Breaking News
Time: 5:50
Umum

Gresik, Expostnews.com - Pengusahaan jasa kepelabuhanan di Terminal Manyar, Pelabuhan Gresik, resmi dikonsesi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Selaku badan usaha pelabuhan (BUP), Pelindo III melalui perusahaan afiliasinya, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), mendapat konsesi pengusahaan Terminal Manyar, Gresik selama 76 tahun.

“Kami telah menyepakati konsesi itu melalui perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak, antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan BMS,” jelas Direktur Utama (Dirut) BMS, Hendiek Eko Herdiantoro dikonfirmasi, Sabtu (16/12/2017).

Menurutnya, kesepakatan konsesi yang dijalin tersebut tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku. Alasannya, jika merujuk Undang-Undang (UU) No 17/2008 tentang Pelayaran, telah diatur, bahwa BUP mendapat konsesi dari pengelolaan pengusahaan jasa kepelabubanan, dalam hal ini Terminal Manyar, Gresik.

“Perjanjian yang disepakati sudah sesuai aturan, karena payung hukumnya memang mengamanatkan demikian (konsesi, red),” jelas Hendiek.

Terminal yang berada di lingkungan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar Gresik itu, kata Hendiek, memiliki potensi besar dalam perkembangan dan akses internasionalnya. Dukungan kawasan pelabuhan seluas 350 hektare dengan pelabuhan laut dalamnya, turut menempatkan terminal yang terkoneksi langsung ke kawasan industri yang mempunyai akses ke pasar domestik dan internasional itu semakin berdaya jual tinggi.

“Begitu juga dengan perusahaan, dapat meminimalisir biaya logistik yang biasanya terjadi ketika lokasi pelabuhan jauh dari pabrik. Tapi, di Terminal Manyar ini sangat terintegrasi,” ulasnya.

Sekadar tahu, Terminal Manyar dirancang menjadi pelabuhan multipurpose yang mampu memfasilitasi bongkar muat curah kering, curah cair, general cargo, dan peti kemas. Dengan kedalaman hingga -16 meter Low Water Spring (LWS), Terminal Manyar mampu disadari oleh kapal-kapal berukuran besar hingga 150.000 dead weight tonnage (DWT). Dermaga pertama sepanjang 500 meter dengan kedalaman -14 meter telah mendapatkan izin operasi sejak Desember 2015.

“Semenjak dibuka, Februari 2016, Terminal Manyar mendapatkan pangsa yang baik dari pelaku industri. Volume kargo pada tahun 2017 telah mencapai 1,3 juta ton,” urai Hendiek.

Sebelumnya, proses perjanjian konsesi yang dilangsungkan di kantor pemasaran JIIPE antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan BUP PT BMS, Jumat (15/12/2017) itu disaksikan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Chandra Irawan. Dalam penandatanganan Perjanjian Konsesi yang diwakili Kepala KSOP Agustinus Maun dan Hendiek Eko Herdiantoro, selaku Dirut BMS tersebut juga dihadiri sejumlah undangan dari instansi pemerintah, militer, kepolisian, BUMN/Swasta dan asosiasi jasa logistik, seperti INSA, APBMI, ALFI/ILFA. (hum/ms/sa)

Searching Google Sukses 5 Kali Percobaan

Surabaya, Expostnews.com - Terbongkar sudah, niat peledak bom rakitan yang mendentum keras pada, Senin (11/12/2017), di Jalan Laksda M Nasir depan kantor PT Bahana Line no.29 blok B 11, Surabaya. Dibalik niat peristiwa meresahkan itu, pelaku bernama Edi Widjanarko sengaja merancang bom rakitan karena didasari kuatnya sakit hati.

“Pelaku sudah kami amankan di daerah Blimbing, Malang depan Indomart saat hendak melarikan diri ke Blitar,” cetus AKBP Ronny Suseno, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dikonfirmasi, Jumat (15/12/2017).

Ronny mengungkapkan, pelaku yang berdomisili di Bulak Banteng Surabaya itu merasa, bahwa AW, yang dibidik Edi menjadi korban ledakan itu telah merusak ketenteraman rumah tangganya. Edi menganggap, sakit hati yang dideranya harus ditebus AW dengan bom yang diledakkan melalui paket yang diserupakan kardus handphone.

“Motifnya ternyata sakit hati dan cemburu, karena AW yang menjadi korban ledakkan telah berselingkuh dengan istrinya. Jadi, kasus ini murni sakit hati yang berujung cemburu, bukan jaringan teroris,” yakin Ronny saat update kasus yang sempat membuat gundah masyarakat di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Peristiwa ledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) tersebut diakui pelaku belajar dari Google dengan lima kali percobaan. Merasa yakin bisa meledak, Edi lalu bergegas merakit bom itu melalui media handphone, yang kemudian dibungkus dan dikirimkan melalui biro jasa pengiriman paket.

“Saya beri nama paketan bom itu dari mantan AW, supaya dia tidak curiga,” aku bapak dua anak ini.

Menurut Edi, awalnya tidak curiga dengan aksi perselingkuhan yang dilakukan AW dengan istrinya. Kecurigaan itu mulai muncul, setelah Edi merasa ada perbedaan menyolok dari gelagat istrinya yang seringkali pulang malam. “Ternyata, kecurigaan saya benar, bahwa istri saya telah berselingkuh dengan AW dari tahun 2014,” tutur pria 42 tahun tersebut.

Sekadar mengingat, rangkaian paket bom dalam kardus handphone yang dikirim jasa pengiriman paket itu diterima AW, lelaki usia 34 tahun asal Sidobogem RT.2 RW.1, Kecamatan Sugio, Lamongan, Jatim  dari temannya satu kantor di PT Bahana Line pada, sekitar pukul 21.00 Wib, Senin (11/12/2017). Begitu sampai ke tangannya, pada malam itu juga, sekitar pukul 22.00 Wib, paket bom tersebut meledak, usai AW membuka bungkusan yang membuatnya penasaran di sebuah warung depan kantornya.

“Atas aksi nekat pelaku, terpaksa dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat RI no.12 tahun 1951 dan pasal 340 KUHP jo pasal 53 KUHP, tentang penyalahgunaan bahan peledak atau senjata api dan tentang percobaan pembunuhan,” Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo terpisah. (za/sa/ms)

Potensi ‘Basah’ dan ‘Bermagnet’ Korupsi

Surabaya, Expostnews.com - Instansi kepabeanan seperti halnya Kantor Bea dan Cukai (BC) Tanjung Perak Surabaya, dinilai memiliki daya magnet tinggi terhadap upaya tindak korupsi. Potensi rentan tersebut tak ditampik Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya (KPPBC-TMP) Tanjung Perak Surabaya.

“Kami sangat tertantang dan ditantang untuk menjaga integritas tidak melakukan korupsi, maupun pungli di kantor ini,” tandas Basuki Suryanto, Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya dikonfirmasi terkait penilaian kepada Bea dan Cukai sebagai ‘ladang basah’ korupsi dan pungli, Jumat (15/12/2017).

Tantangan untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli), dan berperilaku korupsi, kata Basuki, bukan lantas menjauh dan serta merta menutup diri dari publik. Alasannya, Kantor BC Perak yang merupakan instansi pelayanan publik dalam hal kepabeanan bidang ekspor/impor ini selalu bersentuhan dengan publik.

“Zamannya sudah beda, dan semuanya sudah online. Seluruh pelayanan di BC Perak pun juga sudah online. Tapi, ada ada saat-saat tertentu harus bertemu dengan user, pengguna jasa dan stakeholders,” tutur Basuki usai pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di Kantor BC Perak.

Untuk itu, pengganti Efrizal ini mengajak, seluruh karyawan dan stafnya agar setiap hari menyempatkan waktu bertemu dengan pengguna layanan jasa di BC Perak. Menurutnya, cara ini akan senantiasa menjauhkan diri dan menghindari terjadinya praktik pungli. “Tapi, ini era zaman now, dan sudah tidak mengenal korupsi," yakin pejabat BC yang pernah berdinas lama di Medan ini.

Namun demikian, Basuki yang baru beberapa bulan menempati kursi tertinggi di BC Perak itu tetap menekankan kepada stafnya agar selalu menanamkan jiwa integritas. Ia juga mengingatkan dirinya, untuk tetap berjalan pada rel kebenaran, demi memberikan teladan yang baik kepada bawahannya.

“Salah satunya melawan korupsi. Karena, patron pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah, mampu menjadi contoh. Tapi, pengawasan secara internal juga sangat penting,” ingat Basuki usai jalan sehat bersama semua stakeholders di Tanjung Perak di Hari Bebas Korupsi pagi tadi.

Dibagian akhir, Basuki meminta, masyarakat dan pengguna jasa turut serta memberi masukan dan mengawasi kinerja pelayanan di BC Perak. Dengan harapan, semangat menjadi lebih baik akan tetap tumbuh dalam sistem integritas BC Perak untuk melayani masyarakat.

“Apalagi, di BC Perak ini boleh dikata tiap hari ada ratusan aktivitas pelayanan pengiriman barang ekspor dan impor melalui kantor ini,” tutupnya. (sa/iq/ms)

Surabaya, Expostnews.com – Wilayah yang sebelumnya tenang, aman dan hampir tidak pernah bergejolak dengan kejadian meresahkan, kini mulai ‘tersandera teror’ yang bisa menjadi 'hantu' kawasan pelabuhan tersebut. Tepatnya, Senin (11/12/2017), sekitar pukul 22.00 Wib, persis di depan PT Bahana Line, Jalan Laksda M Nasir No. 29 Blok B 11, terdengar dentuman keras yang diyakini dari ledakan sebuah bom rakitan yang dipaketkan.

Meski daya ledak bom yang dikemas dalam paket mirip kardus handphone tersebut tergolong rendah (low explosive), namun peristiwa tak terduga itu, sedikit banyak telah membuat gundah kawasan pelabuhan. Bom itu meledak, saat lelaki berusia 34 tahun asal Sidobogem RT.2 RW.1, Kecamatan Sugio, Lamongan berinisial AW mencoba membuka bungkusan dari jasa pengiriman paket yang tidak tercantum identitas pengirimnya.

“Meski tim Gegana mengatakan daya ledak bom itu rendah, kami tetap mencari tahu dan terus mendalami kasus ini. Karena, kami ingin tahu, siapa pelaku pengirim paket dan apa motif dibalik semua itu. Sampai sekarang, kami masih menyelidikinya,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/12/2017).

Sementara, hasil analisa Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim menyebut, pelaku diduga masih pemula alias amatiran. Saat ini, kata Ronny, pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi termasuk korban penerima paket. “Tidak menutup kemungkinan, biro jasa yang mengirim paket itu juga kami panggil untuk diperiksa,” aku mantan Kapolres Poso ini.

Sebelumnya, peristiwa yang baru dilaporkan korban pada, Rabu (13/12/2017) ke polisi itu telah membuatnya shok berat. Kepada polisi, AW yang juga karyawan PT Bahana Line menyebut, barang dalam paket kiriman itu dialamatkan ke kantor tempat kerjanya. “Kejadiannya memang Senin, tapi baru dilaporkan korban pada hari Rabu,” sambung Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Ardian Satrio Utomo terpisah.

Diungkapkan, mulanya AW menerima paket sebuah handphone yang diantarkan ke kantornya, Senin (11/12/2017), sekitar pukul 20.00 Wib. Namun malam itu, AW sedang tidak berada di kantor. “Karena tidak ada di tempat, paket itu diterima temannya satu kantor. Satu jam kemudian, sekitar pukul 21.00 Wib, AW kembali ke kantor, dan paket itu diserahkan temannya ke AW,” jelas Ardian.

Setelah paket berada di tangannya, AW merasa penasaran dengan barang dari pengirim tak beridentitas yang ditujukan kepadanya itu. Tanpa menunggu lama, AW yang merasa girang dengan kiriman ‘rezeki’ tak terduga itu membawa paket mirip handphone tersebut ke sebuah warung depan kantornya. “Nah, waktu paket itu dibuka, langsung meledak. Untungnya, korban tidak mengalami luka serius,” kata Ardian. (sa/za/dit)

Surabaya, Expostnews.com - Kian dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada/Pilkada) Jawa Timur tahun 2018, memaksa Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya mengeluarkan pernyataan tegas hingga ke pemecatan. Ketegasan tersebut, menyiratkan sikap netralitas Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya seluruh jajaran/anggota/prajurit dibawah Kodam V/Brawijaya terhadap pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia, maupun Jawa Timur.

“Saya tekankan, sikap TNI tetap netral dan tidak memihak dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres,” tandas Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M.A, Kamis (14/12/2017).

Penegasan pimpinan tertinggi di lingkungan Kodam V/Brawijaya itu, sekaligus menjadi peneguhan atas sikap TNI yang tidak mengkubu pada pelaksanaan Pilkada di Jawa Timur 2018. Hal ini juga, kata Pangdam, merupakan pengejawantahan dari maklumat yang diamanatkan Panglima TNI dalam menyikapi pesta demokrasi di tahun politik ini.

“Jadi, sikap TNI sangat jelas. Ini juga sesuai entry briefing dalam maklumat Panglima TNI, bahwa TNI harus netral dan dilarang berpolitik praktis,” papar Pangdam dihadapan sejumlah wartawan dan pimpinan media di Surabaya dan Jawa Timur dalam kemasan Coffee Morning di Ruang Hening Makodam V/Brawijaya.

Mantan Gubernur Akmil ini juga meminta, kerja sama masyarakat agar bersedia melaporkan, apabila menemukan oknum TNI yang terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi turut ‘bermain’ politik praktis dan tidak netral. Alasannya, perintah berupa larangan terlibat dalam politik sudah jelas dan gamblang.

“Laporkan saja. Kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku di TNI, jika mendapati oknum TNI melakukan keberpihakan di tahun politik ini,” pinta perwira yang 10 tahun bertugas di Aceh tersebut.

Namun demikian, kata Arif, sanksi hingga berujung pemecatan dari keanggotaan TNI untuk oknum yang terlibat tidak netral saat berlangsungnya pesta demokrasi tetap melalui tahapan. Bagaimanapun juga, proses tersebut harus memenuhi persyaratan dan bukti yang menjelaskan adanya otentisitas dari fakta keterlibatan anggota dalam politik praktis. “Sanksinya sudah jelas, bahkan hukuman paling berat sampai pada pemecatan,” tandasnya di acara yang dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Akmad Munir, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Timur Hari Tambayong, sejumlah direktur, pemilik media, jajaran redaksi, serta jurnalis dari berbagai media, mulai cetak, televisi, radio maupun media online.

Disisi lain, Pangdam Arif juga menyampaikan, sejumlah agenda yang sudah tertata rapi dan digelar di Makodam V/Brawijaya. Arif menyebut, Kodam V/Brawijaya akan menampilkan hiburan untuk menyambut Ulang Tahun TNI Angkatan Darat (AD) ke 69 yang akrab disebut Hari Juang Kartika. “Acaranya, besok (Jumat, 15 Desember 2017, red) dan dipusatkan di Pekanbaru, Riau. Untuk disini (Kodam V/Brawijaya, red), paginya upacara, malamnya digelar hiburan untuk masyarakat,” jelasnya. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com - Semua instansi dan stakeholder yang berkepentingan di Tanjung Perak, mulai melakukan koordinasi persiapan pengamanan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Seperti halnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) telah menyiapkan kapal-kapalnya untuk membantu pengamanan dan keselamatan pelayaran dalam satuan tugas (Satgas) Posko Angkutan Laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Ini untuk mem-backup keamanan dan keselamatan, khususnya angkutan pelayaran di perairan Tanjung Perak, sekaligus upaya antisipasi saat berlangsungnya perayaan Natal tahun ini dan Tahun Baru 2018," tandas Wawan, Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya, dikonfirmasi, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak sudah menyiagakan 3 unit kapal yang selalu tanggap responsif dalam setiap permintaan bantuan pengamanan. Kapal patroli kelas III ini, sengaja ditempatkan di beberapa titik operasi dan standby area di kawasan Tanjung Perak.

"Ya, dua kapal kami standby-kan, dan satu unit lagi mobile di perairan bandar. Dua unit yang standby itu, tetap respon jika memang sangat dibutuhkan dalam pengamanan," sambung Pujo, Kepala Tata Usaha (KaTU) Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak usai rapat koordinasi antar instansi dan stakeholder pelabuhan dalam rangka pengarahan Satgas Posko Angkutan Laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak Surabaya kemarin.

Diungkapkan, sesuai hasil rapat tersebut, modul pengamanan dan keamanan (PAM) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah hukum Tanjung Perak Surabaya dilaksanakan selama 22 hari. Sepanjang pelaksanaan PAM, seluruh jajaran dan instansi terkait di Tanjung Perak akan bahu-membahu mengantisipasi dan mengamankan munculnya gejolak kerawanan di wilayah tugas masing-masing.

"Pengamanan Natal tahun ini dan Tahun Baru 2018 di Tanjung Perak, mulai 18 Desember 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Untuk PLP sendiri menempatkan 13 personel dan menyiapkan 3 kapal, masing-masing kapal patroli P.371, P.329 dan P.306," tambah Pujo.

Sementara, struktur organisasi Satgas Posko Angkutan Laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 diketuai Kepala Bidang Lalu lintas Laut, Operasi dan Usaha Kepelabubanan Kantor OP Utama Tanjung Perak dengan didampingi Kabid Penjagaan, Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak sebagai Wakil Ketua Satgas. Berdasar surat pengarah, Wakil Ketua Satgas II Posko Angkutan Laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, dipegang Kabag Operasi Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dengan dibantu Kabid Operasi Kantor Distrik Navigasi (Disanav) Kelas I Surabaya sebagai Wakil Ketua Satgas III.

"Kalau PLP Tanjung Perak hanya dilibatkan sebagai anggota," tutup penyelam kawakan ini. (sa/ms/pu)

Genting Dream Kembali Singgah 26 Desember 2017

Surabaya, Expostnews.com – Mendung senja yang bergelayut tebal di langit Tanjung Perak, seakan turut melepas kapal paling besar yang pernah masuk ke perairan Indonesia dan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (12/12/2017). Kapal dengan panjang 3 kali lapangan sepak bola tersebut, sekitar pukul 17.15 Wib, lepas tali dari dermaga Jamrud Utara Tanjung Perak Surabaya untuk menuju Singapura.

“Tapi, sebelum kembali ke Singapura, kapal dengan nama Genting Dream ini singgah dulu ke Pelabuhan Celukan Bawang, Bali setelah tadi pagi sandar di Tanjung Perak,” jelas Daddy Sumartono, Kepala Humas Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Senin (12/12/2017).

Secara kasat mata, kapal berbendera Singapura itu, ukuran panjangnya melebihi panjang gedung Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan dermaga Jamrud Utara Tanjung Perak Surabaya. Disebutkan, kapal yang dilaunching Agustus 2016 ini memiliki panjang 335,33 meter dengan lebar 39,7 meter dan mengangkut sedikitnya 3.400 wisatawan beserta 2.000 kru kapal. “Panjang kapal ini, melebihi panjang gedung GSN yang hanya berkisar 112 meter,” ulas Daddy.

Mengingat besarnya kapal dengan banyaknya wisatawan yang diangkut Genting Dream, memaksa Pelindo III Cabang Tanjung Perak besama stakeholder pelabuhan melakukan persiapan matang untuk menyambut kapal berbobot 151.300 Gross Tonnage (GT) tersebut. Tampak berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Kepolisian, turut menyambut kapal yang dijadwalkan, 26 Desember 2017 kembali mengunjungi Tanjung Perak.

“Sejak jauh hari, Pelindo III telah menyiapkan fasilitas yang memadai untuk kedatangan kapal ini. Dermaga sudah dipastikan dalam kondisi bagus, Garbarata di bagian barat pun demikian, kami pastikan prima untuk digunakan naik dan turunnya penumpang. Termasuk fasilitas lain di dalam terminal, seperti toilet, smooking room dan jaringan nirkabel,” papar Daddy.

Bukan hanya fasilitas dan keamanan yang dijamin, Pelindo III juga ingin memastikan para wisatawan memiliki kesan tersendiri saat mengunjungi Indonesia, khususnya di kota Pahlawan ini. Khusus untuk dermaga, Pelindo III bersama Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak telah mengondisikan agar kapal dapat sandar leluasa dan aman.

“Beberapa pertunjukan telah disediakan bagi para penumpang kapal. Pelindo III juga menyiagakan Port Security untuk membantu mengamankan, baik di area dermaga, di dalam terminal hingga membantu dalam pengaturan sirkulasi kendaraan yang keluar masuk terminal penumpang,” jelasnya.

Sebelumnya, penyambutan Genting Dream mulai dilakukan saat kapal memasuki wilayah perairan Tanjung Perak. Dua buah kapal Pandu yang sudah memandu dari Karang jamuang telah disiapkan untuk melakukan selebrasi dengan menyemprotkan air ke udara (Water Salute) begitu kapal memasuki kawasan Tanjung Perak. Selanjutnya, usai penyambutan di perairan, kapal Genting Dream disambut tari Reog Ponorogo saat sandar di dermaga.

“Genting Dream ini memulai perjalanan dari Singapura pada tanggal, 10 Desember 2017 dan tiba di Surabaya, tanggal 12 Desember 2017 sekitar pukul 08.00 Wib,” pungkasnya. (sa/ms/hum)

Surabaya, Expostnews.com – Raungan bunyi sirine yang silih berganti dari mobil patroli keamanan tim International Ship and Port Security (ISPS Code) sempat membuyarkan konsentrasi dua ‘pelaku’ tindak kejahatan yang masuk dari dermaga Terminal Teluk Lamong Surabaya. Berkat respon cepat dan tanggap dari tim sekuriti tersebut, dua ‘penyusup’ yang juga berhasil membakar tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di terminal berkelas internasional tersebut akhirnya ditangkap.

“Ini merupakan penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak, khususnya juga di Terminal Teluk Lamong,” jelas Direktur Utama (Dirut) PT Terminal Teluk Lamong, Dothy disela pelaksanaan latihan bersama dengan tim gabungan ISPS Code di pelataran Workshop Terminal Teluk Lamong Surabaya, Rabu (6/12/2017).

Kegiatan bertema penyusupan dengan aksi kejahatan di lingkungan Terminal Teluk Lamong tersebut, kata Dothy, dilaksanakan secara gabungan dengan instansi terkait, termasuk kepolisian. Latihan gabungan yang berlangsung hari ini, merupakan puncak dari pelaksanaan kegiatan yang digelar sejak 4 Desember 2017 lalu.

“Kami melaksanakan latihan ini karena sudah menjadi regulasi ISPS Code yang ditetapkan International Martime Organization atau IMO,” papar Dothy di acara yang juga disaksikan perwakilan pejabat dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak, serta 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan di wilayah Tanjung Perak dan unit K3 di wilayah Tanjung Perak Surabaya.

Dijelaskan, IMO telah menetapkan regulasi ISPS Code yang merupakan kegiatan melalui prosedur serta modul penanggulangan ancaman keamanan di laut dan pelabuhan. Menurutnya, selaku penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, Terminal Teluk Lamong telah mendapatkan lisensi ISPS Code yang berkode ID SUB-0018.

“The United States Coast Guard, bersama angkatan bersenjata Amerika Serikat, sampai pernah menyempatkan berkunjung ke sini (Terminal Teluk Lamong, red) pada bulan Juni lalu. Mereka datang untuk melihat secara langsung tentang penerapan ISPS Code di lingkungan Terminal Teluk Lamong,” urai Dothy.

Terkait pelaksanaan kegiatan bersama tersebut, kata Dothy, sudah menjadi keharusan dan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS Code. Ia mengungkapkan, seluruh fasilitas pelabuhan yang memiliki standarisasi internasional, wajib melaksanakan kegiatan ISPS Code. “Idealnya memang konsisten dan intens yang secara reguler dilaksanakan pelabuhan berstandar ISPS Code. Atau, maksimal 8 bulan sekali dilaksanakan, dan itu menjadi persyaratan mutlak,” tutur Dothy.

Ditambahkan, sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan keamanan di lingkungan Terminal Teluk Lamong, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III itu telah memiliki lisensi ISPS Code. Selain itu, Terminal Teluk Lamong juga sudah mendapatkan ‘stempel’, termasuk beberapa sertifikasi mutu, seperti ISO 9001, OHSAS 18001, dan ISO 14001.

“Kami menilai, pelaksanaan kegiatan berstandar ISPS Code yang digelar Terminal Teluk Lamong pagi ini cukup baik dan sesuai dengan kode-kode yang diamanatkan IMO dalam ISPS Code,” tutup Capt. Roni Fahmi, Kepala Bidang (Kabid) Status Hukum dan Sertifikasi Kapal mewakili Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin. (sa/ms/han)

Surabaya, Expostnews.com – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jatim mengaku, dibackup 2 kapal besar milik Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk mendukung pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018. Dukungan dua unit kapal besar tersebut, sebagai upaya Ditpolair Polda Jatim menjangkau pengamanan di wilayah kepulauan Jawa Timur yang rentan gelombang tinggi.

“Selain 38 kapal reguler dijajaran Ditpolair, kami juga dibantu kapal yang lebih besar milik Mabes Polri yang di BKO dari Mabes Polairud,” tutur Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin usai menjadi inspektur upacara (irup) Hari Ulang Tahun (HUT) Polairud ke-67 tahun 2017 di Mako Ditpolair Polda Jatim, Jl Nilam kawasan Pelabuhan Tunjung Perak Surabaya, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, kapal ukuran lebih besar dari kapal reguler tersebut, diyakini mampu menerjang tingginya gelombang yang selalu terjadi di wilayah kepulauan, seperti di Masalembu. Dengan harapan, saat pengiriman logistik Pilkada Jatim 2018, tidak terkendala gelombang maupun cuaca yang tidak bersahabat.

“Semoga saja, gelombangnya tidak tinggi. Yang pasti, jajaran Ditpolair Polda Jatim siap membantu pengamanan dan pengiriman logistik di wilayah kepulauan di Jatim,” yakin Machfud.

Diungkapkan, Ditpolair Polda Jatim siap membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim dalam proses pilkada di daerah-daerah kepuluan letaknya jauh dan sulit dijangkau, seperti di Kepulauan Masalembu, Kepulauan Sumenep, dan Pulau Bawean. Machfud menjamin, dukungan penuh Mabes Polri tersebut, tidak sebatas bantuan kapal besar, melainkan juga pelibatan personel dan perlengkapannya.

“Kami juga siap mengamankan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Jadi, di usianya yang sudah 67 tahun, Ditpolair yang merupakan bagian dari keluarga besar Polri, ingin lebih profesional, modern dan terpercaya,” papar Kapolda Jatim kelahiran Ketintang Surabaya ini.

Sementara, Dirpolair Polda Jatim, Kombes Pol Agusli Rasyid menambahkan, dua unit kapal besar yang di BKO di Jawa Timur tersebut adalah kapal jenis C1. Dengan kapal tersebut, Ditpolair Polda Jatim akan mampu membawa beban tanggung jawab dalam pengamanan Pilkada Jatim 2018.

“Begitu juga dengan peralatan transportasinya, siap mengamankan Pilkada Jatim di daerah kepulauan. Semua sudah kami siapkan mulai sekarang, termasuk dua kapal besar dari Mabes Polri,” kata Agusli disela mendampingi Kapolda Jatim di Mako Ditpolair Polda Jatim. (ms/zai/sa)

Surabaya, Expostnews.com – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak Surabaya telah menyiapkan kapal negara (KN) Grantin P.211 mengawal anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kapal dengan Gross Tonnage (GT) 321 ton dan berkecepatan maksimum 24 knot ini dipilih untuk mengantar anggota wakil rakyat menyaksikan langsung kesiapan infrastruktur dan transportasi menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Sesuai jadwal yang kami terima, anggota Komisi V DPR RI akan melakukan perjalanan dan peninjauan ke Pelabuhan Tanjung Perak, pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2017, pukul 13.30 Wib,” jelas Wawan, Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Selasa (5/12/2017).

Sementara, Pujo, Kepala Tata Usaha (Ka TU) Kantor Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya mengatakan, sedikitnya ada 12 anggota Komisi V DPR RI yang direncanakan meninjau kesiapan infrastruktur dan transportasi di Pelabuhan Tanjung Perak. Peninjauan langsung tersebut rencananya dilakukan di sekitar perairan bandar Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan KN Grantin P.211.

“Dipilihnya KN Grantin P.211 untuk mengawal anggota Komisi V DPR RI ini sudah melalui serangkaian koordinasi dengan instansi terkait di Pelabuhan Tanjung Perak. Prinsipnya, kami siap mengawal,” jelas penyelam senior ini.

Selain KN Grantin P.211, lanjut Pujo, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya, juga mengerahkan 13 kru kapal/anak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda, untuk pengamanan pengawalan selama berlangsungnya peninjauan. “Kami juga melibatkan dua sampai empat petugas untuk mendampingi anggota Komisi V,” katanya.

Sementara, informasi yang dihimpun, kedatangan anggota Komisi V DPR RI ke Tanjung Perak itu, merupakan rangkaian kunjungan selama 3 hari di Jawa Timur terkait kesiapan infrastruktur dan transportasi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Kunjungan yang berakhir, 9 Desember 2017 tersebut, dilakukan di Terminal Purabaya/Bungurasih, Stasiun Kereta Api Pasar Turi dan peninjauan jalan nasional dalam Kota Surabaya.

“Kalau melihat jadwalnya, tanggal 8 Desember 2017, anggota Komisi V DPR RI kembali ke hotel dan sebagian kembali ke Jakarta. Di hotel itu mereka melakukan Rapat Tim Teknis dalam rangka Penyusunan Laporan Kunjungan Kerja,” ujarnya. (sa/ms)

Page 1 of 93