Breaking News
Time: 11:01

ITS Rancang Kapal Pelra Berbahan Bambu, Menhub: Tahun 2020 Diproduksi Massal

Tuesday, 16 April 2019 00:12
Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dan Pejabat Kemenhub menggunting pita bunga peresmian Hibah Kapal Pelayaran Rakyat di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/2019) Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dan Pejabat Kemenhub menggunting pita bunga peresmian Hibah Kapal Pelayaran Rakyat di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/2019)

Surabaya, Expostnews.com – Kapal bambu berukuran 32 gross tonnage (GT) untuk kebutuhan Pelayaran Rakyat (Pelra), tahun 2020 akan diproduksi massal dan masif di industri perkapalan. Mengejar target produksi tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI pun menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk merancang kapal Pelra berbahan bambu berkapasitas 24 penumpang tersebut.

“Terima kasih sudah melibatkan ITS pada program nasional, yang sesungguhnya masuk pada program nasional tol laut. Pada proyek ini, ITS diamanahi untuk mengembangkan kapal berbahan bambu dengan kapasitas 24 orang,” ungkap Rektor ITS Prof Mochamad Ashari usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang dijalin dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Terminal Gapura Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (15/4/2019).

Sebelumnya, melalui MoU yang ditandatangani langsung Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi (BKS) itu, ITS ditarget tahun ini dapat membuat prototipe kapal Pelra berbahan bambu. Menhub menarget, tahun depan, kapal Pelra tersebut dapat dikerjakan dengan industri yang lebih masif dan masal.

“Sebenarnya ITS bekerjasama dengan Kemenhub sudah lama untuk mengembangkan desain kapal nasional dan seterusnya, tapi kali ini, ITS diminta untuk mengembangkan kapal Pelra berbahan bambu seperti yang sudah dikembangkan oleh Dr Heri Supomo selama 10 tahun, dan akan diimplementasikan pada program ini,” ujar rektor yang baru dilantik pada 12 April lalu itu.

Ashar, demikian saapan mantan Rektor Telkom University ini mengatakan, tidak hanya masalah desain dan bahan kapal, ITS nanti juga menyiapkan tim manajemen untuk mengelola kapal yang diserahkan tersebut. Selanjutnya, bidang IT ITS akan disiapkan, sekaligus tim khusus yang dibentuk untuk menangani project pengembangan kapal Pelra tersebut. “Karena, jangan sampai nantinya malah akan terbengkalai ketika sudah di tangan masyarakat, sehingga harus ada follow up yang berkelanjutan,” tutur guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Sementara, di sela MoU, Menhub BKS mendaulat, ITS sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kemaritiman, untuk mengembangkan kapal Pelra yang dihibahkan kepada daerah-daerah perairan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Menhub juga menyerahkan 46 kapal dari 200 unit yang ditargetkan dibangun, dengan rincian, tahun 2017 sebelumnya dibangun 24 unit, dan tahun 2018 dibuat 94 unit. “Sedangkan, tahun 2019 ini targetnya dibangun 32 unit, dan tahun 2020 akan dibangun 50 unit lagi,” kata Menhub.

Ia berharap, kapal ini dapat menyambung konektivitas angkutan masyarakat di daerah-daerah perairan Indonesia untuk tol laut maupun kapal perintis. Dari 46 kapal, saat ini yang dibawa di Surabaya ada 12 kapal tipe GT 32.

“Semua kapal Pelra ini mendukung program konektivitas masyarakat, dan Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan kapal ini sebaik-baiknya. Kapasitas kapal ini sebanyak 24 penumpang, barang bisa 10 ton dengan kecepatan 9 knot,” urai Menhub.

Dengan bantuan kapal Pelra ini, ia menginginkan, budaya kearifan lokal pembuatan kapal pinisi tetap dilestarikan masyarakat. Saat ini bahan bakunya masih menggunakan kayu, namun ITS mempunyai ide untuk menggantikannya dengan bamboo. “Selain efisiensi bahan, mudah didapatkan dan bambu juga dapat dibudidayakan secara cepat dibandingkan dengan kayu,” ulasnya.

Menhub menegaskan, ITS adalah salah satu perguruan tinggi yang konsern dengan pengembangan riset dalan bidang maritim. Ia mengatakan, MoU ini tidak terbatas hanya pengembangan kapal Pelra, melainkan juga segala inovasi dalam bidang kelautan. “Kemenhub ingin melakukan upaya peningkatan dunia maritim Indonesia secara keseluruhan bersama ITS,” tukasnya.

Kemenhub juga mengupayakan pengembangan kapal-kapal ini lebih baik lagi. Untuk itu, MoU dengan ITS ini dilakukan agar dari sisi desain kapal lebih efisien, berdaya guna, dan memiliki daya tahan lebih baik.

“Kemenhub memiliki dua program unggulan, yakni tol laut dan kapal perintis. Kami menginginkan, bahwa upaya pemerintah memberikan subsidi bagi masyarakat khususnya Indonesia timur ini dapat terlayani dengan baik dan memiliki efisiensi yang baik pula dengan menggandeng ITS sebagai partner kerjasama,” katanya.

Ia berharap, para kepala daerah agar dapat berkolaborasi dengan ITS dalam mengembangkan wilayahnya di bidang kelautan. Mengingat, ITS adalah center of excellent di bidang kemaritiman. “Ini sangat bermanfaat bagi daerah-daerah jika terjalin kerja sama,” harapnya. (ms/sa/hum)

Rate this item
(1 Vote)
Read 38 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS