Breaking News
Time: 5:01
Transport

Surabaya, Expostnews.com - Kelancaran arus angkutan barang dan penumpang melalui laut, patut mendapat perhatian serius, apalagi di masa Lebaran. Demi memastikan tercapainya kenyamanan dan kelancaran angkutan Lebaran (Angleb) 2018 melalui laut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Haryo Soekartono menanyakan langsung perihal tersebut ke Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya.

“Syahbandar sudah siap untuk mengantisipasi dan menjaga kelancaran angkutan Lebaran,” tutur anggota DPR RI dari Komisi V ini usai rapat tertutup di ruang pertemuan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak yang dihadiri seluruh instansi dan stakeholder Pelabuhan Tanjung Perak, di antaranya PT Dharma Lautan Utama (DLU), PT Pelindo III dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak, Jumat (4/5/2018).
 
Berdasar keterangan yang disampaikan dalam rapat, Bambang Haryo sangat mengapresiasi kinerja regulator keamanan dan keselamatan pelayaran di Tanjung Perak tersebut. Diakui, sambutan positif itu terkait antisipasi arus beserta ketersediaan armada angkutan barang dan penumpang sekitar 30% pada Lebaran 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Sesuai yang dikatakan, bahwa Syahbandar telah menyediakan armada antara 25-30 persen lebih banyak dibanding masa angkutan Lebaran sebelum-sebelumnya,” tukas politisi dari Partai Gerindra ini didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin.

Sebelumnya, Bambang sempat mengungkap beberapa permasalahan yang dikeluhkan stakeholder di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut. Hanya saja, Bambang enggan mengungkap permasalahan yang muncul dalam rapat internal bersama seluruh stakeholder Tanjung Perak dan instansi terkait tersebut.

“Yang pasti, secara keseluruhan cukup bagus dan mendukung kelancaran transportasi, maupun yang ditargetkan pemerintah, terkait industri maritim atau logistik untuk mendukung kelancaran, khususnya transportasi laut,” ujarnya.

Menurut Bambang, tidak ada permasalahan terhadap kesiapan dukungan kapal, maupun jumlah kapal Angleb 2018. Bahkan, katanya, kesiapan armada angkutan Lebaran tahun 2018 jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Sebenarnya, lanjut Bambang, tahun lalu load factornya cenderung mengalami penurunan, akibat adanya moda transportasi udara.

“Tapi, Syahbandar tetap mengantisipasi dengan menyediakan armada lebih banyak dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan hal ini bisa melancarkan transportasi, baik antar Jawa maupun yang menuju luar Jawa,” tuturnya.

Senada, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin yang dimintai komentar bersamaan menyatakan, kesiapannya melancarkan proses angkutan Lebaran tahun 2018. “Kami sangat mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun ini,” sambungnya. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com - Penyedia jasa layanan transportasi laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni, mulai ditantang berubah, meski mampu mencetak laba Rp 276 miliar di tahun 2017. Di usianya yang kian menua ini, Pelni menyadari pentingnya mengubah kemampuan melalui transformasi di era digital ini dengan memperbanyak inovasi daya saing.

“Jadikan ultah ke 66 Pelni ini sebagai momen untuk meningkatkan kinerja dengan melakukan penambahan usaha baru melalui beragam terobosan, diversifikasi usaha, maupun optimalisasi aset yang selama ini kurang produktif,” imbau Direktur Utama (Dirut) PT Pelni (Persero), Insan Purwarisya L Tobing dalam sambutan yang dibacakan Manajer PT Pelni Kantor Cabang Surabaya, Presda Simangasing dalam peringatan HUT ke 66 PT Pelni di Kantor Cabang PT Pelni Surabaya, Sabtu (28/4/2018).

Disadari atau tidak penyedia transportasi semakin banyak bermunculan, baik konvensional maupun online. Persaingan jasa transportasi pun memasuki semua lini, termasuk maskapai penerbangan yang mulai mengisi rute-rute hampir di semua bandara komersial ataupun non komersial.

“Kemunculan itu harus disikapi dengan aksi nyata untuk berbenah diri dan berubah. Sehingga, perusahaan yang berpuluh tahun telah menjadi sumber mata pencaharian kita tidak hilang ditelan zaman,” tutur Dirut Pelni dalam sambutan tertulisnya.

Melalui tema, ‘Transformasi untuk Negeri’, Dirut Pelni mengajak, insan Pelni berubah dan turut memberi kontribusi sebesar-besarnya demi kemajuan perusahaan. Selain fokus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa, ajakan perubahan adalah sebuah keniscayaan, dan akan terjadi dalam bisnis manapun.

“Kemampuan suatu organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan, menjadi salah satu aset paling bernilai dalam menjaga keberlangsungan organisasi,” tukasnya.

Namun demikian, Pelni telah banyak melakukan perubahan dan kemudahan pelayanan kepada penumpang. Bahkan, Pelni memperluas jangkauan pelayanan melalui reservasi android yang didukung pembayaran dengan aplikasi IOS. “Ini merupakan kebutuhan update zaman NOW,” ingat Dirut Pelni.

Di sisi lain, Pelni juga menerapkan kemudahan pelayanan melalui pembelian space/tempat muatan atau barang di kapal dengan penerapan mobile application. Platform aplikasi yang sudah dimulai awal Januari 2018 lalu itu, untuk mempermudah para shipper dalam proses pengiriman muatan atau barang.

“Di era persaingan digital, Pelni harus menjadi perusahaan yang dapat mengikuti dengan cepat perubahan lingkungan agar tidak menjadi korban persaingan,” harapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, insan Pelni harus menyadari pentingnya sikap jujur, unggul, adaptasi, ramah, dan akurat. Namun demikian, perilaku JUARA itu tetap mengedepankan mental integrity, continuous improvement, costumer focus dan competitive. “Bagaimanapun juga, Pelni merupakan perusahaan milik negara yang mengusung kepentingan masyarakat dan bangsa,” ujar Presda menirukan Dirut Pelni.

Sekadar tahu, sampai saat ini, Pelni memiliki 26 unit kapal penumpang, 91 pelabuhan singgah, 1.900 ruas dan 98.327 mile, 47 kapal perintis, dengan 305 pelabuhan singgah, 4.620 ruas, 55.141 mile. Pelni juga didukung 2 kapal ternak dengan 5 pelabuhan singgah, 11 ruas dan 7.498 mile, lalu 7 kapal tol laut dengan 29 pelabuhan singgah, 43 ruas dan 13.591 mile.

“Di Surabaya, ada 15 kapal penumpang yang beroperasi, dengan 3 kapal perintis dan 5 kapal Tol Laut. Armada kami itu semua juga disiapkan untuk angkutan Lebaran 2018. Persiapan, kami lakukan H-15,” tambah Presda. (ms/sa)

BPTJ Fokus Sosialisasi Edukatif

Surabaya, Expostnews.com – Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) A bersubsidi yang diterapkan Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek belum sepenuhnya tuntas.

“Persentase pengurusan SIM A ini memang masih kecil. Sampai hari ini, masih berjalan sekitar 10 persen dari kuota yang harus dipenuhi sebanyak 4.400,” aku Bambang Prihartono Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub RI di Satuan Penyelenggara Admisnistrasi SIM (Satpas) Colombo Surabaya, Sabtu (24/3/2018).

Bambang Pri, begitu sapaannya menyatakan, agar kuota yang disediakan pemerintah tersebut segera terpenuhi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pengemudi taksi online. Namun, kata Bambang, tidak akan buru-buru mengejar target untuk segera menetapkan penegakan hukumnya, hanya karena kuota belum terpenuhi.

“Tidak harus menunggu kuota yang tersedia itu terpenuhi, baru kemudian ditetapkan penegakan hukumnya. Fokusnya sekarang adalah sosialisasi edukatif untuk mempercepat kuota itu,” yakinnya saat memantau langsung proses uji simulator pemohon SIM A di ruang uji simulator Satpas Colombo.

Lebih jauh dikatakan, sesuai implementasi Permenhub 108/2017, pemberian subsidi pembuatan SIM A Umum ini, merupakan upaya pemerintah membantu pengemudi taksi online agar memenuhi syarat legalitas sebagai angkutan umum. Begitu juga dengan ketentuan uji KIR mobil dan SIM A Umum untuk pengemudi angkutan sewa khusus, tidak lain adalah menjaga keamanan pengemudi beserta penumpangnya. “Sekaligus, upaya menjamin pengemudi memiliki keterampilan mengemudi,” tutur Bambang Pri yang melanjutkan kunjungannya ke uji KIR, Wiyung Surabaya.

Disisi lain, Bambang sangat mengapresiasi keberadaan taksi online, karena saat ini memang dibutuhkan masyarakat sebagai sarana transportasi umum. Apalagi, ketersediaan moda transportasi sekarang ini masih sangat jauh dari kebutuhan masyarakat. “Akibatnya, masyarakat belum bisa terlayani dengan baik,” katanya.

Dengan adanya taksi online ini, lanjut Bambang, perlu adanya perhatian, termasuk kesejahteraan para pengemudinya. Harapannya, bisnis transportasi yang dikelola juga bisa berjalan aman, nyaman dan pendapatannya pun terjamin.

“Selain driver, kami juga memberi perhatian kepada penumpang, dengan memberikan asuransi. Hal ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Maka dari itu, sesuai PM 108, kami sangat menyarankan, agar mobil yang dikemudikan juga di KIR,” pintanya.

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris beasr Polisi (AKBP) Eva Guna Pandia mengatakan, sudah 130 pemohon yang tercatat melakukan tes untuk pembuatan SIM A Umum. Para pemohon itu, lanjut Pandia, merupakan peserta yang sebelumnya tidak lulus ujian di hari pertama. “Yang tidak lulus, kami adakan remedial test. Tapi, sebelumnya, kami telah memberikan pelatihan terkait ujian praktek, mulai teori sampai mengemudi,” katanya. (sa/ms/ssn)

Surabaya, Expostnews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur/Dishub Jatim menetapkan, 113 kendaraan angkutan online yang diizinkan dari jumlah persetujuan prinsip sebanyak 2.418 unit. Sedangkan, berdasarkan data perkembangan proses izin hingga 3 Januari 2018, disetujui 9 perusahaan dari 31 perusahaan yang mengajukan izin dengan jumlah persetujuan prinsip terhadap kendaraan sebanyak 2.418 unit kendaraan di Dishub Jatim.

“Untuk kuota angkutan online di Jatim sendiri mengacu pada Pergub Jatim No. 188/375/KPTS/103/2017, ada 4.445 kendaraan, yang terdiri dari 3.000 unit untuk wilayah Grebangkertosusila, 225 unit di Malang Raya, dan sisanya daerah lain di Jawa Timur,” tukas Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto di ruang kerjanya usai launching kendaraan online yang mewakilii wilayah Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Pasuruan dan Malang Raya (Gremakertosusila Plus), Kamis (4/1/2018).

Bagaimana dengan tarifnya? Benny mengungkapkan, tarif kendaraan online ini, menyesuaikan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.3244/AJ.801/DJPD/2017 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus. Dalam peraturan tersebut ditetapkan besaran tarif angkutan sewa khusus online di Jatim sebesar Rp 6.000/km batas atas dan Rp3.500/km batas bawah.

“Para pengusaha dan pengemudi angkutan online agar mematuhi peraturan yang berlaku,” tukas Kadishub Jatim, Wahid Wahyudi saat mendampingi Gubernur Jatim, Soekarwo disela melaunching pengoperasian angkutan sewa khusus online yang sudah mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya pagi tadi.

Aturan yang dimaksud, lanjut Wahid, khususnya Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017 tentang kewajiban pelayanan, dan syarat-syarat kendaraan angkutan sewa khusus/online. Selain itu, regulasi yang harus dipatuhi adalah Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/375/KPTS/103/2017 tentang batas quota kendaraan Angkutan Sewa Khusus. “Saya juga meminta, bagi perusahaan aplikasi dibidang transportasi darat, agar memperhatikan larangan-larangan yang telah diatur dalam Permenhub,” tuturnya.

Apa itu? Wahid menjelaskan, larangan tersebut seperti memberikan layanan akses aplikasi terhadap perusahaan angkutan umum yang belum memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. Wahid juga mengingatkan, agar mematuhi larangan memberikan layanan akses aplikasi kepada perorangan, serta merekrut pengemudi. “Demikian pula, larangan menetapkan tarif, serta memberikan promosi tarif di bawah tarif batas bawah yang telah ditetapkan,” ingatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahid menandaskan, tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk perizinan angkutan online. Dishub Jatim, kata Wahid, telah menyiapkan ruang konsultasi khusus dan pendaftaran izin secara online. “Silakan buka di alamat website : sipa.jatimprov.go.id,” katanya.

Bahkan, Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Poltekbang Surabaya, guna memberikan peluang pendidikan untuk 100 pengemudi online. Sarana tersebut, kata Wahid, agar pengemudi lebih terampil dalam mengemudikan kendaraan angkutan online. “Sampai nanti memperoleh SIM A umum secara gratis,” janjinya. (sa/ms/hum)

Surabaya, Expostnews.com - Menutup periode setahun berjalan hingga menjelang akhir Desember 2017, kondisi arus penumpang kapal dan barang di Terminal Kapal Laut Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya mengalami penurunan. Prediksi turunnya arus penumpang jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru) ini, sungguh berbanding terbalik dengan kepadatan arus penumpang dan barang di kapal pada tahun lalu.

“Arus penumpang Nataru tahun ini diperkirakan 12 ribu orang untuk debarkasi. Sedangkan, embarkasi, mencapai 11 ribu penumpang,” aku CEO Pelindo III Ari Askhara, Sabtu (23/12/2017).

Melansir data yang diperoleh, jumlah penumpang debarkasi di Tanjung Perak pada tahun lalu tercatat 13 ribu penumpang. Di periode yang sama pula, total penumpang embarkasi di Tanjung Perak mencapai 12 ribu penumpang. “Artinya, ada penurunan sekitar 7 persen pada tahun ini, dibanding arus penumpang Nataru tahun lalu,” tandas Ari, sapaannya.

Lebih lanjut dijelaskan, puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada, 23 Desember (pra-Natal) dan 28 Desember (periode liburan Natal dan Tahun Baru). Sedangkan, jumlah penumpang Nataru tahun ini, mulai debarkasi dan embarkasi, kurang lebih berkisar 2.800 sampai 3.300 orang.

“Untuk di tangga, 2 Januari 2018, atau pasca Tahun Baru 2018, ditaksir hampir mencapai 2 ribu orang,” urai Ari.

Meski mengalami penurunan 7%, Ari bersama stakeholder pelabuhan Tanjung Perak tetap menyiagakan personel keamanan yang ditempatkan di Pos Komando Taktis (Poskotis) di Tanjung Perak. Poskotis tersebut telah disiapkan Pelindo III di Tanjung Perak, mulai 18 Desember 2017 hingga berakhir acara, 8 Januari 2018.

“Ada unsur gabungan di Posko ini. Mulai dari Port Facility and Security Office (PFSO) dari Pelindo III, Otoritas Pelabuhan, Syahbandar, serta Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak. Kami juga kerahkan petugas ekstra untuk menyambut turis cruise Genting Dream yang dijadwal kembali sandar di Tanjung Perak pada, 26 Desember 2017,” urai Ari.

Selain Poskotis, Pelindo III juga bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk penyediaan posko kesehatan di dalam terminal, maupun di luar terminal. Posko kesehatan ini didesain dengan eksterior unik berupa container office, dan dilengkapi satu mobil ambulans yang selalu siaga.

“Untuk penyambutan kapal Genting Dream, Pelindo III bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Berbagai kesenian tradisional akan ditampilkan, mulai Reog Ponorogo, Tari Sparkling Surabaya, hingga live music di dalam gedung terminal untuk menyambut kedatangan kapal berkapasitas 4 ribu turis dengan 2 ribu orang kru itu,” ungkap Ari. (ms/sa/hum)

Surabaya, Expostnews.com – Operasional angkutan barang jenis truk yang dikelola Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Khusus Tanjung Perak Surabaya diyakini, tetap beroperasi alias tidak ada libur saat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru). Ini menekankan, cuti bersama Nataru yang dimulai H-7 atau terhitung sejak, 24 Desember 2017, tak menghentikan operasional transportasi angkutan barang dari aktivitasnya.

"Cuma, untuk di tanggal 30 Desember sampai ke tanggal, 1 Januari 2018, atau tiga hari selama 12 jam kami libur beroperasi. Selain di hari itu, kami masih beroperasi selama tujuh hari, 24 jam,” tandas Ketua Organda Angkutan Khusus (Angsus) Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredi dikonfirmasi, Jumat (22/12/2017).

Alasan meliburkan, kata Kody, karena di akhir tahun di bulan Desember 2017 itu, bertepatan dengan perayaan tutup tahun atau yang akrab disebut Tahun Baru. Sebab diyakini, pada waktu yang sengaja diliburkan tersebut, banyak orang akan memadati jalan untuk merayakan Tahun Baru 2018.

“Khususnya lagi di penyeberangan Ketapang di Banyuwangi dan Gilimanuk, Bali, kami libur beroperasi selama 12 jam,” tukas Kody.

Harapannya, penghentian operasional truk selama 12 jam itu cukup memberi kesempatan lebih leluasa bagi masyarakat yang ingin menikmati Tahun Baru. Dengan tidak adanya aktivitas pada tiga hari tersebut, kondisi jalan tetap lapang dan tidak terganggu kemacetan karena truk yang beroperasi. “Kalau soal untung dan rugi, kami tidak mengalami kerugian karena peliburan itu. Karena, kami anggap, libur pada saat itu adalah wajar,” yakin lelaki yang kini mengubah trend warna rambutnya menjadi hitam ini.

Namun demikian, tambah Kody, operasional truk barang yang digawangi Organda Angsus Tanjung Perak saat libur Nataru tetap memberikan kontribusi positif terhadap kelangsungan distribusi barang ke masyarakat. Diharapkan, beroperasinya truk angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Perak ini, mampu menjembatani kelancaran proses pengiriman logistik ke seluruh wilaya Jawa Timur tetap berjalan normal.

“Sehingga, semua tidak ada yang terhambat, meski ada libur dan cuti bersama di Natal 2017 dan Tahun Baru 2018,” cetusnya. (ms/kr/sa)

Surabaya, Expostnews.com - Tarif perjalanan kereta api (KA) bersubsidi di lintasan operasional PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, tahun ini dibatalkan pemberlakuannya. Selain itu, tarif untuk KA kelas ekonomi jarak sedang dan jauh di 10 rute tersebut juga berganti harga alias disesuaikan.

"Kalau membaca aturannya, penyesuaian tarif KA ekonomi bersubsidi ini sebenarnya sudah dimulai 7 Juli 2017 lalu," aku Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko, Rabu (4/10/2017).

Pengunduran pemberlakuan atas penyesuaian tarif tersebut, kata Gatut, berdasarkan instruksi pemerintah. Melalui instruksi tersebut, agar penerapan penyesuaian tarif subsidi KA ekonomi dimulai pada keberangkatan, 1 Januari 2018.

"Penyesuaian tarif ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (PM) No. 42 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik," urai Gatut.

Menurutnya, pemberlakuan penyesuaian tarif ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA ekonomi bersubsidi. Dengan penerapan Public Service Obligation (PSO) yang disesuaikan tersebut, masyarakat dapat mulai melakukan pemesanan tiketnya pada, 2 November 2017 untuk keberangkatan 1 Januari 2018.

"Atau H-60 di seluruh channel resmi penjualan tiket KA," ingatnya. (sa/ms)

Berikut daftar KA ekonomi PSO yang mengalami penyesuaian tarif di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya :

1. KA Logawa rute : Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember dari Rp 74.000 menjadi Rp 80.000

2. KA Pasundan rute : Surabaya Gubeng-Kiaracondong dari Rp 94.000 menjadi Rp 110.000

3. KA Sri Tanjung rute : Lempuyangan-Banyuwangi dari Rp 94.000 menjadi Rp 110.000

4. KA Gaya Baru Malam Selatan rute : Surabaya Gubeng-Pasarsenen dari Rp 104.000 menjadi Rp 120.000

5. KA Matarmaja rute : Malang-Pasarsenen dari Rp 109.000 menjadi Rp 125.000

6. KA Tawang Alun rute : Malang-Banyuwangi Rp 62.000 menjadi Rp 65.000

7. KA Probowangi rute : Banyuwangi-Probolinggo-Surabaya Gubeng dari Rp 56.000 menjadi Rp 65.000

8. KA Probowangi rute : Banyuwangi-Probolinggo dari Rp 27.000 menjadi Rp 30.000

9. KA Probowangi rute : Probolinggo-Surabaya Gubeng dari Rp 29.000 menjadi Rp 35.000

10. KA Maharani rute : Surabaya Pasarturi-Semarangponcol dari Rp 49.000 menjadi Rp 50.000

Sumber : Daop 8 Surabaya

Surabaya, Expostnews.com – Bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni ke PT Pertamina, dalam sehari mengeluarkan biaya Rp 4,8 miliar atau setahunnya bisa menembus bilangan Rp 1,7 triliun. Angka tersebut terkalkulasi dalam sehari, dengan rata-rata Pertamina melayani 8 unit kapal dari 86 kapal yang dimiliki Pelni.

“Kami akan memberikan kemudahan transaksi BBM ke Pelni melalui program pelayanan i-serv. Ini merupakan bentuk layanan yang diberikan Pertamina kepada Pelni mulai dari Ordering, Invoicing sampai dengan Reporting,” tukas Vice President Industrial Fuel Marketing Pertamina Ageng Giriyono, Selasa (26/9/2017).

Ageng mengungkapkan, saat ini, Pertamina melayani untuk keseluruhan 86 unit kapal milik Pelni di 33 supply point se-Indonesia. Pelayanan ini, kata Ageng, didasarkan pada tingginya frekuensi dan besarnya dana untuk transaksi BBM kapal Pelni ke Pertamina. “Pertamina menghadirkan dua program khusus untuk Pelni, masing-masing i-serv dan Autocollection untuk mempermudah pekerjaan operasional, khususnya transaksi BBM Pelni ke Pertamina,” tutur Ageng.

Dikatakan, program i-serv merupakan layanan web-based dengan end to end proses order to cash yang diperuntukkan bagi customer credit dan autocollection Pertamina. Layanan i-serv ini, lanjut Ageng, meliputi e-Ordering, yakni layanan bagi customer untuk membuat order ke Pertamina, e-Invoicing atau layanan bagi customer untuk mengakses Invoice dari Pertamina, serta e-Reporting yang merupakan layanan bagi customer untuk mempermudah akses terhadap jejak rekam atau history transaksi dengan Pertamina dari sisi pembelian maupun pembayaran.

“Kerjasama Pelni dan Pertamina ini sebenarnya bukan hanya baru pada program ini saja, tapi telah berlangsung puluhan tahun. Karenanya, kami berharap kerjasama yang terjalin baik ini dapat berlanjut di masa mendatang. Tentu saja, dengan i-serv ini transaksi besar dan dengan frekuensi yang tinggi atas BBM Pelni ke Pertamina dapat berjalan dengan lancar, cepat dan terdokumentasi dengan baik,” papar mantan GM Pertamina MOR V Jatim Balinus ini saat membuka Training i-serv dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pertamina-PELNI 2017 di Hotel Vasa Surabaya, Senin (25/9/2017).

Sementara, Direktur Armada Pelni, M. Tukul Harsono meminta, agar seluruh pekerja Pelni lebih fokus mengikuti pelatihan. Dihadapan 64 peserta pelatihan yang terdiri dari 31 pekerja Pertamina dan 33 dari Pelni, Harsono berharap, pekerja Pelni dapat cepat beradaptasi dalam mengaplikasikan program i-serv untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, khususnya transaksi BBM ke Pertamina.

“Semoga melalui pelatihan dan rapat kordinasi ini dapat menyelesaikan masalah-masalah ataupun kendala selama ini khususnya terkait transaksi BBM di lokasi masing-masing. Selain itu, semakin memudahkan koordinasi antara Kantor Cabang Pelni dan lokasi Supply Point Pertamina di seluruh Indonesia,” pinta Harsono disela Pelatihan Program i-serv Pertamina dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pelni 2017 yang digelar 2 hari di Hotel Vasa Surabaya, mulai 25-26 September 2017. (sa/ms/hum)

BKI Survei Mulai Hari Ini

Jakarta, Expostnews.com – Air balas yang dibawa kapal dan terbuang ke laut diduga bisa menyebabkan munculnya biota laut asing yang berbahaya bagi lingkungan. Mendasari hal ini, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI mulai melakukan survei dan sertifikasi manajemen air balas kapal.

“Upaya BKI ini sudah sesuai aturan IMO, dan diberlakukan efektif mulai hari ini,” jelas Direktur Utama (Dirut) BKI, Rudiyanto, Jumat (8/9/2017).

Menurut Rudiyanto, ketetapan International Maritime Organization (IMO) dalam Ballast Water Management Convention (BWMC) tersebut telah diratifikasi Pemerintah Indonesia. Selain itu, regulasi terkait air balas ini juga sesuai perjanjian kerjasama IMO dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), atas nama Pemerintah Indonesia.

“Selain survey, kami juga melakukan proses sertifikasi manajemen air balas kapal,” ingat Rudiyanto.

Dijelaskan, survey ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut akibat perpindahan spesies/biota laut akibat pembuangan air balas yang dibawa kapal dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebab, munculnya biota laut asing yang berbahaya bagi lingkungan ini memiliki dampak pada ketidakseimbangan ekosistem laut. “Pembuangan air balas kapal ini juga berpengaruh buruk pada perkembangan biota laut,” papar Rudiyanto.

Dalam konvensi ini, kata Rudiyanto, seluruh kapal yang berlayar di jalur pelayaran internasional harus melakukan pengelolaaan air balas dan sedimen sesuai dengan persyaratan dalam konvensi. Dengan begitu, penyebaran organisme air yang berbahaya dari satu daerah ke daerah lain bisa dicegah dengan menetapkan standar serta prosedur pengelolahannya.

“Termasuk di dalamnya adalah pengendalian air dan sedimen balas kapal. Jadi, kami berharap shipowner bisa mengimplementasikan semua prosedur dan form catatan yang terkait manajemen air balas sesuai BWM Plan,” harapnya.

Rudiyanto mengungkapkan, penerapan Konvensi BWM di Indonesia tersebut sesuai hasil sidang MEPC 71 pada, 3 - 7 Juli 2017 lalu. Ia meminta, pemilik kapal yang dikenai aturan Konvensi BWM tersebut memperhatikan dan dapat melaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk kapal-kapal bangunan baru yang peletakan lunasnya dilakukan pada atau setelah 8 September 2017, harus melakukan instalasi Ballast Water Management Treatment System (BWMTS) pada saat serah terima kapal,” ingat Rudiyanto.

Sedangkan, untuk kapal existing (bangunan jadi), melakukan instalasi BWMTS pada saat pembaharuan (renewal) sertifikasi IOPP. Ketentuan lebih lanjut bisa dilihat dan dipelajari melalui website BKI. "Alamatnya, di http://www.bki.co.id/pagestatis-106-water-ballast-management-lang-id.html," jelasnya. (sa/ms/bki)


Banyuwangi, Expostnews.com – Sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin, kini bukan lagi mustahil dilakukan para pengguna jasa dibidang kepelabuhanan. Terbukti, para pengguna jasa semakin mudah mengetahui jumlah kapal yang sandar dan dibongkar setiap harinya di pelabuhan.

“Dengan adanya sistem IBS yang diterapkan Pelindo III dapat menghemat waktu dalam mengajukan permohonan sandar kapal, dan bisa mengestimasi perhitungan biaya yang langsung diketahui tanpa menunggu lama,” aku Danu, seorang pengguna jasa Pelindo III dari PT Adhiguna Putera, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, ada beberapa manfaat dari penerapan aplikasi Integrated Billing System (IBS) yang dilaksanakan dihampir semua pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Selain mudah mengetahui jumlah kapal yang dibongkar dan efisien dalam pengajuan sandar kapal, sistem IBS Pelindo III juga transparan biaya, hemat kertas, kemudahan trucking dalam permohonan serta pelayanan.

“Penerapan sistem IBS dapat mempercepat pelayanan dan bisa mengurangi tatap muka langsung antara Pelindo III dengan pelanggan jasa kepelabuhanan,” ujar General Manager (GM) Pelindo III Tanjung Wangi, Edy Sulaksono terpisah.

Edy mengaku, Pelindo III Tanjung Wangi telah melakukan sosialisasi ke pihak eksternal terkait pengenalan proses bisnis aplikasi IBS, pada Selasa (18/7/2017). Sosialisasi IBS yang berlangsung di ruang rapat kantor Pelabuhan Tanjung Wangi tersebut diikuti 19 perwakilan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan perusahaan pelayaran seperti, PT Pelni, Pertamina serta Djakarta Lloyd.

“Enam pilar yang menjadi unggulan pelayanan berbasis teknologi informasi IBS ini adalah, E-Regristration, E-Booking, E-Payment, E-Billing, E-Care dan E-Trucking. Penerapan sistem IBS ini juga merupakan amanat Kementerian BUMN yang mewajibkan Badan Usaha Pelabuhan untuk menerapkan single billing berbasis teknologi informasi ini,” tukas Edy.

Dikatakan, guna memberikan kemudahan bertransaksi dalam hal pembiayaan serta pembayaran, Pelindo III Tanjung Wangi bekerjasama dengan beberapa bank, diantaranya Bank Jatim, Mandiri, dan BNI. Ia menuturkan, dalam uji coba aplikasi IBS, tidak ditemukan kendala dalam pengoperasiannya. “Karena, aplikasi ini cukup kompatibel untuk diakses dengan menggunakan segala jenis gadget,” yakinnya.

Seperti diketahui, para pengguna jasa kepelabuhanan Pelindo III tidak perlu lagi datang ke kantor Pelindo III untuk mengajukan permohonan sandar kapal. Cukup dengan menggunakan aplikasi IBS, dengan alamat Web : anjungan.pelindo.co.id, para pengguna jasa kepelabuhanan sudah dapat mengajukan permohonan sandar kapal. Berdasar kemampuannya, aplikasi IBS tersebut merupakan platform sistem informasi pelayanan jasa pelabuhan berbasis online yang mudah di akses pengguna jasa kepelabuhanan dimanapun dan kapanpun. (sa/ms/hum)

Page 1 of 18