Breaking News
Time: 6:53

Organda Perak Jamin Angkutan Ekspor-Impor Bisa Beroperasi, Asalkan..?

Thursday, 15 June 2017 23:01
Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy

Surabaya, Expostnews.com – Sarana transportasi jenis truk/trailer pengangkut barang ekspor-impor masih diperkenankan beroperasi pada masa larangan operasional H-4 hingga H+3 Lebaran 2017/Idul Fitri 1438 H. Pengabaian larangan tersebut bisa dilakukan, apabila truk/trailer pengangkut komoditas selain sembilan bahan pokok (sembako) itu memiliki surat dispensasi angkutan ekspor-impor dari pihak yang diberi kewenangan atas pembatasan operasional tersebut.

“Kalaupun aktivitas truk angkutan barang ekspor-impor masih berjalan pada masa pembatasan itu. Asalkan, mendapat dispensasi angkutan terlebih dahulu,” ungkap Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy dikonfirmasi terkait pembatasan angkutan untuk masa Lebaran tahun ini, Kamis (15/6/2017).

Menurut Kody, keputusan atas diperkenankannya operasional truk/trailer pengangkut barang ekspor/impor pada masa larangan tersebut harus dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan LLAJ Provinsi Jatim. Selaku pihak penerbit surat dispensasi angkutan yang sah, Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim tetap mengacu surat keputusan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur terkait pemberian dispensasi operasional angkutan komodias ekspor-impor.

“Jadi, ada dua surat yang menjadi dasar bisa mengangkut barang ekspor-impor dengan menggunakan dispensasi yang diterbitkan Dishub. Satu dari Gubernur, dan satunya dari Dirjen Perhubungan Darat,” jelas Kody.

Terkait terbitnya surat dispensasi angkutan tersebut, Kody berharap, kondisi transportasi arus mudik dan balik Lebaran 2017 tidak terganggu kelancarannya. Sebab, secara resmi, hanya truk/trailer pengangkut komoditas pokok atau sembako yang bisa melaksanakan aktivitasnya tanpa pembatasan operasional.

“Itupun (truk, red) tidak melebihi dua sumbu dan dalam kondisi armadanya ready. Intinya, kalau muatanya sembako, tetap bisa berjalan, kecuali barang bangunan itu mutlak tidak boleh. Kalau barang ekspor-impor harus mendapat dispensasi jalan,” urai Kody disela penyerahan santunan yang terkumpul dari para anggota Organda Khusus Tanjung Perak untuk 53 anak yatim dari 3 yayasan panti asuhan Khotijah, Tunas Yatim dan Hidayatul Ummah. “Total nilai santunannya sebesar Rp 30 juta,” sambungnya.

Dalam sambutannya di acara buka puasa bersama (bukber) DPC Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya di Hotel Vasa bersama anak yatim, Rabu (14/6/2017), Kody mengatakan, santunan tersebut merupakan bagian dari kepedulian anggota terhadap sesama. Pada agenda bukber bertema, ‘Satukan Hati & Sucikan Diri dengan Lebih Peduli’ itu, turut hadir seluruh pelaku usaha trucking, instansi terkait dan stakeholder di Tanjung Perak. “Acara yang kami gelar ini sekaligus merajut silaturrahim yang selama ini sudah terjalin baik,” ingatnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 101 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS