Breaking News
Time: 7:24

Kuota SIM A Umum Bersubsidi Masih Terpenuhi 10 Persen

Saturday, 24 March 2018 16:28
Bambang Prihartono Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub RI saat menyerahkan SIM A Umum yang sudah jadi kepada pengemudi taksi online di Satuan Penyelenggara Admisnistrasi SIM (Satpas) Colombo Surabaya, Sabtu (24/3/2018) Bambang Prihartono Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub RI saat menyerahkan SIM A Umum yang sudah jadi kepada pengemudi taksi online di Satuan Penyelenggara Admisnistrasi SIM (Satpas) Colombo Surabaya, Sabtu (24/3/2018)

BPTJ Fokus Sosialisasi Edukatif

Surabaya, Expostnews.com – Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) A bersubsidi yang diterapkan Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek belum sepenuhnya tuntas.

“Persentase pengurusan SIM A ini memang masih kecil. Sampai hari ini, masih berjalan sekitar 10 persen dari kuota yang harus dipenuhi sebanyak 4.400,” aku Bambang Prihartono Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub RI di Satuan Penyelenggara Admisnistrasi SIM (Satpas) Colombo Surabaya, Sabtu (24/3/2018).

Bambang Pri, begitu sapaannya menyatakan, agar kuota yang disediakan pemerintah tersebut segera terpenuhi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pengemudi taksi online. Namun, kata Bambang, tidak akan buru-buru mengejar target untuk segera menetapkan penegakan hukumnya, hanya karena kuota belum terpenuhi.

“Tidak harus menunggu kuota yang tersedia itu terpenuhi, baru kemudian ditetapkan penegakan hukumnya. Fokusnya sekarang adalah sosialisasi edukatif untuk mempercepat kuota itu,” yakinnya saat memantau langsung proses uji simulator pemohon SIM A di ruang uji simulator Satpas Colombo.

Lebih jauh dikatakan, sesuai implementasi Permenhub 108/2017, pemberian subsidi pembuatan SIM A Umum ini, merupakan upaya pemerintah membantu pengemudi taksi online agar memenuhi syarat legalitas sebagai angkutan umum. Begitu juga dengan ketentuan uji KIR mobil dan SIM A Umum untuk pengemudi angkutan sewa khusus, tidak lain adalah menjaga keamanan pengemudi beserta penumpangnya. “Sekaligus, upaya menjamin pengemudi memiliki keterampilan mengemudi,” tutur Bambang Pri yang melanjutkan kunjungannya ke uji KIR, Wiyung Surabaya.

Disisi lain, Bambang sangat mengapresiasi keberadaan taksi online, karena saat ini memang dibutuhkan masyarakat sebagai sarana transportasi umum. Apalagi, ketersediaan moda transportasi sekarang ini masih sangat jauh dari kebutuhan masyarakat. “Akibatnya, masyarakat belum bisa terlayani dengan baik,” katanya.

Dengan adanya taksi online ini, lanjut Bambang, perlu adanya perhatian, termasuk kesejahteraan para pengemudinya. Harapannya, bisnis transportasi yang dikelola juga bisa berjalan aman, nyaman dan pendapatannya pun terjamin.

“Selain driver, kami juga memberi perhatian kepada penumpang, dengan memberikan asuransi. Hal ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Maka dari itu, sesuai PM 108, kami sangat menyarankan, agar mobil yang dikemudikan juga di KIR,” pintanya.

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris beasr Polisi (AKBP) Eva Guna Pandia mengatakan, sudah 130 pemohon yang tercatat melakukan tes untuk pembuatan SIM A Umum. Para pemohon itu, lanjut Pandia, merupakan peserta yang sebelumnya tidak lulus ujian di hari pertama. “Yang tidak lulus, kami adakan remedial test. Tapi, sebelumnya, kami telah memberikan pelatihan terkait ujian praktek, mulai teori sampai mengemudi,” katanya. (sa/ms/ssn)

Rate this item
(1 Vote)
Read 77 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS