Breaking News
Time: 5:17

I-Pol Polres Tanjung Perak Wajibkan Anggota Respon 5 Menit

Tuesday, 07 November 2017 21:24
Seorang Polwan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menunjukkan aplikasi I-Pol di smartphone berbasis android, Selasa (7/11/2017) Seorang Polwan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menunjukkan aplikasi I-Pol di smartphone berbasis android, Selasa (7/11/2017)

Penyempurnaan Smartcops 

Surabaya, Expostnews.com – Anggota Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Perak dipastikan, tidak ada yang lepas dinas saat diterapkannya aplikasi layanan pelaporan masyarakat, I-Pol. Bahkan, sistem berbasis teknologi informasi (TI) yang baru saja dilaunching, Selasa (7/11/2017) ini mewajibkan anggota bertindak cepat dan responsif, sejak pengaduan tindak pidana dari masyarakat masuk ke sistem yang memiliki nama panjang, Indonesia Police tersebut.

“Anggota wajib datang ke tempat kejadian perkara dalam waktu kurang dari lima menit. Saya juga pastikan, tidak ada anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang lepas dinas,” tandas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno disela peluncuran layanan masyarakat berplatform android ini di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (7/11/2017).

Ronny mengatakan, penyempurnaan dari aplikasi yang nyaris serupa, Smartcops ini, diyakini tidak sebatas pelaporan kejadian saja. Menurutnya, I-Pol ini jauh lebih aplikatif dan didukung otentisitas data pelapor dan pelaporan kejadian yang sedang terjadi.

“Petugas di Command Center nanti akan melihat, siapa anggota polisi yang terdekat dengan lokasi kejadian seperti yang masuk dalam data pelaporan. Seketika itu juga, polisi langsung mengkroscek kenyataan laporan kejadian yang masuk,” papar Ronny.

Apa beda dengan Smartcops? Ronny meyakinkan, keunggulan dari I-Pol ini sudah dilengkapi dengan fasilitas pengaduan resmi, dan tidak seperti yang selama ini terlihat, masyarakat yang mengadu harus datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Kalau aplikasi Smartcops, hanya memudahkan masyarakat untuk melapor kejadian yang membutuhkan layanan polisi. Kalau I-Pol sudah dilengkapi dengan fasilitas pengaduan resmi. Itu bedanya, meski sama-sama berbasis android,” ingat Arek Suroboyo dengan dua melati di pundak ini.

Namun, Ronny mengingatkan, untuk sementara, aplikasi layanan I-Pol ini masih diterapkan internal di lingkungan dan wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ia berjanji, akan meneruskan sesuai kebutuhan pelaporan masyarakat, jika memang laporan yang masuk melalui unduhan I-Pol tersebut berada di luar wilayah hukum Polres Tanjung Perak.

“Tidak masalah. Tetap kami tampung laporannya. Selanjutnya, personel kami yang juga siaga di layanan telepon 112 akan meneruskan sesuai kebutuhannya. Apakah ke Polrestabes Surabaya atau kepolisian di wilayah hukum lainnya,” jelas Ronny.

Ia berharap, penerapan I-Pol semakin mempermudah masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi. Sistem kerja aplikasi ini menerima pelaporan masyarakat melalui Command Center di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Gratis. Silakan unduh programnya di telepon pintar. Tinggal pencet kalau ada kebutuhan masyarakat terhadap masalah keamanan. Di I-Pol, juga disertakan fitur layanan yang menyesuaikan kebutuhan, seperti laporan kejadian kecelakaan, pembunuhan, dan lain sebagainya,” kata Ronny. (nip/sa/ms)

Rate this item
(0 votes)
Read 93 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS