Breaking News
Time: 6:57

Amazing, Radio Pantai Pasuruan Integrasikan 2 Menara Suar

Thursday, 07 September 2017 21:36
Direktur Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ir. I Nyoman. Sukayadnya saat memberikan sambutan, Kamis (7/9/2017) Direktur Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ir. I Nyoman. Sukayadnya saat memberikan sambutan, Kamis (7/9/2017)

Pasuruan, Expostnews.com – Amazing, atau mungkin bisa disebut gagasan menatap masa depan bagi Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Surabaya di Tanjung Perak setelah bangunan Stasiun Radio Pantai (SROP) di Pasuruan, Jawa Timur resmi dioperasikan, Kamis (7/9/2017). Penyatuan pola pembauran hingga menjadi satu kesatuan utuh yang sempat menjadi angan ini, terwujud melalui integrasi sistem yang memiliki daya jangkau lebih luas dan mutakhir dalam satu titik pengoperasian.

“Radio Pantai ini mengintegrasi dan terintegrasi dengan dua sarana bantu navigasi pelayaran lainnya di Menara Suar Tanjung Awar-awar Tuban, Menara Suar Karang Jamuang, dan termasuk SROP di Pasuruan sendiri,” cetus Direktur Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ir. I Nyoman. Sukayadnya dikonfirmasi usai meresmikan operasional gedung Stasiun Radio Pantai (SROP) di Pasuruan, Kamis (7/9/2017).

Diakui, upaya menyatukan sistem kendali sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) untuk mendukung dunia pelayaran tersebut telah lama terencana. Boleh dibilang, ‘Ide gila’ yang termodulasi dalam sistem mutakhir ini turut mengintegrasi sosial dan mampu menyesuaikan unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat.

“Sehingga mampu memberi manfaat unsur lainnya di lingkungan kemaritiman secara luas, termasuk menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi dengan kearifan lokal dan potensinya,” tutur Nyoman, sapaan akrabnya.

Gedung SROP di Pasuruan ini, ungkap Nyoman, merupakan yang pertama dalam sistem kenavigasian di Indonesia. Selanjutnya, ide pemanfaatan secara maksimal, efektif dan efisien untuk kepentingan yang lebih luas tersebut, akan dibangun di Tanjung Balai Karimun (TBK).

“Hanya dengan Rp 4,7 miliar yang kami alokasikan bisa menyelesaikan dua sarana keselamatan pelayaran. Kami juga berharap, pemanfaatan SROP di Pasuruan ini akan mendukung pengembangan pelabuhan Pasuruan secara optimal,” harapnya usai menandatangani 3 prasasti menara suar dan SROP Pasuruan.

Nyoman juga menyebut, dukungan PT Pelindo III dan pemerintah daerah setempat terhadap penyelesaian pembangunan SROP di Pasuruan tersebut memang sangat besar. Hal ini tidak lain demi terlaksananya kepentingan daerah untuk memajukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah.

“Bagaimana tidak, perizinan yang seharusnya 3 bulan, ternyata bisa selesai dalam waktu 5 hari. Ini semua karena niat yang kuat dan ingat pada Tuhan serta tunduk pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, saya sangat berterima kasih pada pihak yang terkait, seperti Wali Kota Pasuruan, terutama Gubernur Jawa Timur, Bapak Soekarwo,” tutur mantan Kadisnav Kelas I Surabaya ini.

Sementara, Wali Kota Pasuruan, Setiyono mengatakan, berdirinya SROP milik Disnav Kelas I Surabaya ini, menjadi awal yang baik bagi Pemkot untuk merintis kejayaan Pasuruan di masa lampau. Dengan berbagai kajian, Wali Kota yang berkeinginan membangun sekolah pelayaran ini, juga berniat menghidupkan dan menyatukan kultur berbeda di Pasuruan melalui potensinya. “Karena di Pasuruan ini ada dua wilayah yang berbeda kultur. Batasnya, ban sepur (rel KA,red). Lor ban sepur dan kidul ban sepur (utara rel KA dan selatan rel KA, red),” ujar Walikota.

Selain itu, pengoperasian SROP di Pasuruan yang terintegrasi ini akan mendukung pengembangan Kota Pasuruan, termasuk destinasi wisatanya. Bahkan, kata Setiyono, Kota Pusaka, sebutan Pasuruan yang sejak lampau dikenal dengan industri gula dan pelabuhannya itu bisa berkembang pesat dan semakin maju.

“Saya akan siapkan lahan 3,5 hektare untuk pembangunan TPI (tempat pelelangan ikan, red), sekaligus membangun lokasi wisata di sekitar pelabuhan yang dulu disebut dengan Pelabuhan Tembikar, yang sangat berhubungan dengan Semarang,” ingatnya. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 156 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS