Breaking News
Time: 5:13
Redaksi

Redaksi

Khofifah: Bahagia itu Membahagiakan Sesama

Saturday, 21 April 2018 23:56

Rela Lari 2 Kilometer

Surabaya, Expostnews.com - Kebahagiaan pada diri sendiri, tak ubahnya seperti membahagiakan sesama atau orang lain. Pesan penuh makna kerelaan dari Khofifah Indar Parawansa (KIP) ini, sekaligus menunjukkan kesederhanaannya kala menyapa dalam setiap pertemuan, maupun bertemu dengan masyarakat.

“Kalau orang lain bahagia, kita juga bahagia. Membahagiakan orang akan memberikan kebahagiaan juga pada diri kita,” pesan Calon Gubernur (Cagub) Jatim ini di sela menghadiri undangan peringatan Hari Kartini dari pengurus RW di Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, Sabtu (21/4/2018).

Khofifah yang sempat berlari sejauh 2 kilometer untuk menghadiri undangan mendadak dari RW setempat itu mengatakan, rela memberikan apa yang bisa dilakukan untuk membahagiakan orang lain. Menurutnya, bila orang lain bahagia, dirinya pun turut bahagia. “Penghormatan yang kita berikan, rasanya apa yang bisa kita lakukan,” tuturnya usai blusukan dan menyapa pedagang Pasar Manukan.

Kenapa Khofifah rela berlarian hingga sejauh 2 kilometer? Cagub nomor 1 yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim, Emil Dardak ini mengaku, hanya ingin bertegur sapa dengan para lansia yang sedang mengadakan acara Hari Kartini. Ia mengatakan, para lansia tersebut hanya ingin bertegur sapa dan disapa.

“Apa sih yang bisa kita berikan pada lansia? Tidak lebih dari itu (disapa, red). Mereka hanya ingin kita bersapa. Mereka ingin, kita tahu aktivitasnya. Sesederhana itu,” kata Khofifah yang masih bugar meski berlari sejauh 2 kilometer.

Bagaimana kisah Cagub Jatim ini sampai berlarian? Kala itu, sebelum sore harinya berkunjung ke Kampung Ilmu di Jalan Semarang Surabaya, tepat di hari Sabtu (21/4/2018), seorang pengurus RW di Manukan Kulon mengetahui kehadiran Khofifah yang sedang menyapa para pedagang di Pasar Manukan. Mendadak, pengurus RW setempat itu datang menghampiri Khofifah dan mengajaknya untuk berkunjung ke acara peringatan Hari Kartini.

Mendapat undangan tiba-tiba itu, Khofifah langsung mencari tahu tempat acara berlangsung. Begitu tahu, ternyata lokasinya lumayan jauh dari aksi menyapa di Pasar Manukan. “Tanpa pikir panjang, saya memilih berlari menuju lokasi acara,” aku Khofifah.

Saat berlari, Khofifah tidak lupa menyapa warga yang ingin bersalaman. Beberapa kali, Khofifah memperlambat larinya demi melayani warga. Tak sedikitpun terlihat kelelahan, meski ia harus berlari ke lokasi undangan mendadak tersebut. Khofifah begitu menikmati perjalanannya dengan berlari, sembari tetap mengembangkan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya yang dibalut jilbab putih.

Setibanya di lokasi, Khofifah tidak bisa masuk, karena acara digelar di Balai RW setempat. Saat tahu kedatangan Khofifah, para ibu yang sedang menggelar acara tiba-tiba berhamburan keluar untuk menyambut hadirnya Khofifah. Mereka saling berebut untuk bersalaman, berfoto dan memberi dukungan kepada kontestan Pilkada Jatim 2018 yang punya slogan ‘Wis Wayah e’ ini. (sa/ms/tr)

Pengacara: 5 Tersangka Ditetapkan

Surabaya, Expostnews.com - Seorang dari 5 pelaku dugaan penganiayaan terhadap dua korban di Jimmy’s Club & Lounge Surabaya, Januari 2018 lalu, belakangan diketahui merupakan tokoh pengusaha muda di Jawa Timur. GBK, demikian inisial pelaku tersebut, terbukti dipersangkakan telah menganiaya korban hingga memar dan babak belur.

Bahkan, pengacara korban, Peter Sosilo dari Garuda Muda Law Firm menyebut, penganiayaan yang dilakukan 5 tersangka, termasuk GBK sudah tergolong sadis. Akibat perlakuan di luar kemanusiaan dan kewajaran itu, lima tersangka yang terdiri, dua perempuan, serta 3 laki-laki dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

“Tersangka wanita yang berinisial DMAD dan JBAG ini adalah bersaudara. Sedangkan, 3 pelaku lainnya adalah laki-laki dengan inisial GBK, MR, dan MB,” ungkap Peter.

Menurutnya, sosok GBK, selain pengusaha muda, juga pernah menjabat periodesasi kepemimpinan di Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jatim sebagai Ketua Umum. GBK, yang jabatannya digantikan Mufti Aimah Nurul Anam sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Jatim periode 2018-2021 itu, lanjut Peter, sungguh tidak bisa ditoleransi atas perbuatan keji yang dilakukan bersama 4 tersangka lainnya terhadap dua korban, Handy dan Jimmy pada, 21 Januari 2018 lalu.

“Ini adalah kasus penganiayaan yang sangat sadis. Tidak peduli siapapun yang melakukan harus dihukum sesuai prosedur,” sambung Tony saat memberikan keterangan pers, Kamis (19/4/2018) petang.

Terkait Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), diakui sudah diterima dari kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Surabaya. Hanya saja, tambah Peter, belum ada tindakan konkret dari penyidik untuk melakukan penahanan terhadap 5 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam penganiayaan tersebut.

“Bukti CCTV sudah ada, visum dari dokter pun juga ada di BAP, tapi kenapa kelimanya tidak ditahan. Sampai saat ini, lima tersangka masih berada di luar. Ada apa ini? Sepertinya, ada ketidaksempurnaan dalam penyidikan,” ungkapnya.

Ia merasa, penyidik belum memanggil saksi lainnya untuk dimintai keterangan saat peristiwa di Jimmy’s Club & Lounge di area JW Marriott Hotel, Jalan Embong Malang Surabaya pada dini hari lalu. Untuk itu, ia bersama tim pengacara korban tetap mendesak, agar secepatnya Polrestabes Surabaya melanjutkan proses hukum dari kasus kliennya ini.

“Kenapa hanya 2 CCTV yang dijadikan barang bukti, padahal ada 5 CCTV lainnya yang bisa mengungkap awal mula kejadian. Kemudian, penyidik belum memanggil saksi dari pelayan cafe yang secara langsung mengetahui kejadian pemukulan,” cetusnya.

Sekadar mengingat, peristiwa penganiayaan ini terjadi di sekitar pukul 02.30 Wib, Minggu (21/1/2018) di Jimmy’s Club & Lounge yang berada di Hotel JW Marriott Surabaya. Kala itu, dua korban, masing-masing Jimmy (32) dan Handy (25) masuk ke Jimmy’s Club. Pada saat bersamaan, sudah terjadi keributan antar dua kelompok di dalam cafe basement tersebut. “Saya dan Handy pilih keluar, karena ada keributan,” kata Jimmy saat menunjukkan berkas laporan polisi terkait penganiayaannya.

Saat melangkah keluar lorong pintu club, Jimmy bertanya pada Handy, tentang adanya keributan tersebut. Sayangnya, ucapan Jimmy terdengar perempuan berinisial DMAD yang terlibat dalam keributan. “Gak nyangka, perempuan itu malah marah dan mengejar saya. Lalu, Handy berusaha menghalangi perempuan yang mengejar saya. Tapi, si perempuan yang tidak saya kenal itu malah ganti mencekal kerah baju saya dengan ungkapan makian," sambung Handy sembari menirukan ujaran bernada miring dan beraroma SARA dari perempuan tersebut.

Anehnya, tutur kedua korban, perempuan yang diketahui berinisial DMAD mengaku kepada teman-temannya, telah dipukul Handy, hingga terjadi pengeroyokan. Oleh lima tersangka, Handy dan Jimmy dipukul dan ditendang tanpa ampun hingga bersimbah darah, terutama di bagian muka dan punggung.

Berdasarkan hasil visum RS SILOAM, Handy mengalami luka di bagian pelipis mata kanan dan kiri, leher serta punggung. Sedangkan, Jimmy luka di bagian wajah dan punggungnya. Tanpa menunggu lama, pagi harinya, Minggu (21/1/2018), kedua korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Tegalsari. Namun, Polsek Tegalsari melimpahkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya. Ternyata, sejak pelimpahan dari Polsek Tegalsari, proses hukum korban tidak ditangani sebagaimanamestinya.

“Saya sangat menyesalkan, ketidakseriusan pihak kepolisian atas kasus ini. Saya ini ibu dari dua korban, dan sudah sewajarnya saya menuntut agar Polisi segera menangani kasus anak saya agar tidak berlarut-larut,” desak Mimie Lie. (sa/ms/po)

Surabaya, Expostnews.com – Menghindari munculnya bau menyengat dan aroma busuk, sedikitnya 30 ton ikan campuran dari dua kapal ikan hasil tangkapan Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI AL V (Satrol Lantamal V) dikubur. Ikan-ikan yang sudah membusuk tersebut sengaja dimusnahkan dengan cara ditanam di dalam tanah.

“Ya, agar bau busuk dari ikan campuran ini tidak semakin menyebabkan polusi udara, kami timbun di dalam tanah di areal tambak di sekitar Dermaga Semampir dua,” aku Kadiskum Lantamal V Letkol Laut (KH) Ida Kade Sadnyana, S.H., M.H., di sela pemusnahan, Jumat (20/4/2018).

Menurutnya, 30 ton barang bukti (barbuk) ikan campuran yang dimusnahkan tersebut sudah tidak layak konsumsi. Selain itu, ikan-ikan yang disita dari dua kapal ikan, Kapal Motor (KM) Asia Makmur dan KM Sri Kawit Santoso ini juga sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

“Ya, selaku penyidik, kami telah mendapatkan persetujuan dari PN Surabaya untuk melakukan pemusnahan,” jelas Ida di Dermaga Semampir , Koarmatim Ujung, Surabaya.

Disaksikan Perwakilan dari PSDKP Provinsi Jatim Nonot Wijayanto, Kaurdikdiskum Lantamal V, Mayor Laut ( KH) Evi Delima, S.H., Perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Tim Diskes Lantamal V, Ida Kade Sadnyana mengatakan, pemusnahan barbuk tersebut telah mendapat penetapan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Merujuk surat penetapan Pengadilan Negeri No 874 / IV Pen. Pid/2018 PN.Sby, tanggal 10 April 2018, Satrol Lantamal V Surabaya yang mendapat mandate harus memusnahkan barbuk ikan campuran tersebut.

Sementara, kata Ida, proses evakuasi 30 ton ikan campuran tersebut, Satrol Lantamal V menggunakan sarana angkut truk. Pengerahan dua truk itu untuk membawa semua barbuk ikan busuk ke lokasi pemusnahan. “Sekarang, semua ikan sudah kami musnahkan,” kata Kadiskum Lantamal V. (s/ms/pen)

Peringati Hardikal ke 72

Surabaya, Expostnews.com - Maksimalisasi Bozem Morokrembangan, hingga kini masih sebatas fungsi utamanya sebagai kawasan penyangga banjir dan pengatur debit genangan air ketika tingginya curah hujan di kota Surabaya.

“Ternyata, dibalik fungsi utamanya itu, Bozem Morokrembangan di wilayah Surabaya Utara ini, menyimpan banyak potensi lain yang bisa dikembangkan,” tutur Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Dankodiklatal) Laksamana Muda TNI Darwanto di sela kegiatan bersih-bersih Bozem Morokrembangan yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut (Hardikal) ke 72 tahun 2018 di lingkungan Kodiklatal Surabaya yang diawali dengan penekanan tombol sirine, Jumat (20/4/2018).

Terkait hal ini, Darwanto mengaku, telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Pemkot, maupun Pemprov Jatim. Bahkan, ia menyatakan, kesiapannya merancang konsep pemanfaatan Bozem Morokrembangan sebagai kawasan potensial di wilayah Surabaya Utara.

“Selain saya sudah tugaskan staf, saya sendiri langsung bertemu dengan Pak Gubernur untuk menyampaikan hal tersebut. Kami siap membuat konsepnya,” tandas Darwanto saat turun langsung mengawasi pelaksanaan bersih-bersih Bozem.

Diungkapkan, selain sebagai daerah resapan air di wilayah Surabaya Utara, Bozem Morokrembangan bisa dioptimalkan pemanfaatannya untuk kawasan wisata/rekreasi dan olah raga air. Apalagi, kata Darwanto, di Bozem ini tidak ada ombak dan gelombang, dengan kondisi angin yang relatif kecil.

“Dengan begtu, Bozem Morokrembangan ini bisa digunakan untuk beragam lomba dan olah raga air. Seperti, lomba dayung perahu naga, atau untuk latihan kano, atau bisa juga sebagai lokasi latihan layar dasar dengan angin yang kecil,” paparnya.

Hanya saja, ingat Darwanto, untuk merealisasikan potensi tersebut, butuh dukungan semua pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serta stakeholder lainnya untuk sepakat membersihkan Bozem Morokrembangan ini secara berkelanjutan. Ia juga berharap, masyarakat turut mendukung kebersihan bozem dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Ini demi menciptakan Surabaya dan mendukung program Pemkot Surabaya sebagai kota Green and Clean,” kata mantan Pangarmatim ini.

Aksi pembersihan bozem yang bersebelahan dengan Kesatrian Bumimoro Kodiklatal tersebut, melibatkan sedikitnya 2.800 peserta. Dari jumlah tersebut, 2500 di antaranya terdiri dari prajurit Antap, prajurit siswa, PNS dan anggota Jalasenastri Kodiklatal, termasuk personel Akademi Angkatan Laut (AAL) dan personel STTAL.

“Melalui bersih-bersih dalam rangka memperingati Hardikal ke 72 ini, kami ingin memberi manfaat bagi kebersihan Kota Surabaya serta kelestarian eko sistem di sekitar Kodiklatal,” urai Darwanto.

Sementara, di puncak peringatan Hardikal ke-72 tahun 2018 yang berlangsung, 14 Mei 2018 juga digelar Parade dan Defile di Lapangan Laut Maluku, Kodiklatal dengan Irup Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., MA.P. Acara tersebut akan dimeriahkan penampilan Sosio Drama Sayu Wiwit dari Banyuwangi. Tak ketinggalan, demontrasi keterampilan terjun payung dan serangan kilat serta Fly pass puluhan drone ikut digelar untuk memeriahkan Hardikal ke 72. (sa/ms/pen)

Page 1 of 779



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS