan yang akan menangani IMRK harus mampu menyeleksi prioritas pengangkutan barang kebutuhan pokok serta barang penting, termasuk menyeleksi shipper (pengguna subsidi tol laut) dan mampu menyeleksi consignee (pengguna subsidi tol laut).

Dalam hal ini, perusahaan tersebut juga harus mampu mengatur jatah penggunaan ruang muat antar daerah/pelabuhan tujuan, mampu mengatur jatah penggunaan ruang muat. Perusahaan pelayaran operator kapal tol laut baik BUMN maupun swasta dapat mengembangkan sistem IMRK ini secara mandiri atau menggunakan jasa perusahaan penyedia software IMRK ini. (sa/ms)

Tekan Emisi CO2 Setara Tanam Trembesi

Tuban, Expostnews.com – Gas buang pabrik, jika dimanfaatkan dengan baik, dipercaya mampu menekan dampak emisi CO2. Keyakinan ini semakin nyata, setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk/SMGR memroyeksi pemanfaatan gas buang di pabrik Tuban akan mengurangi emisi CO2 sebesar 122.358 ton/tahun.

Pemanfaatan gas buang pabrik tersebut, jika disetarakan sama dengan menanam 4.295 batang pohon trembesi di luasan lahan 96 hektar. Pohon trembesi sendiiri, merupakan pohon terbaik dalam menyerap CO2.

“Karena, satu pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun,” tutur Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia, Tri Abdisatrijo dikonfirmasi, Rabu (28/2/2018).

Untuk merealisasikan kepedulian terhadap lingkungan tersebut, kata Tri, SMGR melakukan kerja sama dengan pihak yang berkompeten dalam hal pengolahan gas buang menjadi bermanfaat. Didasari komitmen untuk selalu ramah lingkungan dalam setiap kegiatan operasionalnya, SMGR menjalin kerja sama dengan JFE Engineering Jepang untuk membangun Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban.

“WHRPG yang kami bangun ini merupakan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara,” katanya.

Menurut Tri, proyek WHRPG di Pabrik Tuban tersebut akan dibangun di seluruh pabrik, mulai Tuban 1, 2, 3 dan 4. Hebatnya lagi, pembangunan WHRPG yang diinisiasi pada tahun 2014 lalu itu, mampu menghasilkan daya listrik sebesar 30,6 MegaWatt (MW). “Dalam operasionalnya, WHRPG ini tidak menggunakan batubara atau BBM, melainkan menggunakan panas dari gas buang operasional pabrik,” ingatnya.

Sementara, CEO Global Enviromental Center (GEC) Foundation Kunihiro Suga mengaku, puas dengan hasil pembangunan WHRPG di pabrik Tuban. Diungkapkan, proyek tersebut sudah dijalankan dengan baik dan akan dilaporkan hasilnya ke Pemerintah Jepang.

“Ya. Saya telah melihat sendiri  dengan naik turun tangga,” tukas Suga dalam kunjungannya ke pabrik Tuban yang didampingi Kepala Bidang Kedeputian Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian RI, Cahyadi Yudodahono, Selasa (27/2/2018).  

Dijelaskan, pembangunan WHRPG Pabrik Tuban ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Negeri Sakura melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). Dalam hal ini, Pemerintah Jepang memberikan subsidi sebesar 11 juta Dolar AS atau sekitar Rp 143 miliar (1:13.000) untuk membangun WHRPG tersebut.

“Semuanya berjalan dengan baik, dan hasilnya memuaskan,” ucap Suga dalam kunjungan yang diterima Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo didampingi Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, Direktur Produksi Semen Gresik, Joko Sulistyanto dan Direktur Keuangan Semen Gresik, Ginarko Isnubroto. (ms/sa/hum)

Jakarta, Expostnews.com - Fitur PajakPartner yang diluncurkan perusahaan teknologi pengembang aplikasi perpajakan, OnlinePajak, merupakan wadah dengan platform ekosistem yang diharapkan dapat mengembangkan bisnis dan visibilitas perusahaan. Hanya saja, jasa solusi yang ditawarkan fitur PajakPartner ini di luar OnlinePajak.

“Seperti konsultan pajak, penyedia aplikasi akuntansi dan HR, ERP, e-commerce, dan bank yang bersifat membantu perusahaan di Indonesia dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis,” tutur Founder dan Direktur OnlinePajak Charles Guinot, Selasa (27/2/2018).

Menurut Charles, Partner OnlinePajak tersebut dapat ditemukan bagi 500.000 pengguna yang terdaftar di aplikasi OnlinePajak, termasuk 60.000 pengguna badan. Dijelaskan, PajakPartner adalah sebuah ekosistem yang terintegrasi, sehingga perusahaan-perusahaan bisa mendapatkan pilihan partner yang telah berkolaborasi dengan OnlinePajak. “Ini untuk memperluas bisnis perpajakan dan bisnis perusahaan. Setiap partner yang bergabung dalam PajakPartner dapat fokus pada bisnisnya masing-masing,” tukas Charles.

Sementara, lanjut Charles, melalui PajakPartner bisa berkolaborasi dengan partner lainnya maupun dengan OnlinePajak. Dengan begitu, dapat membantu melengkapi solusi yang dibutuhkan dalam menjalankan proses operasional perusahaan. “Sekaligus, pemenuhan kepatuhan perpajakan,” jelas Charles Guinot.
 
OnlinePajak menyadari bahwa bisnis membutuhkan sebuah platform terintegrasi sebagai wadah yang dapat menambah jaringan pelanggan, sehingga bisnis dapat berkembang pesat dan menghasilkan profit. Demi memajukan pertumbuhan perekonomian, sistem perpajakan, dan meningkatkan kepatuhan pajak, OnlinePajak juga merasa perlu adanya kolaborasi yang selaras antara OnlinePajak, partner, dan pemerintah.

“Platform ini adalah salah satu jalan untuk memperlancar usaha dan memperkuat akuntabilitas perusahaan,” kata Charles.

Kehadiran PajakPartner sebagai sebuah ekosistem yang mengumpulkan berbagai profesional perpajakan, dan perusahaan penyedia solusi bisnis administrasi seperti sofware HR, akuntansi dan ERP, lembaga jasa keuangan dan e-Commerce. Sudah barang tentu, PajakPartner ini dapat menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. “Agar lebih fokus dalam melakukan kegiatan bisnis,” tuturya.

Lebih jauh dijelaskan, aplikasi ini dapat diakses melalui halaman website PajakPartner (www.online-pajak.com/id/partners). Para partner yang tergabung di dalam PajakPartner diajak untuk terhubung dengan ekosistem OnlinePajak yang terintegrasi demi menciptakan banyak peluang baru. “Terutama dalam menambah jaringan pelanggan dan pengembangan bisnis tanpa batas,” urai Charles.

Partner yang bergabung juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan ratusan ribu pengguna aplikasi OnlinePajak maupun pengguna internet yang membutuhkan solusi bisnis. Sebagai perusahaan teknologi terdepan dan berpengalaman, antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface/API) OnlinePajak telah teruji dan mudah diintegrasikan.

“Sehingga, setiap partner cukup memfokuskan diri pada bisnis utama dan menyerahkan segala urusan teknologi administrasi perpajakan yang cukup kompleks kepada OnlinePajak,” katanya.

Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah pajak yang dikelola oleh OnlinePajak,  Charles kembali menegaskan, visi yang diusung OnlinePajak akan tetap sama, yaitu terus berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik lagi melalui peningkatan penerimaan pajak. OnlinePajak juga senantiasa membantu perusahaan mengurangi beban administrasi.

“Hadirnya PajakPartner merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut. Seperti diketahui, OnlinePajak berhasil mengelola Rp 43 triliun di 2017,” ingatnya. (ms/sa)

2018 Luncurkan Advan G2

Jakarta, Expostnews.com - Telepon pintar asal Indonesia, Advan, mampu mengungguli pesaingnya yang dikenal sebagai produk terlaris di kelasnya. Buktinya, otentisitas yang dibeber International Data Corporation (IDC) menampakkan kenyataan, bahwa Advan satu-satunya brand dalam negeri yang mampu bersaing dengan merek global lainnya, seperti Samsung dan Oppo.

“Terlebih lagi, kebanggaan ini dirasakan, karena Advan berhasil mengalahkan raksasa Eropa, ASUS, dan raksasa dari China, dengan produknya Xiaomi, Vivo, dan Lenovo,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, Jumat (22/12/2017).

Bukti lain yang dipaparkan, pada kuartal 2 dan 3 tahun 2017, Advan berhasil masuk dalam jajaran TOP 3 Best Smartphone di Indonesia. Lampiran data resmi yang dilansir IDC tersebut, semakin menunjukkan, telepon pintar Advan paling laris dan menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat indonesia. “Advan sangat bangga atas pengakuan yang diberikan IDC,” tuturnya.

Mengingat, lanjut Tjandra, Advan menjadi satu-satunya brand asal Indonesia yang terus bersaing dengan merek smartphone internasional lainnya. Apalagi, smartphone Advan selalu dirasa paling sesuai menawarkan spesifikasi dan harga yang value for money.

“Advan juga menawarkan segudang fitur menarik. Yang pasti, spesifikasi mumpuni yang dimiliki Advan selalu menginspirasi para penggunanya,” yakin Tjandra.

Pembuktian TOP 3 Best Smartphone menjadi petunjuk bagi konsumen yang ingin mengganti atau membeli smartphone baru. Benefit yang diberikan melalui spesifikasi dan harga yang berimbang ini sangat menentukan keputusan konsumen dalam membeli sebuah smartphone.

“Ini untuk menghindari pembelian smartphone yang overpriced. Strategi inilah yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia merasa, bahwa Advan paling pas dan menjadi smartphone pilihannya,” sambung Hasnul Suhaimi selaku Advan Business Management Advisor.

Ia menyatakan, kunci sukses ini tak lepas dari kemajuan produk Advan yang sangat signifikan, seperti pada smartphone i5C plus, G1, G1 Pro, dan A8. Dengan kata lain, smartphone Advan telah bertransformasi dalam semua aspek seperti yang dimiliki telepon pintar kelas global.

“Mulai dari chipset, kamera, audio, baterai, IDOS,  material berkualitas tinggi dan desain produk yang semakin elegan dan relevan dengan generasi muda sekarang ini,” tukas Hasnul mengomentari kelebihan Advan.

Dari semua itu keunikan tersebut, kata Hasnul, iAdvan terletak pada sekuriti teknologi dan fitur melalui Advan secure. Dengan hadirnya Advan secure, memastikan Advan merupakan smartphone pertama di Indonesia yang menawarkan berbagai kecanggihan fitur keamanan.

“Tentu saja, keamanan yang dapat melindungi privasi penggunanya, dari berbagai risiko kehilangan maupun pencurian data dan smartphone,” tuturnya.

Bahkan, kata Hasnul, gerak lincah Advan dalam mengkomunikasikan brand-nya dengan cara menjadikan aspirasi orang-orang untuk melakukan yang terhebat dan menjadi lebih baik. Melalui spirit ‘Do Great, Make Better’, Advan mendukung orang-orang hebat yang menjadi aspirasinya, terutama bagi generasi millennials di Indonesia.

“Dengan cara, turut serta dalam acara Indonesian Idol, X-Factor, The Rising Star, dan Miss Indonesia. Semua itu, kami lakukan karena peserta berprestasi ini akan sangat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” ujar Hasnul.

Bukan hanya itu, ikon anak muda yang menginspirasi, seperti Natasha Wilona dan Verrel Bramasta, hingga grup musik Gamaliel Audrey Cantika (GAC) yang menjadi brand ambassador Advan, terus-menerus menyuarakan semangat Advan melalui karya-karya yang menginspirasi. “Hasilnya, Natasha Wilona terpilih menjadi The Best Brand Ambassador mewakili Advan di ajang kompetisi e-commerce terbesar di Indonesia, Lazada.co.id,” tukas Hasnul.

Menyinggung tahun 2018, Hasnul mengungkapkan, Advan terus menghadirkan smartphone berkualitas, layaknya seri G terbaru yang dilebeli Advan G2. Produk terbaru yang dikeluarkan Advan ini memiliki teknologi kamera depan yang membuat hasil foto terlihat lebih detail dan tajam. “Sehingga, para selfie lover dapat menikmati hasil foto ‘Selfie in Detail’,” tambah Hasnul.

Namun, kata Hasnul, tidak hanya selfie saja yang memiliki teknologi, melainkan Advan G2 juga mempunyai segudang spesifikasi yang sangat bersaing dengan smartphone global lainnya. Strategi Advan yang selalu mengeluarkan produk paling layak dan sesuai untuk masyarakat Indonesia ini, membuat Advan G2 digadang-gadang akan menjadi ‘The Next Most Anticipated Smartphone’ di tahun 2018. “Keunggulan lainnya adalah, harga yang jauh lebih terjangkau,” jamin Hasnul. (sa/ms/ad)

Penyempurnaan Smartcops 

Surabaya, Expostnews.com – Anggota Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Perak dipastikan, tidak ada yang lepas dinas saat diterapkannya aplikasi layanan pelaporan masyarakat, I-Pol. Bahkan, sistem berbasis teknologi informasi (TI) yang baru saja dilaunching, Selasa (7/11/2017) ini mewajibkan anggota bertindak cepat dan responsif, sejak pengaduan tindak pidana dari masyarakat masuk ke sistem yang memiliki nama panjang, Indonesia Police tersebut.

“Anggota wajib datang ke tempat kejadian perkara dalam waktu kurang dari lima menit. Saya juga pastikan, tidak ada anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang lepas dinas,” tandas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno disela peluncuran layanan masyarakat berplatform android ini di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (7/11/2017).

Ronny mengatakan, penyempurnaan dari aplikasi yang nyaris serupa, Smartcops ini, diyakini tidak sebatas pelaporan kejadian saja. Menurutnya, I-Pol ini jauh lebih aplikatif dan didukung otentisitas data pelapor dan pelaporan kejadian yang sedang terjadi.

“Petugas di Command Center nanti akan melihat, siapa anggota polisi yang terdekat dengan lokasi kejadian seperti yang masuk dalam data pelaporan. Seketika itu juga, polisi langsung mengkroscek kenyataan laporan kejadian yang masuk,” papar Ronny.

Apa beda dengan Smartcops? Ronny meyakinkan, keunggulan dari I-Pol ini sudah dilengkapi dengan fasilitas pengaduan resmi, dan tidak seperti yang selama ini terlihat, masyarakat yang mengadu harus datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Kalau aplikasi Smartcops, hanya memudahkan masyarakat untuk melapor kejadian yang membutuhkan layanan polisi. Kalau I-Pol sudah dilengkapi dengan fasilitas pengaduan resmi. Itu bedanya, meski sama-sama berbasis android,” ingat Arek Suroboyo dengan dua melati di pundak ini.

Namun, Ronny mengingatkan, untuk sementara, aplikasi layanan I-Pol ini masih diterapkan internal di lingkungan dan wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ia berjanji, akan meneruskan sesuai kebutuhan pelaporan masyarakat, jika memang laporan yang masuk melalui unduhan I-Pol tersebut berada di luar wilayah hukum Polres Tanjung Perak.

“Tidak masalah. Tetap kami tampung laporannya. Selanjutnya, personel kami yang juga siaga di layanan telepon 112 akan meneruskan sesuai kebutuhannya. Apakah ke Polrestabes Surabaya atau kepolisian di wilayah hukum lainnya,” jelas Ronny.

Ia berharap, penerapan I-Pol semakin mempermudah masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi. Sistem kerja aplikasi ini menerima pelaporan masyarakat melalui Command Center di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Gratis. Silakan unduh programnya di telepon pintar. Tinggal pencet kalau ada kebutuhan masyarakat terhadap masalah keamanan. Di I-Pol, juga disertakan fitur layanan yang menyesuaikan kebutuhan, seperti laporan kejadian kecelakaan, pembunuhan, dan lain sebagainya,” kata Ronny. (nip/sa/ms)

Pasuruan, Expostnews.com – Amazing, atau mungkin bisa disebut gagasan menatap masa depan bagi Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Surabaya di Tanjung Perak setelah bangunan Stasiun Radio Pantai (SROP) di Pasuruan, Jawa Timur resmi dioperasikan, Kamis (7/9/2017). Penyatuan pola pembauran hingga menjadi satu kesatuan utuh yang sempat menjadi angan ini, terwujud melalui integrasi sistem yang memiliki daya jangkau lebih luas dan mutakhir dalam satu titik pengoperasian.

“Radio Pantai ini mengintegrasi dan terintegrasi dengan dua sarana bantu navigasi pelayaran lainnya di Menara Suar Tanjung Awar-awar Tuban, Menara Suar Karang Jamuang, dan termasuk SROP di Pasuruan sendiri,” cetus Direktur Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ir. I Nyoman. Sukayadnya dikonfirmasi usai meresmikan operasional gedung Stasiun Radio Pantai (SROP) di Pasuruan, Kamis (7/9/2017).

Diakui, upaya menyatukan sistem kendali sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) untuk mendukung dunia pelayaran tersebut telah lama terencana. Boleh dibilang, ‘Ide gila’ yang termodulasi dalam sistem mutakhir ini turut mengintegrasi sosial dan mampu menyesuaikan unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat.

“Sehingga mampu memberi manfaat unsur lainnya di lingkungan kemaritiman secara luas, termasuk menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi dengan kearifan lokal dan potensinya,” tutur Nyoman, sapaan akrabnya.

Gedung SROP di Pasuruan ini, ungkap Nyoman, merupakan yang pertama dalam sistem kenavigasian di Indonesia. Selanjutnya, ide pemanfaatan secara maksimal, efektif dan efisien untuk kepentingan yang lebih luas tersebut, akan dibangun di Tanjung Balai Karimun (TBK).

“Hanya dengan Rp 4,7 miliar yang kami alokasikan bisa menyelesaikan dua sarana keselamatan pelayaran. Kami juga berharap, pemanfaatan SROP di Pasuruan ini akan mendukung pengembangan pelabuhan Pasuruan secara optimal,” harapnya usai menandatangani 3 prasasti menara suar dan SROP Pasuruan.

Nyoman juga menyebut, dukungan PT Pelindo III dan pemerintah daerah setempat terhadap penyelesaian pembangunan SROP di Pasuruan tersebut memang sangat besar. Hal ini tidak lain demi terlaksananya kepentingan daerah untuk memajukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah.

“Bagaimana tidak, perizinan yang seharusnya 3 bulan, ternyata bisa selesai dalam waktu 5 hari. Ini semua karena niat yang kuat dan ingat pada Tuhan serta tunduk pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, saya sangat berterima kasih pada pihak yang terkait, seperti Wali Kota Pasuruan, terutama Gubernur Jawa Timur, Bapak Soekarwo,” tutur mantan Kadisnav Kelas I Surabaya ini.

Sementara, Wali Kota Pasuruan, Setiyono mengatakan, berdirinya SROP milik Disnav Kelas I Surabaya ini, menjadi awal yang baik bagi Pemkot untuk merintis kejayaan Pasuruan di masa lampau. Dengan berbagai kajian, Wali Kota yang berkeinginan membangun sekolah pelayaran ini, juga berniat menghidupkan dan menyatukan kultur berbeda di Pasuruan melalui potensinya. “Karena di Pasuruan ini ada dua wilayah yang berbeda kultur. Batasnya, ban sepur (rel KA,red). Lor ban sepur dan kidul ban sepur (utara rel KA dan selatan rel KA, red),” ujar Walikota.

Selain itu, pengoperasian SROP di Pasuruan yang terintegrasi ini akan mendukung pengembangan Kota Pasuruan, termasuk destinasi wisatanya. Bahkan, kata Setiyono, Kota Pusaka, sebutan Pasuruan yang sejak lampau dikenal dengan industri gula dan pelabuhannya itu bisa berkembang pesat dan semakin maju.

“Saya akan siapkan lahan 3,5 hektare untuk pembangunan TPI (tempat pelelangan ikan, red), sekaligus membangun lokasi wisata di sekitar pelabuhan yang dulu disebut dengan Pelabuhan Tembikar, yang sangat berhubungan dengan Semarang,” ingatnya. (sa/ms)

Perlu Pencerahan IT 

Surabaya, Expostnews.com – Platform sistem informasi pelayanan jasa pelabuhan berbasis online diketahui belum meluas penerapannya ke seluruh pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Data yang diperoleh menyebut, baru 6 dari 43 pelabuhan cabang yang dikelola Pelindo III yang sudah menerapkan aplikasi Integrated Billing System (IBS) yang diklaim memudahkan para pengguna jasa kepelabuhanan tersebut.

“Tapi, di awal tahun 2017, Pelindo III Tanjung Wangi sudah menginformasikan adanya sistem IBS iin kepada para pengguna jasa,” tandas General Manager Pelindo III Tanjung Wangi, Edy Sulaksono yang baru saja mensosialisasikan IBS, Selasa (18/7/2017) lalu.

Berdasar data tersebut, enam pelabuhan cabang Pelindo III yang telah menerapkan sistem IBS adalah, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang, Gresik, Banjarmasin, Celukan Bawang dan terakhir Pelabuhan Tanjung Wangi. Sedangkan di Tanjung Perak, sistem IBS tersebut sudah diterapkan sejak November 2016. “Pelindo III menargetkan aplikasi IBS diterapkan di seluruh pelabuhannya akhir tahun 2017,” kata Edy.

Sementara, Fahmi Akbar Saputra dari Direktorat Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat Pelindo III mengaku, ada beberapa tantangan dalam penerapan sistem IBS. Sesuai pengalamannya di beberapa pelabuhan cabang Pelindo III yang sudah menerapkan sistem tanpa tatap muka tersebut, pihak IT Pelindo III butuh effort lebih untuk mengedukasi pengguna jasa dengan pencerahan IT.

“Begitu juga dengan sulitnya koneksi jaringan di pelabuhan kecil yang jauh dari kota besar, jauhnya jarak pelabuhan menuju Bank/ATM, pengguna jasa terutama cabang kecil belum familiar dengan teknologi. Itu tantangannya,” cetus Fahmi.

Bahkan, urai Fahmi, di Pelabuhan Celukan Bawang (Bali) terdapat pengguna jasa yang belum pernah menggunakan komputer. Menurutnya, pengguna jasa yang baru menggunakan aplikasi tersebut, merasa sedikit direpotkan dengan sistem mutakhir tersebut. “Karena harus memasukkan data yang mereka butuhkan sendiri ke dalam sistem IBS,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, lanjut Fahmi, telah disiapkan tim khusus pendampingan implementasi aplikasi IBS untuk para pengguna jasa Pelindo III. Pendampingan IT ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu (19/7/2017) hingga Jumat (21/7/2017).

“Pendampingan awal dibuatkan forum di media sosial WA (Whatsapp, red). Di dalam forum itu diikuti para pengguna jasa, Pelindo III dan tim IT Kantor Pusat Pelindo III,” tuturnya. (ms/sa/hum)

Surabaya, Expostnews.com – Dua kamera belakang yang didesain cukup mewah sengaja ditanamkan Axioo pada smartphone terbarunya, Venge 2. Kehadiran dua kamera belakang besutan Sony tersebut mampu menangkap secara bersamaan informasi warna objek layaknya kamera SLR.

“Paduan dua kamera ini membantu menciptakan sebuah gambar lebih nyata dengan efek real-time blurring, sehingga gambar terasa 3D seperti terlihat dari mata kita,” tutur Samuel Lawrence, CEO Axioo Indonesia, Jumat (9/6/2017).

Menurutnya, komposisi warna dari foto hasil ‘jepretan’ dua kamera belakang Axioo Venge 2 tersebut terlihat lebih cemerlang dan tidak dimiliki smartphone lain di kelasnya. Kemampuan dua kamera belakang itu terpadu hingga menghasilkan gambar yang fokus dan tajam seperti pada kamera primer yang beresolusi 13 megapixel. “Sedangkan, kamera sekunder dengan resolusi 2 megapixel dapat mengukur jarak antara objek satu dengan lainnya atau Depth of Field (DOF),” kata Samuel.

Dijelaskan, teknologi DOF pada kamera belakang memungkinkan Venge 2 melakukan ‘real-time hardware level blurring effect’ atau biasa disebut efek ‘bokeh’. Efek ini untuk membuat blur area di sekitar objek utama yang sebelumnya hanya bisa dihasilkan dengan menggunakan kamera SLR.

“Dengan Venge 2, pengguna dapat dengan mudah menciptakan efek bokeh semudah mengambil foto biasa tanpa memerlukan keahlian khusus atau tambahan aplikasi,” sambung Sr. Reg Branch Manager Area Indonesia Timur, Umayya.

Ia menuturkan, Axioo Venge 2 yang ditarget akhir tahun bisa terjual 1 juta – 2,5 juta unit dengan market share secara nasional sampai akhir tahun sebesar 18% ini sangat pas bagi pecinta selfie. Menyambut Idul Fitri 1438 H ini, Axioo Venge 2 menghadirkan kamera depan beresolusi 5 megapixel yang dilengkapi fitur LED Flash, sangat berguna untuk menghasilkan foto berkualitas prima meski dalam keadaan redup cahaya.

“Venge 2 menjadikan foto tidak sebatas dokumentasi, melainkan lebih artistik dan berkualitas. Axioo menjawab kebutuhan fotografi ponsel yang semakin meluas ini dengan menghadirkan Venge 2,” katanya disela launching Axioo Venge 2 di Surabaya, Kamis (8/6/2017).

Sementara, Marketing Manager Axioo Indonesia, Windi Tri Isworo menambahkan, hasil tangkapan kamera ditampilkan dengan sempurna pada layar Venge 2 berkat pemanfaatan teknologi IPS Full Lamination. Teknologi ini memungkinkan tingkat akurasi tinggi dalam warna, kualitas gambar yang tajam dan sudut pandang yang lebar, bahkan pada sudut pandang hingga 178 derajat.

“Slim bezel pada layar Venge 2 juga membuat screen body ratio layar terlihat lebar, ramping dan menarik. Apalagi dengan layar berukuran 5.5 inch dengan resolusi Full HD 1920 x 1080 semakin menunjang kualitas gambar yang dihasilkan,” jelas Windi.

Windi juga mengungkapkan, Axioo Venge 2 dibekali RAM 2GB dan memori penyimpanan seluas 16 GB yang dapat diperbesar dengan eksternal memory Micro SD. Smartphone kamera yang setara SLR dengan banderol terjangkau Rp 1.999.000 ini, sambung Windi, ditenagai prosesor Quad-Core MT6737T berkecepatan 1.5 Ghz. “Sehingga, sangat mumpuni untuk bermain game-game terbaru secara lancar. Axioo Venge 2 juga mengaplikasikan sensor fingerprint sebagai pengaman yang diletakkan di bagian belakang body,” tuturnya. (sa/ms)

Diumumkan 'The Most Valuable Brands 2017’ Forbes

Jakarta, Expostnews.com – Huawei, kini menyandang sebagai pemegang peringkat merek dengan nilai tertinggi di dunia. Huawei berhasil menembus daftar bergengsi di urutan ke-88 dengan nilai merek sebesar USD 7,3 miliar atau setara dengan Rp 98,6 triliun.

“Nilai ini naik sebesar 9 persen jika dibandingkan tahun lalu. Pengumuman ini secara resmi dilansir Forbes dalam daftar ‘The Most Valuable Brands 2017’,” tukas Adytia Raflein, Marketing & Public Relations Manager Consumer Business Group PT Huawei Tech Investment, Rabu (7/6/2017).

Dijelaskan, berkat pengakuan merek Huawei oleh konsumen di seluruh dunia itu, Huawei mampu menjadi salah satu pemain unggul di industri teknologi dengan pertumbuhan pesat di tahun 2016. Di awal 2017, Huawei semakin membuktikan dengan komitmen jumlah pengapalan unit smartphone yang tumbuh secara stabil.

“Berdasarkan data dari lembaga penelitian ternama seperti IDC, SA, dan Trendforce, jumlah pengapalan unit smartphone Huawei menduduki peringkat ke-3 di dunia dan peringkat pertama di Tiongkok, serta mempertahankan posisi untuk segmen teratas di pasar internasional,” paparnya.

Dengan didukung inovasi desain terbaik pada seri P dan Mate, lanjut Adytia, Huawei mampu mempengaruhi segmen kelas atas. Selain itu, Huawei P9 dan P9 Plus berhasil terjual sebanyak lebih dari 12 juta unit di seluruh dunia, hingga menjadikan Huawei sebagai smartphone flagship pertama yang berhasil terjual lebih dari 10 juta unit.

“Seri terbaru Huawei, P10 telah dirilis resmi secara global, berkolaborasi dengan Pantone sebagai otoritas warna terbaik di dunia, dengan menghadirkan warna Greenery yang disambut dengan antusias oleh konsumen dunia,” aku Adytia.

Menurutnya, terplihnya Huawei setelah Forbes memilih 100 merek dengan nilai tertinggi setiap tahunnya dari lebih 200 merek internasional di seluruh dunia. Tahun ini, 100 merek yang berhasil masuk ke dalam daftar bergengsi tersebut berasal dari 15 negara dengan 56 kursi yang dikuasai merek-merek asal Amerika Serikat. “Seperti, merek-merek dari Jerman, Perancis, dan Jepang. Mereka turut menguasai daftar bergengsi ini dengan jumlah masing-masing 11, 7, dan 6 kursi,” papar Adytia.

Lebih jauh diungkapkan, dalam pengembangan merek, Huawei berintegrasi dengan berbagai pemasar kelas dunia untuk membuat berbagai inovasi rencana pemasaran terbaik. Setelah resmi meluncurkan Huawei P10, Huawei menjalin kerjasama dengan VOGUE, majalah fesyen ternama dunia, dan meluncurkan kampanye reproduce iconic photos dengan mengguanakan varian P10. “Yang sudah pasti, secara kualitas dari foto Leica Portrait menjadi fokus utama dari Huawei P10,” katanya.

Bukan hanya itu, Huawei juga menjalin kerjasama dengan Saatchi Gallery dalam menggelar pameran foto-foto selfie ke tingkatan yang lebih tinggi dengan mengangkat tema ‘From Selfie to Self Expression’. Berbagai acara global ini tidak hanya mentransmisikan konsep merek Huawei, namun juga menghubungkan Huawei dengan gaya hidup dan emosi para konsumen. “Sekaligus, menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan konsumen global,” tutur Adytia.

Peningkatan pengaruh merek Huawei telah diakui oleh beberapa institusi ternama di dunia. Selain menempati salah satu merek dengan nilai tertinggi di daftar ’The Most Valuable Brand 2017’ dari Forbes, Huawei juga terpilih dalam berbagai daftar-daftar bergengsi untuk merek terbarik lainnya.

“Bahkan, Oktober 2016, Huawei menempati posisi ke-72 dari daftar 100 merek terbaik di dunia keluaran Interbrand,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Adytia, hal ini menempatkan Huawei sebagai perusahaan teknologi pertama yang melakukan lompatan drastis dalam peringkat daftar tersebut. Huawei juga menempati posisi ke-40 dari daftar ‘Global 500’ untuk merek-merek dengan nilai tertinggi di tahun 2017. “Artinya, Huawei naik 7 posisi dari tahun 2016,” singkatnya.

Tanpa diragukan lagi, teknologi menjadi industri yang berhasil menyumbangkan merek dengan nilai tertingi dan paling banyak di dalam daftar merek dunia dengan jumlah 18 kursi. Di antara 15 peringkat pertama, 9 posisi ditempati perusahaan teknologi, dan Apple masih menduduki posisi nomor 1 selama 7 tahun berturut-turut.

“Industri lainnya yang ikut ambil bagian dengan banyak posisi di dalam daftar ini adalah industri perbankan dengan 13 kursi,” ulas Adytia dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi Expostnews.com.

Selanjutnya, kata Adytia, American Express menjadi merek dengan posisi tertinggi di dalam kategori tersebut. Apalagi, setelah mengukir nilai merek sebesar USD 24,5 miliar atau setara dengan Rp 330,7 triliun di posisi ke-22. “Termasuk, industri fast moving consumer goods atau FMCG menyumbangkan 12 kursi, dengan posisi tertinggi di dalam kategori tersebut ditempati Gillete setelah mengukir nilai merek sebesar USD 19,2 miliar atau setara Rp 259,2 triliun di posisi ke-28,” paparnya. (sa/ms/hwi)

Kontras Tak Tertandingi

Jakarta, Expostnews.com - Dunia High Dynamic Range (HDR) telah berkembang pesat, dengan munculnya layanan video streaming, Blu-ray UHD 4K, apalagi baru-baru ini dengan game PlayStation®4. Artinya, teknik proses gambar yang akurat sekarang ini memainkan peran penting dalam memberikan gambar yang memesona sesuai dengan tujuan para pembuat film atau pengembang game lebih daripada sebelumnya.

“TV BraviaTM terbaru yang dikenalkan Sony Indonesia ini memanfaatkan konten 4K HDR secara maksimal,” jelas Geraldo Sientoro dari Sony Indonesia, Jumat (26/5/2017).

Televisi model terbaru Sony Bravia TV 2017 yang mulai tersedia Juni 2017 ini, kata Geraldo, memiliki teknologi kombinasi processor dan teknologi display yang unik untuk pemrosesan gambar. Menurutnya, prosesor HDR 4K X1 ™ Extreme dari seri Z andalan Sony telah mendapat banyak pujian, karena kemampuannya untuk menghasilkan gambar dengan tekstur, kedalaman, warna, dan kontras yang luar biasa, membawa lompatan signifikan ke dimensi HDR.

“Dengan dua seri TV terbarunya, Sony memperkenalkan kekuatan 4K HDR Processor X1 ™ Extreme kepada khalayak yang lebih luas,” tuturnya.

Bersamaan dengan prosesor X1 Extreme, seri X9000E yang baru menampilkan Slim Backlight Drive +, teknologi backlight LED yang telah disempurnakan memungkinkan kontrol peredupan yang lebih tepat dan akurat dibandingkan dengan Slim Backlight Drive. Dengan struktur LED quad-edge dan teknologi peredupan dan X-tended Dynamic Range ™ PRO, televisi ini menyajikan tingkat kecerahan superior dan kontras yang luar biasa.

“Yang sudah barang tentu menghasilkan kontras XDR[1] 10 kali lipat dari TV LED konvensional,” ujarnya.

Diuraikan, Seri X9000E yang baru juga didukung Dolby Vision™, format HDR dari Dolby Laboratories, yang ketika dikombinasikan dengan teknologi unik Sony akan semakin memperkaya pengalaman menonton. Sony Indonesia juga mengumumkan rangkaian tambahan HDR 4K dan HDR Full-HD akan dipasarkan pada tahun 2017.

“Semua itu menggabungkan teknologi eksklusif milik Sony termasuk prosesor X1 HDR 4K yang baru dikembangkan (hanya seri X9000E dan X8500E) untuk memberikan kualitas gambar yang terdepan di industri,” papar Geraldo.

Bahkan, kata Geraldo, Sony secara terus-menerus memperkenalkan hal baru kepada pelanggan. Caranya, memperkaya ekspresi visual dengan menggabungkan campuran teknologi display yang kuat. “Ditambah teknologi image processing,” jelasnya. (sa/ms/red)

Ini Model TV Sony Terbaru dan Fitur Utama :

-    Seri X9000E (Model Kelas 65” dan 55”) 4K HDR TV

•         Fitur Prosesor X1 HDR 4K, mereproduksi lebih dalam, tekstur dan warna natural dengan teknologi Object-based HDR remaster dan Super Bit Mapping 4K HDR.

•         X-tended Dynamic Range™ PRO meningkatkan konten HDR dan non-HDR dengan meningkatkan dan meredupkan tingkat backlight secara tepat untuk setiap zona layar dengan teknologi backlighting yang unik (5 kali kontras XDR).

•         Fitur warna yang cerah dan diperluas dengan TRILUMINOS™ Display, yang disempurnakan lebih lanjut untuk akurasi warna.

•         Menggunakan 4K X-Reality ™ PRO untuk menghasilkan detail yang menakjubkan dengan algoritme unik database pembuatan realitas Sony untuk konten apa pun, seperti siaran TV, DVD, Blu-ray Disc, video Internet dan foto digital.

•         Android TV memungkinkan Anda menjelajahi dunia film, musik, foto, permainan, penelusuran, aplikasi, dan lainnya. Voice Search untuk menemukan konten, mengajukan pertanyaan dan mengendalikan TV Anda. Dengan Chromecast terpasang, Anda dapat dengan mudah mengirim konten dari ponsel cerdas atau tablet ke TV. Dengan akses ke Google Play™, Anda dapat menikmati apa yang Anda sukai di ponsel cerdas atau tablet, dari TV.

•         Content Bar user interface eksklusif dari Sony memungkinkan Anda menjelajah konten dengan mudah dan intuitif tanpa mengganggu tampilan TV Anda.

•         HDR kompatibel untuk menerima dan memproses sinyal standar video baru dengan kecerahan tinggi, kontras yang lebih tinggi, dan warna yang lebih hidup melalui layanan video Internet, HDMI dan port USB.

 
-    Seri X8500E (Model kelas 65” dan 75”) 4K HDR TV

•         Fitur Prosesor X1 HDR 4K, mereproduksi lebih dalam, tekstur dan warna natural dengan teknologi Object-based HDR remaster dan Super Bit Mapping 4K HDR.

•         Fitur warna yang cerah dan diperluas dengan TRILUMINOS™ Display, yang disempurnakan lebih lanjut untuk akurasi warna.

•         Menggunakan 4K X-Reality ™ PRO untuk menghasilkan detail yang menakjubkan dengan algoritme unik database pembuatan realitas Sony untuk konten apa pun, seperti siaran TV, DVD, Blu-ray Disc, video Internet dan foto digital.

•         Desain ultra ramping dilengkapi dengan desain belakang yang rapi dan pengaturan kabel yang bersih untuk pemasangan di atas meja.

•         Android TV memungkinkan Anda menjelajahi dunia film, musik, foto, permainan, penelusuran, aplikasi, dan lainnya. Voice Search untuk menemukan konten, mengajukan pertanyaan dan mengendalikan TV Anda. Dengan Chromecast terpasang, Anda dapat dengan mudah mengirim konten dari ponsel cerdas atau tablet ke TV. Dengan akses ke Google Play™, Anda dapat menikmati apa yang Anda sukai di ponsel cerdas atau tablet, dari TV.

•         Content Bar user interface eksklusif dari Sony memungkinkan Anda menjelajah konten dengan mudah dan intuitif tanpa mengganggu tampilan TV Anda.

•         HDR kompatibel untuk menerima dan memproses sinyal standar video baru dengan kecerahan tinggi, kontras yang lebih tinggi, dan warna yang lebih hidup melalui layanan video Internet, HDMI dan port USB.


-    Seri X8000E (Model kelas 55” dan 49”) 4K HDR TV

•         Fitur warna yang cerah dan diperluas dengan TRILUMINOS™ Display, yang disempurnakan lebih lanjut untuk akurasi warna.

•         Menggunakan 4K X-Reality ™ PRO untuk menghasilkan detail yang menakjubkan dengan algoritme unik database pembuatan realitas Sony untuk konten apa pun, seperti siaran TV, DVD, Blu-ray Disc, video Internet, dan foto digital.

•         Faktor bentuk ultra ramping dilengkapi dengan desain belakang yang rapi dan pengaturan kabel yang bersih untuk pemasangan di atas meja.

•         Android TV memungkinkan Anda menjelajahi dunia film, musik, foto, permainan, penelusuran, aplikasi, dan lainnya. Voice Search untuk menemukan konten, mengajukan pertanyaan dan mengendalikan TV Anda. Dengan Chromecast terpasang, Anda dapat dengan mudah mengirim konten dari ponsel cerdas atau tablet ke TV. Dengan akses ke Google Play™, Anda dapat menikmati apa yang disukai di ponsel cerdas atau tablet, dari TV.

•         Content Bar user interface eksklusif dari Sony memungkinkan Anda menjelajah konten dengan mudah dan intuitif tanpa mengganggu tampilan TV Anda.

•         HDR kompatibel untuk menerima dan memproses sinyal standar video baru dengan kecerahan tinggi, kontras yang lebih tinggi dan warna yang lebih hidup melalui layanan video Internet, HDMI dan port USB.

 
-    Seri X7000E (Model kelas 65”, 55”, 49” dan 43”) 4K HDR TV

•         Internet TV

•         Fitur warna yang cerah dan diperluas dengan TRILUMINOS™ Display, yang disempurnakan lebih lanjut untuk akurasi warna.

•         Menggunakan 4K X-Reality ™ PRO untuk menghasilkan detail yang menakjubkan dengan algoritme unik database pembuatan realitas Sony untuk konten apa pun, seperti siaran TV, DVD, Blu-ray Disc, video Internet, dan foto digital.

•         Faktor bentuk ultra ramping dilengkapi dengan desain belakang yang rapi dan pengaturan kabel yang bersih untuk pemasangan di atas meja.

•         Android TV memungkinkan Anda menjelajahi dunia film, musik, foto, permainan, penelusuran, aplikasi, dan lainnya. Voice Search untuk menemukan konten, mengajukan pertanyaan dan mengendalikan TV Anda. Dengan Chromecast terpasang, Anda dapat dengan mudah mengirim konten dari ponsel cerdas atau tablet ke TV. Dengan akses ke Google Play™, Anda dapat menikmati apa yang disukai di ponsel cerdas atau tablet, dari TV.

•         Content Bar user interface eksklusif dari Sony memungkinkan Anda menjelajah konten dengan mudah dan intuitif tanpa mengganggu tampilan TV Anda.

•         HDR kompatibel untuk menerima dan memproses sinyal standar video baru dengan kecerahan tinggi, kontras yang lebih tinggi dan warna yang lebih hidup melalui layanan video Internet, HDMI dan port USB.


-    Seri W660E (Model kelas 49” dan 40”) Full HD HDR TV

•         Fitur warna yang cerah dan diperluas dengan TRILUMINOS™ Display, yang disempurnakan lebih lanjut untuk akurasi warna.

•         Menggunakan 4K X-Reality ™ PRO untuk menghasilkan detail yang menakjubkan dengan algoritme unik database pembuatan realitas Sony untuk konten apa pun, seperti siaran TV, DVD, Blu-ray Disc, video Internet dan foto digital.

•         Lekukan indah dan tampilan ramping yang elegan datang dengan pengaturan kabel yang rapih agar kabel tidak terlihat.

•         Memperkenalkan ClearAudio+, yang secara otomatis memberikan pengaturan suara untuk pengalaman mendengarkan yang kaya.

•         Mendukung layanan video Internet besar seperti YouTube dan Netflix[2] untuk menikmati konten video secara mudah dengan built-in Wi-Fi®.

•         HDR kompatibel untuk menerima dan memproses sinyal standar video baru dengan kecerahan tinggi, kontras yang lebih tinggi dan warna yang lebih hidup melalui layanan video Internet, HDMI, dan port USB. Mendukung format HDR Dolby Vision™.

Sumber : Sony Indonesia

Page 1 of 9