Breaking News
Time: 3:29

Tantangan Pasar, Singapore Airlines Kerahkan Besaran Kapasitas

Wednesday, 22 April 2015 02:19
Pesawat Singapore Airlines Pesawat Singapore Airlines

Jakarta, Exspost.com – Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) akan mengerahkan besaran kapasitas seiring permintaan pasar yang terus berkembang. Ini menjadi target SIA untuk bertindak cepat terhadap tantangan pasar tersebut.

“Termasuk kegiatan promosi yang akan dilakukan di pasar-pasar yang relevan,” yakin Glory Henriette, Manager Public Relations, Singapore Airlines, Selasa (21/4/2015).

Meski sepanjang bulan Maret 2015, sistem angkutan penumpang SIA mengalami pertumbuhan (diukur dalam pendapatan penumpang tiap kilometer), namun sebelumnya, sempat menurun 1% (diukur dalam kilometer kursi yang tersedia). Kini, pada periode sepanjang Maret 2015 meningkat sebesar 1,2%. “Sehingga hasilnya, tingkat isian penumpang (passenger load factor) mengalami peningkatan sebesar 1.6 persen menjadi 76.6 persen,” papar Glory.

Sementara, indikator terhadap dukungan besarnya permintaan pasar adalah, tingkat isian penumpang (Passengers Load factor-PLF) untuk daerah Pasifik Barat Daya dan Asia Barat/Afrika. Dukungan permintaan pasar tersebut, juga disertai oleh konsolidasi kapasitas. “Tapi memang, tingkat isian penumpang di rute-rute Asia Timur menurun. Itu dikarenakan kenaikan kapasitas yang tidak diimbangi dengan permintaan pasar,” jelasnya.

Disisi lain, peningkatan sistem angkutan penunumpang SilkAir mengalami sebesar 12.8%, dibandingkan pertumbuhan kapasitas periode yang sama tahun lalu (year-on year) 13.2%. Oleh karenanya, tingkat isian penumpang (passenger load factor) menurun sebesar 0,2% menjadi 68,3%.

“Untuk kawasan Asia Timur dan Pasific, passenger load factor SilkAir menurun. Ini karena pertumbuhan kapasitas lebih besar daripada pertumbuhan angkutan penumpang. Sedangkan, untuk kawasan Asia Barat, perpaduan antara pertumbuhan angkutan penumpang dan penurunan kapasitas, berkontribusi pada kenaikan tingkat keterisian,” tutur Glory.

Secara keseluruhan tingkat keterisian kargo (cargo load factor - CLF) menurun sebesar 0.2%. Hal ini disebabkan lalu lintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) turun menjadi 1.8% dari total keseluruhan penurunan kapasitas sebesar 1.6%. “Tingkat isian meningkat di seluruh kawasan rute penerbangan kecuali Asia Timur dan Eropa, dimana permintaan pasar tidak dapat mengimbangi pertumbuhan kapasitas,” jelasnya. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 213 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS