Breaking News
Time: 6:56

Satelit Telkom 3S Menuju Orbit, Telkom Regional V Yakin Nusra Tercover

Wednesday, 15 February 2017 10:17
Suparwiyanto, Executive Vice Presiden PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra memberi sambutan disela doa bersama & nonton bareng peluncuran Satelit Telkom 3S melalui live streaming di lapangan tenis indoor PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra di Jl Ketintang Surabaya, Rabu (15/2/2017) Suparwiyanto, Executive Vice Presiden PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra memberi sambutan disela doa bersama & nonton bareng peluncuran Satelit Telkom 3S melalui live streaming di lapangan tenis indoor PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra di Jl Ketintang Surabaya, Rabu (15/2/2017)

Diiringi Doa Bersama Pemuka Agama

Surabaya, Expostnews.com – Seluruh kawasan di Nusa Tengara Barat/Timur (Nusra) yang menjadi cakupan wilayah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)/Telkom Divisi Regional V, selain Jawa Timur dan Bali diyakini semakin beragam. Alasannya, area dengan geografis dan kontur medan naik turun ini, tak lagi mengandalkan penanaman kabel bawah laut dan darat/fiber optik untuk kebutuhan informasi teknologi (IT) dan digitalnya.

“Ya. Setelah Satelit Telkom 3S ini diluncurkan tadi pagi waktu Indonesia, semua area di wilayah kami, termasuk Nusra bisa tercover lebih luas, dan semakin beragam,” yakin Suparwiyanto, Executive Vice Presiden PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra usai doa bersama & nonton bareng peluncuran Satelit Telkom 3S melalui live streaming di lapangan tenis indoor PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra di Jl Ketintang Surabaya, Rabu (15/2/2017).

Dijelaskan, selain wilayah Jatim Balinusra, Satelit Telkom 3S yang dilepas dengan roket peluncur di Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Prancis, Rabu (15/2/2017) dini hari itu juga mencakup seluruh Indonesia, Asia Tenggara hingga Asia Timur. Satelit Telkom 3S, kata Parwi, sapaannya, akan memperkuat, sekaligus melengkapi dari sisi jaringan yang dimiliki Telkom, seperti kabel laut maupun kabel darat/fiber optik. “Satelit 3S ini semakin membuat Telkom lima kali lebih PD (percaya diri, red), dan always on untuk siap memasuki era digital di seluruh nusantara. Apalagi, kemampuan Satelit 3S ini bisa membawa kualitas file HD (high definition, red) dengan kapasitas lebih besar,” ujar Parwi.

Bahkan, kata Parwi, satelit ke 9 berbiaya USD250 juta-USD300 juta yang dikucurkan dari kas internal Telkom dan pinjaman ini mampu mendaki target tiap tahun dengan bilangan sebesar-besarnya. Namun, Parwi tak ingin terlalu muluk dengan mematok perolehan target yang harus dicapai seiring mulai beroperasinya satelit pengganti satelit Telkom 3 yang sebelumnya sempat gagal di orbit beberapa tahun lalu.

“Kami tidak muluk-muluk untuk target. Setidaknya, satelit 3S ini bisa mengcover 70 persen proses digitalisasi di luasan area kami,” ulasnya.

Sebelumnya, PT Telkom Divisi Regional V Jatim Balinusra mengajak sejumlah pemuka agama dari berbagai keyakinan memanjatkan doa secara bersama-sama untuk mengiringi peluncuran roket pembawa Satelit Telkom 3S yang dilepas dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana, Prancis, tepat pukul 04.39 Wib, Rabu (15/2/2017) dini hari. Doa bersama itu juga berharap, satelit yang nantinya akan mengorbit sekitar 9 hari sejak diluncurkan tersebut benar-benar bisa beroperasi maksimal. “Semoga, semua bisa berjalan lancar sampai pada waktunya,” harapnya.

Sekadar tahu, Satelit Telkom 3S diproduksi Thales Alenia Space (TAS) milik Prancis ini merupakan satelit pengganti Telkom 3. Mengutip beberapa sumber, Satelit Telkom 3S memiliki masa aktif satelit sekitar 15 tahun sejak diluncurkan. Di satelit pengganti satelit Telkom 3 ini mempunyai kapasitas 49 ransponder, yang terdiri dari 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), serta 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Satelit yang dibuat lebih mahal USD185 juta dibanding Telkom 3 itu dilontarkan dengan roket peluncur Ariane 5 ECA VA235 milik perusahaan peluncuran satelit Arianspace Europa. Dipastikan, sebelum Satelit Telkom 3S diluncurkan telah melalui proses pengecekan akhir (general reherarsal) terhadap seluruh kondisi teknis satelit, berupa pengetesan dengan uji spesifikasi teknis hingga seluruh fungsi bagian satelit dalam keadaan baik.

Selain itu, Satelit Telkom 3S juga telah melalui proses Launch Readiness Review (LRR) berupa pengecekan dan pengujian terhadap elemen serta perangkat pendukung peluncuran, meliputi kondisi roket sebagai launch vehicle yang siap meluncur hingga perangkat pendukung lain di area peluncuran. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 160 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS