Breaking News
Time: 3:30

Pihak Ketiga Berpeluang Suntik Dana Maskapai Bermasalah Keuangan

Thursday, 07 May 2015 23:22
Pesawat terbang (ilustrasi) Pesawat terbang (ilustrasi)

Jakarta, Exspost.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI akan memberikan tiga opsi terkait hasil audit laporan keuangan seluruh maskapai penerbangan. Apabila, dari hasil audit keuangan yang dilaporkan nanti ditemukan bermasalah, Ditjen Perhubungan Udara bisa membekukan operasional maskapai.

“Itu satu dari tiga opsi yang kami berikan, kalau memang ada masalah dari hasil audit keuangan yang dilaporkan,” cetus Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo, Kamis (7/5/2015).

Ia menyebut, selain pembekuan, dua dari tiga opsi yang dilayangkan Ditjen Perhubungan udara adalah, pemberian suntikan dana dari pihak ketiga. Selanjutnya, maskapai juga diberikan opsi ketiga, berupa pengurangan jumlah rute yang kini dioperasikan. “salah satu dari tiga opsi itu bisa diberikan, bila ternyata, maskapai memiliki kemampuan keuangan yang rendah,” tandas Suprasetyo.

Mengapa demikian ? Suprasetyo menjelaskan, itu dilakukan, agar maskapai tetap optimal dalam melayani penerbangan. Hal lainnya adalah, agar maskapai yang beroperasi tetap bisa memberikan kenyamanan bagi penumpangnya.

“Jangan sampai karena masalah keuangan, calon penumpang 'terabaikan' haknya karena mereka pusing memikirkan jalan keluarnya,” ujarnya.

Seperti dikutip di laman resmi Kemenhub, hingga kini, semua hasil laporan keuangan maskapai sudah diterima dan sedang dilakukan pemeriksaan. Hanya saja, dari seluruh maskapai yang berkewajiban melaporkan keuangannya, belum 100% melaksanakan kewajiban melapor.

Data yang dirangkum menyebut, untuk maskapai angkutan berjadwal, baru 42% atau 8 maskapai dan 11 maskapai lainnya belum melaporkan keuangannya. Sedangkan, untuk angkutan tidak berjadwal, dari 50 maskapai, yang melaporkan keuangannya baru 29 perusahaan. “Sisanya, belum sama sekali,” ingatnya. (esp1)


Editor : Syarif Ab

Rate this item
(0 votes)
Read 201 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS