Breaking News
Time: 6:31
Redaksi

Redaksi

Mudik Bareng PTPN Group 2018 Dilepas

Saturday, 09 June 2018 12:02

Surabaya, Expostnews.com - Sedikitnya, 200 pemudik pertama tujuan Yogyakarta dan Solo yang diberangkatkan PTPN Group area Jawa Timur (PTPN X bersama PTPN XI dan PTPN XII) telah dilepas, Sabtu (9/6/2018), di halaman PTPN XI, Jalan Merak Surabaya. Selebihnya, peserta mudik PTPN Group yang secara serentak juga dilakukan peserta Mudik Bareng BUMN lainnya di seluruh Indonesia itu secara bertahap diberangkatkan, 9-12 Juni 2018.

“Kurang lebih ada 1.700 kursi yang disediakan Mudik Bareng PTPN Group melalui darat dengan tujuan Banyuwangi, Yogyakarta, Solo, Semarang, Magetan, Trenggalek, Pacitan, Blitar, dan Pulau Madura,” kata Direktur Utama (Dirut) PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo saat hadir mendampingi Direktur Tanaman Semusim Holding Perkebunan, M. Cholidi melepas peserta mudik yang juga didampingi Direktur Utama PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putra dan Direktur Utama PTPN XII, Berlino Mahendra Santosa.

Mudik Bareng ini, kata Dwi, merupakan bentuk nyata perwujudan BUMN Hadir Untuk Negeri. Selain itu, acara mudik bareng tersebut menjadi bentuk pelayanan PTPN X bersama PTPN XI dan PTPN XII kepada para stakeholder yang telah mendukung kelangsungan perusahaan. “Sinergi BUMN ini wujud komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri,” tukas Dwi Satriyo Annurogo.

Diharapkan, melalui kegiatan Mudik Bareng PTPN Group 2018 ini, dapat mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, lancar serta kondusif. Program Mudik Gratis ini memang memiliki tujuan untuk mengalihkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih aman dan nyaman, seperti menggunakan bus, kereta api atau kapal laut.

“Sekaligus, menjadi upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas jalan. Dengan begitu, pemudik dapat berkumpul bersama keluarganya dengan selamat di kampung halamannya masing-masing untuk merayakan Idul Fitri 1439 H," katanya.

Sekadar tahu, PTPN Group menyediakan 40 bus eksekutif dengan standar aman dan layak jalan. Bus-bus tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti AC, TV, musik, snack, obat-obatan, kaos, goodie bag, dan toilet. “Para pemudik juga diproteksi dengan asuransi jiwa untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan sampai ke kampung halaman,” tutup Dwi.

Sebelumnya, beragam persiapan terkait keamanan dan kenyamanan penumpang telah dilakukan dengan baik oleh PTPN Group area Jawa Timur. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang menginginkan perjalanan mudik nyaman, aman dan lancar. (ms/sa/cw5)

Jakarta, Expostnews.com – Faktor keamanan dan pengamanan dalam pelaksanaan Test Event Asian Para Games III tahun 2018 yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno Jakarta telah disiapkan. Sedikitnya, 2.500 personel keamanan gabungan TNI/Polri, siap mengamankan pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang berlangsung mulai, 25 Juni - 4 Juli 2018.

“Untuk penambahan jumlah personel bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan,” jelas Deputi IV Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Jumat (8/6/2018).

Penyiapan personel keamanan tersebut, kata Deden Juhara, sejalan dengan harapan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari yang ingin menunjukkan, Indonesia ramah bagi kaum disabilitas. Untuk itu, personel yang diterjunkan diinstruksikan untuk selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta yang berasal dari 42 negara Asia. “Komunikasi ini dilakukan agar dalam melayani seluruh peserta tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Sementara, Raja Sapta Oktohari mengingatkan, ada tiga hal yang menjadi parameter sukses pelaksanaan Asian Para Games 2018. Parameter yang dimaksud adalah Sport (tempat pertandingan), Athlete Village (perkampungan atlet) serta transportation (transportasi), mulai tempat pertandingan, perkampungan atlet hingga angkutan harus memiliki fasilitas untuk kaum disabilitas.

“Yang lebih penting lagi, kita harus bisa menjaga ketepatan waktu transportasi atlet yang akan bertanding dari perkampungan atlet ke lokasi pertandingan,” tukas Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Diakui, memang belum semua fasilitas pertandingan ramah untuk kaum disabilitas. Namun, ia meyakini, masalah tersebut bisa diselesaikan, apalagi berbagai pihak sudah memberikan perhatian. “Saya yakin semua fasilitas bisa disediakan. Untuk angkutan saja, kita sudah siapkan 80 bus khusus untuk atlet disabilitas," ujarnya.

Sebelum Test Event Asian Para Games 2018, kata Okto, INAPGOC akan melakukan simulasi tanggal 19 dan 23 Juni 2018. Tujuannya, agar pelaksanaan Test Event bisa berjalan sesuai harapan. Terkait penonton, kata Okto, INAPGOC akan merangkul pihak Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) DKI Jakarta. “Agar pelajar tidak diliburkan saat Asian Para Games 2018. Kami meminta Depdiknas DKI Jakarta mengarahkan pelajar untuk datang bukan hanya menyaksikan pertandingan, melainkan bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekitar Komplek Gelora Bung Karno,” paparnya.

Sebelumnya, Deputi I INAPGOC, Taufik Yudi mengatakan, ada 408 atlet dari 13 negara yang akan ambil bagian Test Event Asian Para Games 2018 yang mempertandingkan di lima cabang olahraga, yakni tenis meja, basket kursi roda, para atletik, bulutangkis, serta paraswimming. "Mereka bukan hanya memperebutkan 222 medali tapi juga tiket menuju Paralympics Games. Karena ada beberapa cabang yang akan jadi babak kualifikasi Paralympics,” jelasnya.

Dari lima cabang olahraga tersebut, para atletik, bulutangkis, paraswimming, dan basket kursi roda akan masuk dalan kategori test event. Sedangkan, tenis meja masuk dalam kategori sanction, yakni event tersebut diakui oleh federasi Internasional sebagai babak kualifikasi untuk APG atau Paralympics.

"Yang sanction biasanya kelas open saja. Karena sebagai kualifikasi maka cabang tenis meja menjadi cabang yang memiliki keikutsertaan terbanyak, yaitu dari 13 negara termasuk Indonesia dan beberapa negara di luar Asia. Negara lainnya seperti, Hong Kong, India, Singapura, Jerman, Korea, Venezuela, Taipei, Thailand, Belanda, Kazakhstan, Iran, dan Malaysia,” ulas Taufik.

Untuk cabang lainnya, seperti basket kursi roda diikuti oleh tiga negara saja, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selebihnya, hanya atlet Indonesia saja yang ambil bagian.

“Untuk nomor pertandingan, paraatletik akan memperlombakan 86 nomor, bulutangkis 14 nomor, paraswimming 77 nomor, tenis meja 44 nomor, dan basket kursi roda 1 nomor saja. Semua nomor lomba ini akan berdasarkan pada klasifikasi yang berstandar internasional,” urainya. (sa/ms)

Kody: Cabut Surat KOP

Surabaya, Expostnews.com – Muatan monopoli usaha, khususnya di ranah bisnis bongkar muat barang kembali mencuat dan meresahkan pelaku usaha bongkar muat di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tudingan Isu yang digulirkan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPW APBMI) Jawa Timur itu, menyusul terbitnya Surat Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya bernomor: HK.208/01/18/OP.TPr-2018 yang hanya membolehkan satu perusahaan bongkar muat (PBM).

“Yaitu, PT Pelindo III yang boleh bekerja di sana. Selain PT Pelindo III tidak boleh,” tandas Ketua Umum DPW APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy dalam siaran persnya, Kamis (7/7/2018).

Menurut Kody, legitimasi monopoli yang dilatarbelakangi Surat Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (KOP) Utama Tanjung Perak tentang Penetapan Peningkatan Kemampuan Pengoperasian Fasilitas Pelabuhan dari Dermaga Umum Menjadi Untuk Melayani Kegiatan Curah Cair di Nilam Timur Sisi Utara (Kade Meter 650-935) Pelabuhan Tanjung Perak ini sangat merugikan perusahaan bongkar muat (PBM) lainnya. Untuk itu, Kody bersama seluruh pengurus dan anggota DPW APBMI Jatim meminta, agar surat yang ditandatangani KOP Utama Tanjung Perak, Herwanto tertanggal, 7 Februari 2018 itu dicabut.

“Khususnya, Pasal 3 dan Pasal 4 dalam surat keputusan itu harus dicabut. Karena di dua pasal tersebut, hanya membolehkan PT Pelindo III yang beroperasi. Lalu, 100 PBM di Tanjung Perak mau dikemanakan? Apa kami tidak boleh bekerja di sana (dermaga Nilam, red),” desak Kody.

Bahkan, Kody mengancam, apabila dua dari 7 pasal di surat tersebut tidak dicabut, DPW APBMI Jatim akan menginstruksikan PBM anggotanya menghentikan seluruh aktivitas dan operasionalnya di Pelabuhan Tanjung Perak. Selain merugikan, alasan ancaman penghentian operasi bongkar muat tersebut juga dikarenakan penerbitan surat yang terkesan sepihak.

“Tidak ada tembusan kepada kami. Surat ini dibuat tidak ditembuskan kepada DPW APBMI Jatim, maupun DPP APBMI. Apalagi, kami sudah mencoba untuk audiensi ke Kantor Otoritas, tapi tidak ditanggapi. Kami menunggu hingga hampir dua jam. Jadi, kami tidak main-main dalam massalah ini,” tegas Kody disambut yel-yel anggota di Gedung DPW APBMI Jatim, Abdul Gowi, Jl Teluk Penanjung Surabaya. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com - Selama bergulirnya bulan suci Ramadan tahun 2018 ini, beragam aksi amal dilaksanakan karyawan PT Pembangkitan Jawa- Bali (PJB). Rata-rata, 300 paket sembako dibagikan kepada masyarakat sekitar di seluruh unit PJB yang tersebar di Indonesia, termasuk pemberian santunan untuk anak yatim.

“Ini tak lepas dari keberadaan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shodaqoh (LAZIS) PJB yang ternyata banyak memberikan manfaat besar, bukan hanya bagi karyawan, melainkan juga manfaat untuk masyarakat,” jelas Direktur Utama (Dirut) PJB, Iwan Agung Firstatara usai penyerahan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu yang dikemas dalam acara buka puasa bersama (bukber) di halaman kantor PT PJB, Jalan Ketintang Baru Surabaya, Kamis (7/7/2018).

Bahkan, menjelang Ramadan, LAZIS PJB juga mempelopori pemanfaatan teknologi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras. Dengan ATM beras ini, masyarakat penerima bantuan beras tak perlu lagi harus antre berdesakan yang memakan waktu dan tenaga. "Mereka cukup datang ke ATM Beras sesuai jadwal gilirannya dan mendapatkan jatah yang tepat,” papar orang nomor satu PJB ini.

Melalui metode teknologi tersebut, lanjut Iwan, sangat praktis dan efisien serta memudahkan masyarakat tak mampu yang membutuhkan beras. Dijelaskan, tahap awal LAZIS PJB yang resmi diluncirkan, Rabu (18/4/2018) lalu itu menyediakan 10 ATM beras yang tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro, dan Kediri.

“Kami berharap ATM Beras dapat berfungsi untuk mengalirkan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Selama beras mengalir melalui ATM Beras, Insya Allah mengalir pula keberkahan perusahaan. Semua ini, karena spirit beribadah yang menjadi salah satu pilar penopang budaya perusahaan, untuk menyukseskan program ini,” ingatnya.

Menurutnya, LAZIS PJB sengaja dibentuk untuk memberikan kemudahan bagi karyawan PJB dalam beribadah, terutama menyalurkan zakat, infak dan shodaqoh. Dana infaq dan shodaqoh tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan amal, mulai dari pemberian santuan kepada anak yatim, bantuan untuk masyarakat kurang mampu, korban bencana dan sebagainya. “Hingga membangun ruang kelas untuk menunjang pendidikan keagamaan,” ungkap Iwan Agung.

Dikatakan, LAZIS PJB telah membiayai pembangunan satu ruang gedung Graha Yatim Mandiri sebesar Rp 375 juta. Selain itu, LAZIS PJB juga memberikan 3.200 paket Lebaran senilai Rp 800 juta ke PT Mitra Yatim Mandir, pengelola Kampus Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo. Pengumpulan dana tersebut dilakukan dengan cara pemotongan penghasilan karyawan yang rata-rata tiap bulan terkumpul dana sekitar Rp 463 juta.

“Angka ini masih bisa bertambah dan meningkat seiring jumlah karyawan PJB. Dari 2.917 karyawan muslim PJB, kata Iwan, baru sebagian yang menyalurkan ZIS-nya melalui LAZIS PJB,” kata Iwan. (hum/sa)

Page 1 of 795



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS