Breaking News
Time: 6:35

Biopori, Teknologi Sederhana Lenyapkan Banjir

Friday, 01 May 2015 18:41
Banjir di perkotaan (ilustrasi) Banjir di perkotaan (ilustrasi)

Limpahan banjir yang kadang tidak bisa diprediksi ancamannya, adalah satu dari beberapa masalah lingkungan yang patut menjadi perhatian. Untuk itu, penting kiranya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang tetap berkualitas dengan tingkat ketersediaan air yang juga terjaga kebersihannya.

Surabaya, Exspost.com – Cara paling mujarab yang kini menjadi solusi paling jitu mengatasi masalah lingkungan, termasuk banjir dan terjaganya kualitas air bersih adalah menambah resapan. Sebab, semakin berkembangnya komunitas manusia dengan segala kebutuhannya, hampir melupakan faktor resapan air yang kini kian menyempit.

Ada teknologi sederhana, tapi cukup efektif mengendalikan resapan air tanpa merusak kelestarian lingkungan, yang kini dikembangkan. Metode yang disebut Biopori itu, mampu menjaga ketersediaan air tanah dengan kualitas lingkungan yang diyakini bisa menghindari genangan atau banjir.

Menurut Ulika Triyoga, peningkatan daya resap air pada tanah atau Biopori tersebut dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini akan dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian menciptakan pori-pori di dalam tanah.

“Ini yang kami kembangkan menjadi sebuah program. Diharapkan, program Biopori dapat menjaga kelestarian air baik secara kuantitas, kualitas dan kontinuitas air. Sehingga, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik pula,” cetus East Area HR Ops & Comdev Team Leader Lead PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) ini, Jumat (1/5/2015).

Ulika memaparkan, selain meningkatkan daya sesapan air, keberadaan Biopori bisa mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Katanya, Biopori ini juga andal mengurangi emisi gas rumah kaca (Co2 dan Metan). “Biopori dapat meningkatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, serta dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air, seperti timbulnya penyakit demam berdarah. Program ini sangat cocok untuk masyarakat,” urainya saat pencanangan program konservasi sumber daya air melalui Biopori yang dihadiri Dandim 0829 Bangkalan Letkol (Inf) Sunardi Istanto, S.H, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr. Moh. Syarif, dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si.

Dalam kegiatan yang melibatkan anggota Kodim Bangkalan dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Bangkalan ini berhasil dibuat 105 lubang biopori di halaman rumah-rumah warga Desa Bandangdaja. Ditargetkan, ada 200 biopori dengan penyediaan peralatan yang diberikan ke masyarakat. “Agar mereka bisa melanjutkan membuat Biopori sendiri,” katanya.
 
Namun diingatkan, program pengembangan konservasi sumber daya air melalui Biopori tidak dapat dilakukan secara parsial dan incidental, melainkan perlu dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan. “Itulah mengapa butuh dukungan banyak pihak,” harapnya. (esp1/red)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 315 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS