Breaking News
Time: 7:10

DLU Tak Jamin Surat Pernyataan, OP Didesak Tempatkan Detektor

Friday, 26 May 2017 00:04

Surabaya, Expostnews.com – Kurangnya kelengkapan alat keselamatan transportasi dan pengabaian terhadap aturan, kerap dituding menjadi pemicu timbulnya kecelakaan. Namun tidak menutup kemungkinan, lemahnya kemampuan dan kurangnya kepedulian pemilik kebijakan untuk mendorong kepatuhan juga dinilai turut berkontribusi terhadap insiden.

“Kalau surat pernyataan kepada pengguna jasa, tidak akan menjamin terciptanya keamanan dan keselamatan pelayaran. Karena, DLU sudah sering, atau mungkin sudah tak terhitung jumlah surat pernyataan yang dikeluarkan kepada pengguna jasa,” ingat Direktur Operasional dan Usaha PT Dharma Lautan Utama (DLU), Rakhmatika Ardianto, Kamis (25/5/2017).

Menurut Rakhmatika, yang diinginkan seluruh pelaku usaha pelayaran adalah alat detektor untuk melacak kebenaran angkutan yang dibawa truk naik ke kapal. Terkait, alat deteksi tersebut, lanjut Rakhmatika, sudah berkali-kali dan berulang-ulang DLU mendesak Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak menyediakan detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro.

“Karena, surat pernyataan bisa dikelabuhi atau disiasati pengguna jasa, termasuk perusahaan ekspedisi yang tidak jujur terhadap muatan dalam truk yang dikirim dengan menggunakan moda transportasi laut,” tandasnya.

Sayangnya, regulator yang menjadi penentu kebijakan terkesan lambat merespon keinginan pelaku usaha terhadap penyediaan alat detektor. Ia juga mengaku, DLU telah mendesak OP Tanjung Perak mereaksi keinginan pengusaha pelayaran menjaga keselamatan di laut.

“Kami berkali-kali mendesak OP agar menempatkan alat detektor di dermaga pemumpang kapal Roro. Agar bisa mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa, termasuk peristiwa yang pernah dialami DLU dengan kapal Kirana IX," ingat Rakhmatika.

Menurutnya, selama belum ada sinyal khusus dari OP Tanjung Perak, DLU tetap menggunakan surat pernyataan yang diberikan kepada pengguna jasa. Hanya saja, ia meminta, seluruh truk muatan dan perusahaan ekspedisi bisa jujur dengan muatan yang diangkut.

“Surat pernyataan ini, akan kami gunakan sebagai bahan laporan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, jika memang ada truk yang mengangkut muatan berbahaya,” kata Rakhmatika.


Dua Insiden Tanjung Perak

Pentingnya penempatan alat detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro karena di Tanjung Perak sudah dua kali terjadi kecelakaan kapal terbakar sejak tahun 2011. Kapal terbakar yang dipicu muatan truk tersebut, rata-rata berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Salah satunya kapal milik PT DLU, KM Kirana IX, yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Balikpapan pada September 2011. Saat itu, delapan penumpang jadi korban,” tuturnya.

Hal serupa juga menimpa KM Mutiara Sentosa I. Kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (Atosim/ALP) itu terbakar di perairan Masalembo saat berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan, Jumat (19/5/2017), yang menewaskan 5 orang penumpang. Dugaan sementara, KM Mutiara Sentosa I terbakar diakibatkan muatan truk yang mudah meledak. “Sejak kebakaran KM Kirana IX, kami sudah mendesak OP Tanjung Perak untuk menempatkan alat detektor di Dermaga Penumpang Roro,” jelasnya.

Artinya, kata Rakhmatika, operator pelayaran seperti DLU tidak melarang dan tetap membolehkan setiap truk yang mengangkut barang dengan menggunakan jasa pelayaran. Asalkan, tetap ada pengakuan, jika bahan muatan yang diangkut truk adalah berbahaya. “Pasti, akan kami tempatkan di ‘space deck’ atau ruang dek khusus,” tuturnya.

Beruntung, selama ini memang tidak ada masalah besar terhadap surat pernyataan tersebut. Kesyahbandaran tetap mengizinkan kapal DLU berlayar dengan truk yang mengangkut bahan berbahaya setelah mengisi surat pernyataan. “Yang paling aman adalah, ada alat detektor di Dermaga Kapal Penumpang Roro. Di Tanjung Perak, alat detektor hanya ditempatkan di dermaga peti kemas internasional untuk mendeteksi barang-barang selundupan, termasuk narkoba ataupun bahan peledak,” tuturnya. (sa/ms/han)

Rate this item
(3 votes)
Read 130 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS