Breaking News
Time: 5:54
Transport

Surabaya, Expostnews.com - Tarif perjalanan kereta api (KA) bersubsidi di lintasan operasional PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, tahun ini dibatalkan pemberlakuannya. Selain itu, tarif untuk KA kelas ekonomi jarak sedang dan jauh di 10 rute tersebut juga berganti harga alias disesuaikan.

"Kalau membaca aturannya, penyesuaian tarif KA ekonomi bersubsidi ini sebenarnya sudah dimulai 7 Juli 2017 lalu," aku Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko, Rabu (4/10/2017).

Pengunduran pemberlakuan atas penyesuaian tarif tersebut, kata Gatut, berdasarkan instruksi pemerintah. Melalui instruksi tersebut, agar penerapan penyesuaian tarif subsidi KA ekonomi dimulai pada keberangkatan, 1 Januari 2018.

"Penyesuaian tarif ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (PM) No. 42 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik," urai Gatut.

Menurutnya, pemberlakuan penyesuaian tarif ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA ekonomi bersubsidi. Dengan penerapan Public Service Obligation (PSO) yang disesuaikan tersebut, masyarakat dapat mulai melakukan pemesanan tiketnya pada, 2 November 2017 untuk keberangkatan 1 Januari 2018.

"Atau H-60 di seluruh channel resmi penjualan tiket KA," ingatnya. (sa/ms)

Berikut daftar KA ekonomi PSO yang mengalami penyesuaian tarif di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya :

1. KA Logawa rute : Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember dari Rp 74.000 menjadi Rp 80.000

2. KA Pasundan rute : Surabaya Gubeng-Kiaracondong dari Rp 94.000 menjadi Rp 110.000

3. KA Sri Tanjung rute : Lempuyangan-Banyuwangi dari Rp 94.000 menjadi Rp 110.000

4. KA Gaya Baru Malam Selatan rute : Surabaya Gubeng-Pasarsenen dari Rp 104.000 menjadi Rp 120.000

5. KA Matarmaja rute : Malang-Pasarsenen dari Rp 109.000 menjadi Rp 125.000

6. KA Tawang Alun rute : Malang-Banyuwangi Rp 62.000 menjadi Rp 65.000

7. KA Probowangi rute : Banyuwangi-Probolinggo-Surabaya Gubeng dari Rp 56.000 menjadi Rp 65.000

8. KA Probowangi rute : Banyuwangi-Probolinggo dari Rp 27.000 menjadi Rp 30.000

9. KA Probowangi rute : Probolinggo-Surabaya Gubeng dari Rp 29.000 menjadi Rp 35.000

10. KA Maharani rute : Surabaya Pasarturi-Semarangponcol dari Rp 49.000 menjadi Rp 50.000

Sumber : Daop 8 Surabaya

Surabaya, Expostnews.com – Bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni ke PT Pertamina, dalam sehari mengeluarkan biaya Rp 4,8 miliar atau setahunnya bisa menembus bilangan Rp 1,7 triliun. Angka tersebut terkalkulasi dalam sehari, dengan rata-rata Pertamina melayani 8 unit kapal dari 86 kapal yang dimiliki Pelni.

“Kami akan memberikan kemudahan transaksi BBM ke Pelni melalui program pelayanan i-serv. Ini merupakan bentuk layanan yang diberikan Pertamina kepada Pelni mulai dari Ordering, Invoicing sampai dengan Reporting,” tukas Vice President Industrial Fuel Marketing Pertamina Ageng Giriyono, Selasa (26/9/2017).

Ageng mengungkapkan, saat ini, Pertamina melayani untuk keseluruhan 86 unit kapal milik Pelni di 33 supply point se-Indonesia. Pelayanan ini, kata Ageng, didasarkan pada tingginya frekuensi dan besarnya dana untuk transaksi BBM kapal Pelni ke Pertamina. “Pertamina menghadirkan dua program khusus untuk Pelni, masing-masing i-serv dan Autocollection untuk mempermudah pekerjaan operasional, khususnya transaksi BBM Pelni ke Pertamina,” tutur Ageng.

Dikatakan, program i-serv merupakan layanan web-based dengan end to end proses order to cash yang diperuntukkan bagi customer credit dan autocollection Pertamina. Layanan i-serv ini, lanjut Ageng, meliputi e-Ordering, yakni layanan bagi customer untuk membuat order ke Pertamina, e-Invoicing atau layanan bagi customer untuk mengakses Invoice dari Pertamina, serta e-Reporting yang merupakan layanan bagi customer untuk mempermudah akses terhadap jejak rekam atau history transaksi dengan Pertamina dari sisi pembelian maupun pembayaran.

“Kerjasama Pelni dan Pertamina ini sebenarnya bukan hanya baru pada program ini saja, tapi telah berlangsung puluhan tahun. Karenanya, kami berharap kerjasama yang terjalin baik ini dapat berlanjut di masa mendatang. Tentu saja, dengan i-serv ini transaksi besar dan dengan frekuensi yang tinggi atas BBM Pelni ke Pertamina dapat berjalan dengan lancar, cepat dan terdokumentasi dengan baik,” papar mantan GM Pertamina MOR V Jatim Balinus ini saat membuka Training i-serv dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pertamina-PELNI 2017 di Hotel Vasa Surabaya, Senin (25/9/2017).

Sementara, Direktur Armada Pelni, M. Tukul Harsono meminta, agar seluruh pekerja Pelni lebih fokus mengikuti pelatihan. Dihadapan 64 peserta pelatihan yang terdiri dari 31 pekerja Pertamina dan 33 dari Pelni, Harsono berharap, pekerja Pelni dapat cepat beradaptasi dalam mengaplikasikan program i-serv untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, khususnya transaksi BBM ke Pertamina.

“Semoga melalui pelatihan dan rapat kordinasi ini dapat menyelesaikan masalah-masalah ataupun kendala selama ini khususnya terkait transaksi BBM di lokasi masing-masing. Selain itu, semakin memudahkan koordinasi antara Kantor Cabang Pelni dan lokasi Supply Point Pertamina di seluruh Indonesia,” pinta Harsono disela Pelatihan Program i-serv Pertamina dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pelni 2017 yang digelar 2 hari di Hotel Vasa Surabaya, mulai 25-26 September 2017. (sa/ms/hum)

BKI Survei Mulai Hari Ini

Jakarta, Expostnews.com – Air balas yang dibawa kapal dan terbuang ke laut diduga bisa menyebabkan munculnya biota laut asing yang berbahaya bagi lingkungan. Mendasari hal ini, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI mulai melakukan survei dan sertifikasi manajemen air balas kapal.

“Upaya BKI ini sudah sesuai aturan IMO, dan diberlakukan efektif mulai hari ini,” jelas Direktur Utama (Dirut) BKI, Rudiyanto, Jumat (8/9/2017).

Menurut Rudiyanto, ketetapan International Maritime Organization (IMO) dalam Ballast Water Management Convention (BWMC) tersebut telah diratifikasi Pemerintah Indonesia. Selain itu, regulasi terkait air balas ini juga sesuai perjanjian kerjasama IMO dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), atas nama Pemerintah Indonesia.

“Selain survey, kami juga melakukan proses sertifikasi manajemen air balas kapal,” ingat Rudiyanto.

Dijelaskan, survey ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut akibat perpindahan spesies/biota laut akibat pembuangan air balas yang dibawa kapal dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebab, munculnya biota laut asing yang berbahaya bagi lingkungan ini memiliki dampak pada ketidakseimbangan ekosistem laut. “Pembuangan air balas kapal ini juga berpengaruh buruk pada perkembangan biota laut,” papar Rudiyanto.

Dalam konvensi ini, kata Rudiyanto, seluruh kapal yang berlayar di jalur pelayaran internasional harus melakukan pengelolaaan air balas dan sedimen sesuai dengan persyaratan dalam konvensi. Dengan begitu, penyebaran organisme air yang berbahaya dari satu daerah ke daerah lain bisa dicegah dengan menetapkan standar serta prosedur pengelolahannya.

“Termasuk di dalamnya adalah pengendalian air dan sedimen balas kapal. Jadi, kami berharap shipowner bisa mengimplementasikan semua prosedur dan form catatan yang terkait manajemen air balas sesuai BWM Plan,” harapnya.

Rudiyanto mengungkapkan, penerapan Konvensi BWM di Indonesia tersebut sesuai hasil sidang MEPC 71 pada, 3 - 7 Juli 2017 lalu. Ia meminta, pemilik kapal yang dikenai aturan Konvensi BWM tersebut memperhatikan dan dapat melaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk kapal-kapal bangunan baru yang peletakan lunasnya dilakukan pada atau setelah 8 September 2017, harus melakukan instalasi Ballast Water Management Treatment System (BWMTS) pada saat serah terima kapal,” ingat Rudiyanto.

Sedangkan, untuk kapal existing (bangunan jadi), melakukan instalasi BWMTS pada saat pembaharuan (renewal) sertifikasi IOPP. Ketentuan lebih lanjut bisa dilihat dan dipelajari melalui website BKI. "Alamatnya, di http://www.bki.co.id/pagestatis-106-water-ballast-management-lang-id.html," jelasnya. (sa/ms/bki)


Banyuwangi, Expostnews.com – Sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin, kini bukan lagi mustahil dilakukan para pengguna jasa dibidang kepelabuhanan. Terbukti, para pengguna jasa semakin mudah mengetahui jumlah kapal yang sandar dan dibongkar setiap harinya di pelabuhan.

“Dengan adanya sistem IBS yang diterapkan Pelindo III dapat menghemat waktu dalam mengajukan permohonan sandar kapal, dan bisa mengestimasi perhitungan biaya yang langsung diketahui tanpa menunggu lama,” aku Danu, seorang pengguna jasa Pelindo III dari PT Adhiguna Putera, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, ada beberapa manfaat dari penerapan aplikasi Integrated Billing System (IBS) yang dilaksanakan dihampir semua pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Selain mudah mengetahui jumlah kapal yang dibongkar dan efisien dalam pengajuan sandar kapal, sistem IBS Pelindo III juga transparan biaya, hemat kertas, kemudahan trucking dalam permohonan serta pelayanan.

“Penerapan sistem IBS dapat mempercepat pelayanan dan bisa mengurangi tatap muka langsung antara Pelindo III dengan pelanggan jasa kepelabuhanan,” ujar General Manager (GM) Pelindo III Tanjung Wangi, Edy Sulaksono terpisah.

Edy mengaku, Pelindo III Tanjung Wangi telah melakukan sosialisasi ke pihak eksternal terkait pengenalan proses bisnis aplikasi IBS, pada Selasa (18/7/2017). Sosialisasi IBS yang berlangsung di ruang rapat kantor Pelabuhan Tanjung Wangi tersebut diikuti 19 perwakilan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan perusahaan pelayaran seperti, PT Pelni, Pertamina serta Djakarta Lloyd.

“Enam pilar yang menjadi unggulan pelayanan berbasis teknologi informasi IBS ini adalah, E-Regristration, E-Booking, E-Payment, E-Billing, E-Care dan E-Trucking. Penerapan sistem IBS ini juga merupakan amanat Kementerian BUMN yang mewajibkan Badan Usaha Pelabuhan untuk menerapkan single billing berbasis teknologi informasi ini,” tukas Edy.

Dikatakan, guna memberikan kemudahan bertransaksi dalam hal pembiayaan serta pembayaran, Pelindo III Tanjung Wangi bekerjasama dengan beberapa bank, diantaranya Bank Jatim, Mandiri, dan BNI. Ia menuturkan, dalam uji coba aplikasi IBS, tidak ditemukan kendala dalam pengoperasiannya. “Karena, aplikasi ini cukup kompatibel untuk diakses dengan menggunakan segala jenis gadget,” yakinnya.

Seperti diketahui, para pengguna jasa kepelabuhanan Pelindo III tidak perlu lagi datang ke kantor Pelindo III untuk mengajukan permohonan sandar kapal. Cukup dengan menggunakan aplikasi IBS, dengan alamat Web : anjungan.pelindo.co.id, para pengguna jasa kepelabuhanan sudah dapat mengajukan permohonan sandar kapal. Berdasar kemampuannya, aplikasi IBS tersebut merupakan platform sistem informasi pelayanan jasa pelabuhan berbasis online yang mudah di akses pengguna jasa kepelabuhanan dimanapun dan kapanpun. (sa/ms/hum)

Jakarta, Expostnews.com – Pemanfaatan gas bumi secara nasional kini semakin meluas. Buktinya, pemanfaatan energi bersih yang ‘dipromotori’ PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) ini mampu mengoperasikan moda transportasi laut yang dioperatori PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) Indonesia Ferry.

“Kami terus berupaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi dari berbagai sektor, termasuk di antaranya transportasi laut, seperti di kapal baru berbahan bakar ganda (dual fuel) di lintasan Merak (Banten) – Bakauheni (Lampung) yang dioperatori PT ASDP Indonesia Ferry,” kata Direktur Utama (Dirut) PGN Jobi Triananda Hasjim, Selasa (25/7/2017).

Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) joint study pengoperasian kapal baru berbahan bakar ganda (dual fuel) di lintasan Merak (Banten) – Bakauheni (Lampung) dengan PT ASDP Indonesia Ferry itu, Jobi mengatakan, PGN dan ASDP dapat melakukan kajian bersama terhadap pengoperasian kapal baru dual fuel di Merak-Bakauheni. Dengan kerja sama ini kapal baru tersebut akan melintas di Merak-Bakauheni menggunakan dua bahan bakar berkomposisi 70% Liquefied Natural Gas (LNG) dan 30% solar.

“Kami senang dengan kerja sama yang terus berkelanjutan antara PGN dengan ASDP ini. Dengan ini, kami juga mendukung program Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mendorong pembangunan di bidang kemaritiman,” tukas Jobi yang ikut menyaksikan kesepakatan kerja sama kedua BUMN yang ditandatangani Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan PGN, Gigih Prakoso dan Direktur Teknik dan Operasional ASDP La Mane di Kantor Pusat PGN, Jalan Zainul Arifin, Jakarta Pusat.

Jobi menjelaskan, kedua BUMN memilih lintasan Merak-Bakauheni dikarenakan lintasan tersebut menghubungkan dua pelabuhan penumpang terbesar di Indonesia. Dengan adanya kapal baru ini, PGN dan ASDP turut mendukung kebutuhan proyek dermaga eksekutif yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2018. “Kami berharap kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) baru berbahan bakar ganda ini akan menjadi pilot project di lintasan tersebut,” ujar Jobi.

Sementara, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi merespon positif kesepakatan antara ASDP dengan PGN terkait kajian bersama pengoperasian kapal baru dual fuel di Merak-Bakauheni tersebut. Ia mengaku, kerja sama ini sejalan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional dan peraturan internasional terkait pengaturan bahan bakar gas untuk kapal, diantaranya International Maritime Organization (IMO), IGF Code, MARPOL Annex VI, International Organization for Standardization (ISO) dan ISO 28460:2010 – Installation and Equipment for LNG Ship to Shore Interface and Port Operations.

“Kami berharap, penggunaan bahan bakar dari kapal baru yang akan melintas di Merak-Bakauheni akan lebih efisien, dan ramah lingkungan, karena  menggunakan dua bahan bakar dengan komposisi 70 persen LNGdan selebihnya solar,” tutur Faik Fahmi yang juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak.

Menurutnya, kajian bersama terkait bahan bakar ganda tersebut, PT ASDP dapat mengoperasikan kapal Ro-Ro dengan tenaga yang lebih besar, namun menggunakan bahan bakar yang lebih efektif dan efisien. “Harapan kami, hasil kajian bersama ini bisa feasible terhadap kapal maupun di lintasan penyeberangan yang akan dioperasikan ASDP. Tentunya, hal ini juga memperhitungkan fasilitas pendukung di darat serta seluruh kajian bisnis dan operasionalnya,” harap Faik.

Apalagi, lanjut Faik, tahun ini PT ASDP tengah melakukan percepatan aktivitas bisnis komersial perusahaan dalam mencapai excellent services yang ditarget perusahaan dalam lima tahun mendatang. Kerjasama yang bukan kali pertama dilakukan ASDP dengan PGN ini, lanjut Faik, bukan semata sinergi antar BUMN, melainkan jauh memberikan benefit yang tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak. “Tapi juga mendukung kepentingan nasional terkait penghematan bahan bakar solar yang mulai langka dengan memaksimalkan pemanfaatan gas bumi,” tuturnya.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2016, kedua perusahaan negara tersebut juga telah melakukan kerja sama joint study pengoperasian kapal baru berbahan bakar ganda di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Selain menyusun rencana, ruang lingkup kerja sama juga mencakup kajian bersama pengadaan kapal baru yang meliputi aspek teknis, komersial, dan legal.

“Setelah itu, kedua pihak akan membuat laporan, rekomendasi, dan rencana tindak lanjut kerja sama tersebut. Jika dalam kesepakatan ini keduanya perlu tambahan pihak lain, proses pengadaan pun dapat dilakukan oleh pihak ketiga,” tambah Jobi.

Menurutnya, serupa dengan sebelumnya, perjanjian antara PGN dengan ASDP memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau satu tahun. Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis antara kedua BUMN. “Kami terus berupaya menyebarluaskan pemanfaatan gas bumi sebagai energi baik ke berbagai sektor ekonomi di Indonesia, salah satunya sektor transportasi,” ingatnya.

Sekadar tahu, PGN adalah perusahaan nasional Indonesia terbesar di bidang transportasi dan distribusi gas bumi yang berperan besar dalam pemenuhan gas bumi domestik. Saat ini, dengan lebih dari 7.278 kilometer pipa transmisi dan distribusi yang berhasil dibangunnya, PGN berhasil menyalurkan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan domestik setara dengan 23 juta liter per hari. PGN menyuplai gas bumi ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG, serta rumah tangga. (sa/ms)

Bambang Haryo: Mulyakan Wong Soro

Surabaya, Expostnews.com – PT Dharma Lautan Utama (DLU) memberikan rangsangan dengan memberikan potongan harga bagi para pelanggan, khususnya penumpang mudik Lebaran 2017. Tak tanggung-tanggung, operator pelayaran swasta tersebut memberikan diskon hingga 20% untuk penumpang kapal DLU dari H-1 hingga H+4 Idul Fitri 1438 H.

“Ini demi kenyamanan, agar calon penumpang bisa menikmati Lebaran bersama sanak keluarganya. Diskon 15-20 persen ini agar masyarakat menggunakan angkutan laut pada saat kondisi kosong,” tutur penasehat PT DLU, Bambang Haryo Soekartono disela buka puasa bersama (bukber) dengan jurnalis Surabaya, Jumat (23/6/2017).

Bambang mengungkapkan, potongan harga tersebut tidak pernah dilakukan moda transportasi serupa saat Lebaran tiba. Bahkan, operator lainnya, berlomba-lomba menaikkan tarif kapalnya saat menjelang Lebaran.

“Kami tidak. Malah satu bulan menjelang lebaran, DLU sudah memberi harga tiket khusus dengan potongan 20 persen. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat bisa memanfaatkan mudik lebih awal dan tidak menumpuk saat mendekati Lebaran,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, DLU dalam telah menyiapkan jauh hari melalui rapat koordinasi (rakor) internal untuk memberikan pelayanan maksimal saat Lebaran 2017. Dalam rakor tersebut, DLU mengemas 3 even untuk pelayanan kepada pelanggannya. “Pertama angkutan barang. Kami menyiagakan armda demi menjamin kelancaran arus logistik ke luar Jawa. Dengan harapan, tidak terjadi penumpukan barang yang akan berpengaruh pada harga barang di pasar akibat tingginya demand,” ujar Bambang.

Sedangkan, even kedua adalah, pelayanan angkutan Lebaran. Dalam rakor sebulan sebelumnya, DLU sudah menyiapkan armada kapal, kru maupun call centre untuk pelayanan nonstop 24 jam. Harapannya, setiap aduan yang disampaikan bisa segera ditindaklanjuti dengan cepat.

“Siapapun yang menghubungi kepala cabang pasti direspon. Ini fungsi pelayanan 24 jam yang kami berikan kepada pelanggan,” ingat Bambang, yang juga anggota DPR RI dari Komisi VI.

Untuk even ketiga, lanjut Bambang, DLU menggagas angkutan liburan sekolah yang pada tahun ini berbarengan dengan arus mudik Lebaran. Kondisi ini juga menjadi perhatian DLU, agar semua penumpang bisa tergarap dan bisa menikmati pelayanan kapal DLU.

“Karena ada 3 event yang bersamaan yang mengakibatkan overload, maka DLU membantu pemerintah untuk melebarkan rentang waktu masyarakat bisa menggunakan transportasi laut. Tentu saja dengan menawarkan harga murah melalui diskon. “Layanan ini demi masyarakat menengah ke bawah, bahkan dibawah menenggah. Karena kami ingin wong soro pun bisa dimulyakan DLU,” papar Bambang didampingi seluruh jajaran direksi maupun manajer cabang.

Tak lupa, Bambang juga mengungkapkan, ada juga tiga hal yang diperhatikan DLU, yaitu terangkutnya semua kebutuhan masyarakat untuk melakukan penyeberangan dan terjaminnya keselamatan pelayaran serta keamanan dan kenyamanan. Semua diberikan DLU diatas standarisasi yang ditetapkan pemerintah melalui beragam inovasi pelayanan.

“Seperti layanan hiburan, medis, penyuguhan film layar lebar di terminal penumpang dan hadiah bagi penumpang anak hingga pemberian jalur khusus saat embarkasi bagi penumpng ibu dan anak-anak,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PT DLU, Erwin H Poedjono mengatakan, pelayanan yang diberikan DLU tidak hanya itu saja. DLU, kata Erwin, memberikan kepercayan pada pelanggannya dengan pelayanan medis sampai ke tindakan pertolongan persalinan diatas kapal.

“Ini adalah perlakuan khusus bagi penumpang yang melahirkan diatas kapal, dengan membebaskan si anak menikmati tiket gratis seumur hidup menggunakan kapal DLU,” jelasnya.

Ditambahkan, bentuk komitmen perusahaan dalam memberi pelayanan prima kepada masyarakat adalah, tetap mengangkut penumpang pemegang tiket, namun tertinggal kapal.

“Biasanya ketinggalan kapal dikarenakan jadwal keberangkatan dipercepat. Dengan kondisi ini, penumpang tetap difasilitasi keberangkatannya, meski menggunakan pelayanan kapal dari perusahaan lain,” ungkapnya. (sa/ms)

Sediakan 2 Fasilitas Lesehan di Jatim

Surabaya, Expostnews.com – Sangat disarankan mencukupkan waktu istirahat untuk menjaga stamina agar terhindar dari kelelahan saat perjalanan mudik, apalagi menggunakan kendaraan pribadi. Sebaiknya, pemudik dengan kendaraan pribadi di Lebaran 2017 tidak melewatkan Posko Lesehan Enduro yang disediakan anak usaha PT Pertamina (Persero) pengelola bisnis pelumas otomotif, PT Pertamina Lubricants.

“Program Lesehan Enduro ini kami gelar secara nasional dan serentak. Untuk area Jawa Timur, kami sediakan dua titik Lesehan Enduro. Masing-masing ada  di SPBU 54.631.10 Jalan Pajajaran Kecamatan Saradan – Madiun, serta SPBU 54.671.28 di Jalan Raya Sedarum – Nguling Pasuruan,” tukas Eko Ricky Susanto, Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants dikonfrimasi, Selasa (20/6/2017).

Ricky menyebut, tempat rehat sejenak tersebut dipasang di 5 titik utama di Jalur Pantura, Tengah dan Jalur Selatan. Bukan hanya itu, sedikitnya ada juga 11 titik yang tersebar di beberapa kota besar lainnya. “Mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Balikpapan dan Makassar,” ingat Ricky.

Diungkapkan, Lesehan Enduro ini berjaga dan siap siaga 24 jam dimulai tanggal 20 - 24 Juni 2017. Posko istirahat bagi pemudik tersebut, lanjut Ricky, memberikan beragam fasilitas, seperti tempat istirahat, arena bermain anak (kids corner), kegiatan mewarnai bagi anak-anak, ruang khusus ibu menyusui, pijat refleksi, pemberian takjil dan buka puasa.

“Kami juga sediakan fasilitas ganti oli hingga servis ringan kendaraan bermotor. Kami gratiskan untuk pemudik,” tuturnya.

Menurut Ricky, program ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi Pertamina Lunricants kepada pemudik selama melakukan perjalanan. Selain itu, program tersebut memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik kepada masyarakat, khususnya yang telah mempercayakan produk Pelumas Pertamina.

“Sehingga dapat merasakan manfaat dari keberadaan posko Lesehan Enduro yang kami lakukan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, PT Pertamina Lubricants juga melaksanakan consumer promo yaitu Enduro Berkah Ramadhan dan Fastron Mudik Lebaran. Enduro Berkah Ramadhan adalah program setiap penggantian Enduro Matic mendapatkan langsung hadiah berupa Gear Matic atau penggantian Enduro Racing mendapatkan voucher BBK senilai Rp. 10.000. Sedangkan Fastron Mudik Lebaran memberikan gratis 1 liter setiap penggantian Pelumas Fastron 3 liter.

“Program ini dilaksanakan mulai tanggal 3 Juni dan berakhir tanggal 24 Juni 2017 atau selama persediaan masih ada dan berlaku di outlet-outlet bertanda khusus di area Jatim & Balinus,” urai Ricky.

Sekadar tahu, Pertamina Fastron - Pelumas yang dilengkapi dengan Nano Guard Technology, sangat dianjurkan untuk Pelumas mobil generasi terbaru dan mampu bertahan dalam kondisi ekstrim. Pertamina Fastron diformulasikan dari Synthetic base oil dan aditif pilihan, menghasilkan kinerja yang sangat baik untuk mesin anda. Pertamina Fastron kompatibel dengan teknologi sistem emisi gas buang modern dan mendukung penghematan bahan bakar menjadi lebih ekonomis. Saat ini Pertamina Fastron memiliki varian yang sangat lengkap Pertamina Fastron Techno, Fastron Gold, Fastron Platinum dan Fastron Diesel.

Pertamina Enduro – Pelumas synthetic berkualitas tinggi untuk motor yang memiliki kekentalan ganda yang diformulasikan dengan base oil sinthetis dan aditif terpilih untuk menghasilkan kinerja akselerasi serta perlindungan keausan yang maksimal, memiliki standar mutu JASO dan API cocok untuk penggunaan sehari-hari yang mengutamakan perlindungan mesin dan konsumsi bahan bakar optimal. Pertamina Enduro memiliki varian Enduro 4T, Enduro 4T Racing, Enduro Matic, Enduro Matic G dan Enduro Sport. (ms/sa/hum)

Surabaya, Expostnews.com – Sarana transportasi jenis truk/trailer pengangkut barang ekspor-impor masih diperkenankan beroperasi pada masa larangan operasional H-4 hingga H+3 Lebaran 2017/Idul Fitri 1438 H. Pengabaian larangan tersebut bisa dilakukan, apabila truk/trailer pengangkut komoditas selain sembilan bahan pokok (sembako) itu memiliki surat dispensasi angkutan ekspor-impor dari pihak yang diberi kewenangan atas pembatasan operasional tersebut.

“Kalaupun aktivitas truk angkutan barang ekspor-impor masih berjalan pada masa pembatasan itu. Asalkan, mendapat dispensasi angkutan terlebih dahulu,” ungkap Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi terkait pembatasan angkutan untuk masa Lebaran tahun ini, Kamis (15/6/2017).

Menurut Kody, keputusan atas diperkenankannya operasional truk/trailer pengangkut barang ekspor/impor pada masa larangan tersebut harus dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan LLAJ Provinsi Jatim. Selaku pihak penerbit surat dispensasi angkutan yang sah, Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim tetap mengacu surat keputusan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur terkait pemberian dispensasi operasional angkutan komodias ekspor-impor.

“Jadi, ada dua surat yang menjadi dasar bisa mengangkut barang ekspor-impor dengan menggunakan dispensasi yang diterbitkan Dishub. Satu dari Gubernur, dan satunya dari Dirjen Perhubungan Darat,” jelas Kody.

Terkait terbitnya surat dispensasi angkutan tersebut, Kody berharap, kondisi transportasi arus mudik dan balik Lebaran 2017 tidak terganggu kelancarannya. Sebab, secara resmi, hanya truk/trailer pengangkut komoditas pokok atau sembako yang bisa melaksanakan aktivitasnya tanpa pembatasan operasional.

“Itupun (truk, red) tidak melebihi dua sumbu dan dalam kondisi armadanya ready. Intinya, kalau muatanya sembako, tetap bisa berjalan, kecuali barang bangunan itu mutlak tidak boleh. Kalau barang ekspor-impor harus mendapat dispensasi jalan,” urai Kody disela penyerahan santunan yang terkumpul dari para anggota Organda Khusus Tanjung Perak untuk 53 anak yatim dari 3 yayasan panti asuhan Khotijah, Tunas Yatim dan Hidayatul Ummah. “Total nilai santunannya sebesar Rp 30 juta,” sambungnya.

Dalam sambutannya di acara buka puasa bersama (bukber) DPC Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya di Hotel Vasa bersama anak yatim, Rabu (14/6/2017), Kody mengatakan, santunan tersebut merupakan bagian dari kepedulian anggota terhadap sesama. Pada agenda bukber bertema, ‘Satukan Hati & Sucikan Diri dengan Lebih Peduli’ itu, turut hadir seluruh pelaku usaha trucking, instansi terkait dan stakeholder di Tanjung Perak. “Acara yang kami gelar ini sekaligus merajut silaturrahim yang selama ini sudah terjalin baik,” ingatnya. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com – Kurangnya kelengkapan alat keselamatan transportasi dan pengabaian terhadap aturan, kerap dituding menjadi pemicu timbulnya kecelakaan. Namun tidak menutup kemungkinan, lemahnya kemampuan dan kurangnya kepedulian pemilik kebijakan untuk mendorong kepatuhan juga dinilai turut berkontribusi terhadap insiden.

“Kalau surat pernyataan kepada pengguna jasa, tidak akan menjamin terciptanya keamanan dan keselamatan pelayaran. Karena, DLU sudah sering, atau mungkin sudah tak terhitung jumlah surat pernyataan yang dikeluarkan kepada pengguna jasa,” ingat Direktur Operasional dan Usaha PT Dharma Lautan Utama (DLU), Rakhmatika Ardianto, Kamis (25/5/2017).

Menurut Rakhmatika, yang diinginkan seluruh pelaku usaha pelayaran adalah alat detektor untuk melacak kebenaran angkutan yang dibawa truk naik ke kapal. Terkait, alat deteksi tersebut, lanjut Rakhmatika, sudah berkali-kali dan berulang-ulang DLU mendesak Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak menyediakan detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro.

“Karena, surat pernyataan bisa dikelabuhi atau disiasati pengguna jasa, termasuk perusahaan ekspedisi yang tidak jujur terhadap muatan dalam truk yang dikirim dengan menggunakan moda transportasi laut,” tandasnya.

Sayangnya, regulator yang menjadi penentu kebijakan terkesan lambat merespon keinginan pelaku usaha terhadap penyediaan alat detektor. Ia juga mengaku, DLU telah mendesak OP Tanjung Perak mereaksi keinginan pengusaha pelayaran menjaga keselamatan di laut.

“Kami berkali-kali mendesak OP agar menempatkan alat detektor di dermaga pemumpang kapal Roro. Agar bisa mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa, termasuk peristiwa yang pernah dialami DLU dengan kapal Kirana IX," ingat Rakhmatika.

Menurutnya, selama belum ada sinyal khusus dari OP Tanjung Perak, DLU tetap menggunakan surat pernyataan yang diberikan kepada pengguna jasa. Hanya saja, ia meminta, seluruh truk muatan dan perusahaan ekspedisi bisa jujur dengan muatan yang diangkut.

“Surat pernyataan ini, akan kami gunakan sebagai bahan laporan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, jika memang ada truk yang mengangkut muatan berbahaya,” kata Rakhmatika.


Dua Insiden Tanjung Perak

Pentingnya penempatan alat detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro karena di Tanjung Perak sudah dua kali terjadi kecelakaan kapal terbakar sejak tahun 2011. Kapal terbakar yang dipicu muatan truk tersebut, rata-rata berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Salah satunya kapal milik PT DLU, KM Kirana IX, yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Balikpapan pada September 2011. Saat itu, delapan penumpang jadi korban,” tuturnya.

Hal serupa juga menimpa KM Mutiara Sentosa I. Kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (Atosim/ALP) itu terbakar di perairan Masalembo saat berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan, Jumat (19/5/2017), yang menewaskan 5 orang penumpang. Dugaan sementara, KM Mutiara Sentosa I terbakar diakibatkan muatan truk yang mudah meledak. “Sejak kebakaran KM Kirana IX, kami sudah mendesak OP Tanjung Perak untuk menempatkan alat detektor di Dermaga Penumpang Roro,” jelasnya.

Artinya, kata Rakhmatika, operator pelayaran seperti DLU tidak melarang dan tetap membolehkan setiap truk yang mengangkut barang dengan menggunakan jasa pelayaran. Asalkan, tetap ada pengakuan, jika bahan muatan yang diangkut truk adalah berbahaya. “Pasti, akan kami tempatkan di ‘space deck’ atau ruang dek khusus,” tuturnya.

Beruntung, selama ini memang tidak ada masalah besar terhadap surat pernyataan tersebut. Kesyahbandaran tetap mengizinkan kapal DLU berlayar dengan truk yang mengangkut bahan berbahaya setelah mengisi surat pernyataan. “Yang paling aman adalah, ada alat detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro. Di Tanjung Perak, alat detektor hanya ditempatkan di dermaga peti kemas internasional untuk mendeteksi barang-barang selundupan, termasuk narkoba ataupun bahan peledak,” tuturnya. (sa/ms/han)

Disnav Surabaya Telah Siapkan Konsep

Surabaya, Expostnews.com - Jalur perlintasan pelayaran di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dipastikan pindah dari lokasi semula. Pengalihan alur tersebut menyusul temuan dua sumur yang menjadi sumber minyak lepas pantai milik anak usaha PT Pertamina (Persero), yang berada tepat di mulut APBS.

"Ya. Konsep pemindahan alur yang kami buat sudah jadi, dan tercetak" cetus Kepala Kantor Distrik Navigasi (Kadisnav) Kelas I Surabaya, Supardi, Senin (22/5/2017).

Hanya saja, ingat Supardi, penggeseran APBS dari posisi semula itu masih harus ditindasi dengan aturan baru yang menguatkan pemindahan alur. Menurutnya, pijakan tersebut tetap merujuk Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor: KP 455/2016 tentang Penetapan Alur Pelayaran, Sistem Rute, Tata Cara Berlalu Lintas dan Daerah Labuh Kapal Sesuai Dengan Kepentingannya di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

"Aturan itu harus direvisi. Kalau tidak direvisi, pembuatan alur baru tidak bisa dilaksanakan. Jadi, sekarang, tinggal menunggu revisi aturannya," aku Supardi.

Sementara, rencana pengalihan APBS dari koordinat sebelumnya ke titik alur baru diketahui menyerong ke kiri, atau jika dilihat dari arah utara penjuru mata angin alur baru tersebut bergeser ke barat. Pergeseran atau pengalihan tersebut tampak dibuat untuk menghindari dua anjungan lepas pantai yang berada tepat di pintu masuk-keluar jalur pelayaran APBS. “Yang baru ini (alur APBS, red), lebih panjang dan lebih dalam,” tukas Supardi saat dikonfirmasi terkait perambuan di wilayah tugas Distrik Navigasi yang berkantor di Tanjung Perak tersebut.

Mengutip cetakan rencana pemindahan alur baru APBS yang dibuat Kantor Disnav Kelas I Surabaya tertera jarak serong yang ditarik dari titik Merah Putih Melajur Tegak (MPMT) eksisting ke rencana alur APBS baru lebarnya mencapai 5 NM atau setara dengan 9 kilometer ke MPMT rencana. Sedangkan, panjang APBS baru yang ditarik dari titik MPMT rencana ke buoy satu mencapai 28,8 kilometer atau 16 nautical miles (NM).

“Jadi, alur APBS baru lebih panjang dibanding alur lama. Kedalamannya juga lebih dalam dengan kondisi air laut surut paling surut yang mencapai rata-rata 40 - 52 Low Water Spring (LWS). Bagaimana kalau normal? Apalagi kondisi laut pasang, jelas jauh lebih dalam. Kapal-kapal dengan generasi 8-9 juga bisa masuk di lintasan alur baru,” paparnya.

Bagaimana dengan perambuannya? Supardi mengatakan, Disnav Kelas I Surabaya akan memasang 26 rambu di sepanjang alur baru dengan tambahan 4 pasang lampu yang berkemampuan sorot lebih dari 5 NM. Keempat lampu berwarna hijau dan kuning itu akan dipasang di kiri dan kanan alur dua arah. “Sebelah kiri kami pasang warna merah atau genap, dan kanan dalam pembacaan kami adalah ganjil, akan kami pasang rambu warna hijau,” jelas Supardi.

Seperti diketahui, expostnews.com pernah mengulas polemik dua anjungan di lepas pantai dekat APBS tersebut. Berita yang diunggah di alamat http://expostnews.com/component/k2/item/2671-dua-kekuatan-besar-ini-adu-klaim-pemilik-kepentingan-nasional ini mengungkapkan, PT Pertamina (Persero) melalui mekanisme usahanya, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) telah menetapkan rencana pembangunan dua buah anjungan minyak lepas pantai. Dua anjungan yang bersinggungan dengan mulut APBS tersebut adalah disiapkan aktivasi fabrikasinya pada, September 2017 dengan gelar pipa dasar laut di instalasi anjungan pada, Oktober 2018.

Kedua proyek prestisius Pertamina di lepas pantai yang diberi nama PHE-7 dan PHE-48 itu merupakan bagian dari pengembangan lapangan PT PHE WMO untuk produksi migas. Sesuai rencana, produksi dari dua anjungan tersebut akan dialirkan ke fasilitas eksisting PHE WMO.

Klaim dari dua anjungan minyak lepas pantai di rute masuk APBS ini akan memberi kontribusi minyak nasional sekitar 4.900 BOPD. Masing-masing dari proyeksi penambahan produksi minyak tersebut, terdiri dari PHE-7 mampu mendulang 2.400 BOPD dan PHE-48 diprediksi bisa menambang 2.500 BOPD. (sa/ms/red)

Page 1 of 17