Breaking News
Time: 11:22
Umum

Surabaya, Expostnews.com – Peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan layanan operasional Pelabuhan Tanjung Perak diyakini nihil dari insiden. Alhasil, dua perusahaan, Pelindo III Kantor Pusat Surabaya dan Kantor Pelindo III Regional Jawa Timur layak diganjar penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2019 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

“Penghargaan itu merupakan bagian dari 6 penghargaan yang diterima Pelindo III Group. Sebagai penyedia layanan operasional terminal bongkar muat di pelabuhan, Pelindo III sangat memperhatikan aspek K3,” tutur Direktur SDM Pelindo III Toto Heliyanto, Rabu (24/4/2019).

Selain itu, kata Toto, Pelindo III Kantor Pusat Surabaya juga menerima sertifikat emas untuk Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penghargaan yang sama juga diterima lini usaha baru Pelindo III di bidang logistik minyak dan gas, PT Pelindo Energi Logistik.

“Dua anak usaha Pelindo III lainnya, seperti RS PHC Surabaya dan PT Terminal Teluk Lamong juga memenangi Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja, setelah diusulkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Dengan diterimanya penghargaan tersebut, kata Toto, menandakan pengelolaan K3 di Pelindo III sangat baik. Menurutnya, K3 dilaksanakan dalam sistem manajemen agar optimal dan berkontribusi positif pada kelancaran bisnis. “Pelaksanaan SMK3 di pelabuhan sejalan dengan standar keamanan maritim yang berlaku internasional, yakni ISPS Code atau aturan pengamanan pelayaran dan fasilitas pelabuhan internasional,” urai Toto seperti dikutip laman pelindo.co.id.

Ia mengungkapkan, serupa dengan Pelindo III Kantor Pusat, PT Pelindo Energi Logistik juga berhasil menggaet pernghargaan SMK3. Apresiasi tersebut bermakna lebih karena lini bisnis PE Logistik adalah di sektor logistik minyak dan gas (migas) yang membutuhkan standar K3 tinggi.

“Penghargaan SMK3 untuk PE Logistik menjadi pengakuan bahwa Pelindo III sudah semakin siap mengembangkan ekspansi layanan terminal logistik migas. Layanan ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Dalam Penghargaan K3 2019 tersebut, penghargaan kecelakaan nihil diberikan kepada 1.052 perusahaan. Penghargaan SMK3 diberikan kepada 1.466 perusahaan, dan penghargaan program pencegahan HIV - AIDS di tempat kerja diberikan kepada 172 perusahaan. “Sedangkan, penghargaan pembina K3 terbaik diberikan kepada 17 gubernur,” jelasnya.

Sementara, pada prosesi penyerahan penghargaan yang berlangsung, Senin (22/4/2019) di Jakarta itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengingatkan, K3 dilakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sekaligus menjamin setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya.

“Pelaksanaan K3 menjamin setiap sumber produksi dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien, agar menjamin bahwa proses produksi dapat berjalan lancar di perusahaan,” ingat Menteri Hanif. (sa/ms/hum)
 

Surabaya, Expostnews.com - Tagihan utang Bambang Alim dan Anita Widjaya sebesar Rp 6 miliar kepada Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Srikandi berpeluang damai. Ini terungkap setelah KSU menyatakan kesanggupannya menyelesaikan keinginan dua konsumennya tersebut.

Respon positif KSU terhadap utang yang ditagihkan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan dua konsumennya di Pengadilan Niaga Surabaya itu dibenarkan kuasa hukum KSU Arta Srikandi. Alhasil, niat baik KSU ini pun mendapat persetujuan hakim pengawas melalui rapat kreditur yang digelar diruang Kartika 1, Pengadilan Niaga Surabaya, Selasa (23/4/2019).

“Rapat kreditur tadi mengarah ke perdamaian. Kami selaku termohon, masih kooperatif untuk menyelesaikan tunggakan utang kepada para pemohon,” aku Agung Silo Widodo Basuki selaku kuasa hukum KSU Arta Srikandi.

Lebih jauh Agung menjelaskan, sikap KSU Arta Srikandi itu sebenarnya sudah ditunjukkan sejak tahun 2010. Hanya saja, lanjut Agung, pihaknya terkendala mandat yang diberikan pengurus kepada Manager KSU Arta Srikandi belum dilaporkan ke pengurus koperasi.

"Sejak mandat itu diberikan ke manager, Ketua Koperasi sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab terhadap operasional. Hingga kini pun, manager belum melaporkan atau mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pengurus koperasi,” urai Agung usai rapat kreditur.

Seperti diketahui, Pengadilan Niaga Surabaya telah mengumumkan hasil keputusan PKPU sementara KSU Arta Srikandi berdasarkan ketentuan Pasal 226 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Dalam putusannya, Majelis hakim Pengadilan Niaga yang diketuai Hariyanto telah mengabulkan PKPU pemohon selama 45 hari sejak putusan dibacakan dan menunjuk Pesta Sitorus sebagai hakim pengawas. Selain itu, Hakim pemutus PKUP juga mengangkat Bangun Patrianto sebagai kurator dalam proses PKPU tersebut. (ms/oi/rul)

Agus Rijanto - Kholiq Menang Besar

Surabaya, Expostnews.com - Pertarungan meneguhkan posisi dalam memangku kebijakan serta tanggung jawab dan pengelolaan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) Usaha Karya Tanjung Perak telah usai digelar, Senin (22/4/2019). Ujungnya, 5 petahana yang notabene pengurus demisioner tetap kokoh melanjutkan ‘dinasti’ kepengurusan KTKBM Usaha Karya Tanjung Perak yang baru terpilih untuk masa bakti 2019-2022.

“Pengurus lama yang jadi,” seloroh seorang dari anggota TKBM, Selasa (23/4/2019).

Lelaki yang enggan disebut namanya ini mengaku, tidak mencatat keseluruhan hasil hitung perolehan suara kandidat dalam coblosan di sela gelaran Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018. Namun berdasar sumber yang digali, nama Agus Rijanto yang telah dinyatakan demisioner, terpilih kembali sebagai Ketua Umum Koperasi TKBM Usaha Karya periode selanjutnya.

“Agus Rijanto terpilih sebagai Ketua Umum dengan perolehan 350 suara dan Abdul Khamid Affandi dengan 96 suara,” ungkap Ahmad Kholiq, selaku pimpinan sidang dalam pemungutan suara pemilihan Ketua Umum, Ketua I, Ketua II, Sekretaris dan Bendahara Koperasi TKBM Usaha Karya Tanjung Perak masa bakti 2019-2022.

Usai Agus Rijanto bertengger lagi di kursi empuknya, kini giliran Ahmad Kholiq. Pimpinan sidang yang sebelumnya menjabat Ketua I di koperasi pengelola dan penyalur TKBM di Tanjung Perak itu, kembali mendekap jabatan lamanya setelah mengalahkan Luki Pujiadi dengan perolehan suara 328. “Luki 120, dan abstain 11 orang,” teriak petugas penghitungan suara.

Proses kemenangan pengurus lama yang sudah didemisioner dalam RAT Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Koperasi TKBM Usaha Karya Tahun Buku 2018 ini masih menyisakan 3 orang di posisi Ketua II, Sekretaris dan Bendahara. Untuk perebutan kursi Ketua II, Kokoh Aditama menang besar dengan suara 276 dan rivalnya Nuryadi hanya didukung 172 suara dengan suara tidak sah 10.

“Sedangkan, Abdussalam memperoleh 314 suara dan Kasminto mendapat 144 suara,” tukas Kusno, anggota pimpinan sidang yang mendampingi Ahmad Kholiq.

Artinya, dengan perolehan suara tersebut, Abdussalam berhak menduduki posisi Sekretaris terpilih untuk periode 3 tahun ke depan bersama Agus Rijanto sebagai Ketua Umum, Ahmad Kholiq di posisi Ketua I, Kokoh Aditama menjadi Ketua II dan Bendahara diduduki Kokoh Yudiarno. Kelima pengurus lama yang juga incumbent tersebut akan melanjutkan pengelolaan Koperasi TKBM Usaha Karya Tanjung Perak Surabaya masa bakti 2019-2022. (sa/ms)

Surabaya, Expostnews.com - Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pengurus dan pengawas Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) Usaha Karya Tanjung Perak ditolak. Suara penolakan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2018 yang digelar sekitar pukul 09.00 Wib, Senin (22/4/2019) itu dilancarkan sedikitnya 231 anggota melalui voting yang diikuti 457 peserta rapat.

“Untuk yang menerima 213 orang, dan yang menolak sebanyak 231. Sedangkan yang abstain ada 13 orang,” kata petugas dari panitia RAT usai penghitungan suara voting.

Sebelumnya, RAT KTKBM Tahun Buku 2018 yang berjalan cukup alot dan nyaris ricuh dengan baku mulut hingga berujung penolakan tersebut sudah tampak sejak awal dimulainya rapat. Kasak-kusuk dan gelagat ketidakpercayaan kepada pengurus dan pengawas KTKBM Usaha Karya Tanjung Perak periode 2016-2019 itu pun mengalirkan hujan interupsi bertubi-tubi dari anggota.

Kritik dan interupsi anggota kepada pengurus KTKBM Tanjung Perak yang telah purna jabatan tersebut, banyak mencecar seputar profesionalitas kinerja kepengurusan selama perjalanan tiga tahun masa periode. Seakan tanpa ampun, satu demi satu anggota dari 7 terminal tambatan di Tanjung Perak saling silang mengritisi ketidakbecusan kinerja pengurus dan pengawas KTKBM Usaha Karya.

Anggota RAT menilai, pengurus KTKBM tak mampu menjalankan koridor yang diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Bahkan, sorotan keganjilan sistem keuangan KTKBM yang dikelola kepengurusan periode 2016-2019 ini tak luput dari tudingan anggota. “Dari mana Rp 210 juta?” tanya Darma, seorang anggota TKBM Jamrud Utara (JU) di hadapan pengurus dan pengawas saat sesi telaah LPj terkait neraca keuangan selama menjalankan roda organisasi.

Sementara, anggota TKBM lainnya, Luki Pujiadi mengutarakan hal serupa terkait penolakan sebagian besar anggota terhadap LPj kepengurusan KTKBM Usaha Karya yang telah habis masa baktinya tersebut. Ia mengatakan, seharusnya pengurus lama tidak bisa maju lagi dalam kontestasi pemilihan struktur baru kepengurusan setelah mendapat penolakan dari anggota.

“Kalau LPj itu sudah tertolak, seharusnya melalui AD/ART sudah diatur, pengurus lama tidak bisa mencalonkan kembali,” kata Luki saat dimintai konfirmasi.

Menurutnya, pengurus lama mencoba memainkan penggunaan bahasa dengan memelintir kata mencalonkan dengan dicalonkan. Secara subjektif, kata Luki, dia atau pengurus lama, secara pribadi tidak bisa mencalonkan lagi setelah LPj-nya ditolak anggota. “Kedua, banyaknya permasalahan teknis, prinsip kebijakan yang merugikan lembaga,” tandas Luki yang hampir berkali-kali menyela rapat dengan kritik dan interupsinya.

Ia mencontohkan, jatuhnya pengelolaan TKBM ke 'pelukan’ Puskopal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Hal ini, kata Luki, mengesankan, pengurus lama mengamini berdirinya koperasi lain yang menyerupai pola kerja Koperasi TKBM, khususnya di Terminal Teluk Lamong. “Begitu juga dengan pengurangan gang-gangan yang dilakukan sepihak,” tukas Luki yang ikut ‘bertarung’ memperebutkan kursi Ketua I melawan incumbent, Ahmad Kholiq.

Pada kesempatan sama, serbuan penolakan LPj pengurus lama juga diutarakan anggota lainnya. Berdasar pantauan, hingga prosesi dimulainya pemungutan suara untuk 5 pengurus KTKBM Tanjung Perak periode 2019-2022, sejumlah anggota masih melontarkan kritik penolakannya. “Semua pengurus KTKBM 2016-2019 sudah demisioner dan berhak mencalonkan atau dicalonkan kembali,” dalih Ahmad Kholiq yang didapuk memimpin jalannya sidang pemungutan suara.

Kepiawaian Kholiq pun tertantang. Dengan diselingi pembacaan tata tertib, ia mampu meredam hingga mengambilalih kendali sidang di tengah ketegangan penolakan LPj RAT 2018 KTKBM Usaha Karya Tanjung Perak. Di sela pemilihan pengurus baru dalam RAT 2018 yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang dini hari itu, Kholiq menyampaikan, RAT 2018 merekomendasikan revisi AD/ART dan melanjutkan proses sertifikasi SHM di perumahan UKA secara tunai maupun kredit serta pembagian perumahan di Cerme, Gresik sebanyak 80 unit di tahun 2019

“Berusaha mengembalikan TKBM Teluk Lamong ke KTKBM Usaha Karya. Selanjutnya, terkait pengadaan pakaian kerja melalui tender terbuka,” ingat Kholiq yang juga Caleg DPRD Jatim dari PKB ini. (sa/ms/kan)

Surabaya, Expostnews.com – Gelaran Barunawati Expo 2019 yang dihelat pelaksanaannya sejak, Selasa (16/4/2019) di gedung World Trade Center (WTC), Jl Pemuda Surabaya begitu semarak. Acara yang dimaskoti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawati itu menyuguhkan sejumlah program pendidikan, sekaligus beragam karya dan hasil keterampilan siswa di bawah naungan Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS).

“Selain bertujuan untuk mengenalkan tentang apa dan bagaimana serta seperti apa sekolah Barunawati, Expo ini digelar juga untuk mendekatkan masyarakat dengan jenjang pendidikan di sekolah Barunawati,” kata Atiek Istijarti, Kepala Sekolah SMA Barunawati Surabaya saat mendampingi Ketua YBBS, Andito Sutarto di sela Expo yang berakhir, Selasa (23/4/2019) tersebut.

Atiek mengatakan, Barunawati Expo 2019 yang digelar selama seminggu di WTC Surabaya itu merupakan ajang promosi terkait pengelolaan dan sistem belajar mengajar di sekolah Barunawati menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Ia berharap, melalui ajang pameran sekolah Barunawati ini, mampu menarik minat dan ketertarikan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah Barunawati. “Karena, tak kenal, maka tak sayang,” selorohnya berperibahasa.

Untuk SMA Barunawati, lanjut Atiek, telah memiliki kelas unggulan Bahasa Korea. Ia menyebut, kelas Bahasa Korea merupakan satu-satunya kelas unggulan di SMA Barunawati yang tidak dimiliki sekolah sederajat lainnya di Surabaya. “Di Jawa Timur, kelas Bahasa Korea hanya ada dua. Selain di SMA Barunawati, satunya di SMAN 1 Pagak, Kabupaten Malang,” ungkap pendidik berjilbab ini.

Menurutnya, kelas Bahasa Jepang juga dipelajari sebagai ekstra kulikuler di SMA Barunawati. Bahkan, kelas unggulan Bahasa Korea yang dikemas dalam sistem belajar mengajar di SMA Barunawati itu sempat mengirimkan seorang siswa pertukaran pelajar melalui bea siswa. “Seminggu lalu, kami diundang Japan Foundation Jakarta melalui Nihongo Partners untuk program September 2019 hingga April 2020,” ingatnya.

Diva Karen Pratiwi, siswa SMA Barunawati yang belum genap setahun belajar di SMA Barunawati mengaku, cocok dengan mempelajari Bahasa Korea melalui baca dan tulis tentang abjad dan penggunaannya. Ia mengaku, ingin dikirim ke negara Korea untuk lebih belajar menekuni Bahasa Korea.

“Saya percaya kalau belajar bahasa asing, apapun bahasanya suatu saat pasti bermanfaat. Jadi, sekarang tidak perlu lagi penterjemah. Yang pasti, saya ingin balik lagi ke Korea,” sambung Andi Putri, siswa kelas XI IPA 1 SMA Barunawati.

Hal senada juga diungkapkan, Muhammad Rasya Putra. Siswa kelas XI ini menuturkan, keinginannya balajar Bahasa Jepang untuk mengenalkan budaya lokal Indonesia. Ia ingin, kelestarian budaya dalam negeri semakin berkembang dan bisa dikenalkan di Jepang. “Dengan begitu, saya juga bisa mengenalkan budaya sendiri ke Jepang,” tukas Rasya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Barunawati, Matsidi menambahkan, di jenjang pendidikan SMK memiliki tagline kompeten untuk siap kerja, mandiri dan berkarakter dengan akhlak mulia. Matsidi juga mengungkapkan, ada 5 program yang dikemas dalam belajar mengajar di SMK Barunawati, masing-masing multimedia, teknik jaringan komputer, akuntansi, administrasi perkantoran dan yang terbaru adalah perhotelan.

“Next, di tahun ajaran baru, SMK Barunawati juga membuka program tata boga/chef, logistik dan farmasi industri. Logistik dan farmasi industri adalah satu-satunya di Surabaya, dan hanya di SMK Barunawati. Bedanya farmasi klinis adalah meracik obat dari resep dokter, sedangkan farmasi industri adalah meracik obat untuk sekala pabrik/produk besar,” tutur Matsidi.

Sementara, Prayogo Widodo, anggota Pengawas YBBS mengapresiasi dengan pelaksanaan gelar Barunawati Expo 2019. Dengan gelaran tersebut, sekolah Barunawati mulai tingkatan TK, SD, SMP, SMK hingga di STIAMAK semakin diminati masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas. “Karena, kami juga punya target bisa 20 persen terlampaui untuk PPDB tahun ini,” tutupnya. (sa/ms/bar)

Surabaya, Expostnews.com - Andre Hehanusa, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kian greget saja mendekati hari coblosan, 17 April 2019. Tak urung, pelantun Karena Kutahu Engkau Begitu (KKEB) ini pun turut menyemarakkan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan menggelar dua kegiatan dalam sehari di Surabaya, tepatnya, Jumat (12/4/2019).

“Kegiatan diawali pertandingan sepakbola Friendly Match Maluku Satu Surabaya di stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya. Lalu, malamya kami menggelar konser 1 malam, 3 cinta, 5 cerita di Surabaya Town Square (Sutos),” kata Andre kepada wartawan di Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Gelaran kegitan tersebut seiring dengan keinginannya untuk mempererat hubungan antara warga Maluku dan Surabaya melalui olahraga, musik, budaya dan pendidikan. Andre mengatakan, sepakbola merupakan salah satu kegiatan yang bisa mempersatukan bangsa. “Saya ingin menggabungkan Maluku, Bola dan Surabaya,” aku penyanyi yang akrab dengan lagunya ‘Kuta Bali’ ini.

Menurutnya, Friendly Match Maluku Satu Surabaya, merupakan ajang pertandingan yang diyakini memiliki kesan yang mendalam. Andre ingin mengumpulkan seluruh warga Maluku penghobi bola dalam gelaran tersebut. “Jadi, nggak Cuma pemain, tapi warga Maluku yang ada di Surabaya dan sekitarnya turut memeriahkan sepakbola ini,” tutur caleg Dapil I Surabaya-Sidoarjo ini.

Dijelaskan, parapPemain yang terlibat Friendly Match ada 38 orang yang di antaranya merupakan mantan pemain nasional kelahiran Maluku. Mereka tenar setelah merumput di Surabaya dan daerah lainnya, seperti Rochy Poetiray, Imran Nahumarury dan Maura Heli.

“Saya merasa punya satu keterikatan visi dan persaudaraan Maluku dengan kumpul main bola bersama dan satu hati. Ini yang saya rasakan selama 4 bulan di Surabaya,” aku Andre.

Di ajang Friendly Match Maluku Satu Surabaya itu, Andre juga menyerahkan penghargaan kepada 7 tokoh asal Maluku yang memiliki profesi berbeda. Masing-masing, ada tokoh sepakbola, budayawan, pendidikan dan olahragawan, termasuk yang sudah tiada.

“Ada Nicky Poetiray, Yacob Sihasale, Sam Abede Pareno, Prof Sahetapy, Tuhaleka, Leo Maspaitela, JA Hattu. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada warga Maluku yang memiliki prestasi di bidangnya,” urainya.

Selanjutnya, di malam hari, Andre menghadiri konser 1 malam, 3 cinta, 5 cerita di Sutos dengan dimeriahkan artis top seperti Yopie Latul. Penyanyi asal Ambon, Maluku ini, harap Andre, bisa menghibur ribuan anak-anak muda atau milenial. “Lagu-lagu hit-nya akan dinyanyikan, seperti Kembalikan Baliku, Poco-Poco dan Ayun Langkahmu,” ingat Andre.

Sementara, Rochy dan Imran mendukung, upaya Andre Hehanusa mengumpulkan mantan pemain sepakbola asal Maluku. Keduanya mengaku rela membatalkan kegiatannya untuk memenuhi undangan Andre. “Harapan kami, bung Andre bisa terpilih dan duduk sebagai legislatif di Senayan,” ujarnya. (ms/sa/pt)

Surabaya, Expostnews.com – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyebut, 5 unit kapal selam yang segera dibangun Indonesia, setelah kapal selam ketiga, KRI Alugoro-405 yang diresmikan, Kamis (11/4/2019), belum cukup untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Idealnya 12 kapal selam untuk melindungi luas perairan Indonesia,” aku Menhan di sela peluncuran kapal selam produksi PT PAL Surabaya, KRI Alugoro-405 di Dermaga Fasilitas Kapal Selam, PT PAL Ujung Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Hanya saja, ingat Menhan, kebutuhan untuk memenuhi 12 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa kapal selam tersebut akan terpenuhi dalam kurun 5-6 tahun ke depan. Namun, ia optimis, Indonesia akan memroduksi sendiri hingga 5 unit kapal selam tanpa bantuan negara lain, seperti bangunan tiga kapal selam senilai Rp 1.140 miliar yang kini memperkuat alutsista TNI AL tersebut. “Setelah kapal selam yang ketiga ini, 5 kapal selam lagi segera kami produksi sendiri,” ujar Menhan.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama (Dirut) PT PAL Surabaya, Budiman Saleh mengaku, sanggup untuk memenuhi ketercukupan jumlah ideal kapal selam Indonesia. PT PAL Surabaya, lanjut Budiman, telah memiliki seluruh fasilitas untuk membangun 12 unit kapal selam tersebut. “Hanya perlu tambahan asesoris untuk perlengkapan fasilitas produksi saja,” akunya.

Untuk itu, kata Budiman, perlunya tambahan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk merealisasikan kebutuhan ideal kapal selam. Dalam sambutannya, ia menyebut, pengajuan PMN pernah dilakukan tahun 2013 senilai Rp 2,5 triliun, dan baru terealisasi tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun. “Untuk memenuhi ideal kapal selam, besar kemungkinan PMN cair tahun 2020,” tukasnya.

Sebelumnya, alutsista TNI AL bertambah satu unit kapal selam alih teknologi, KRI Alugoro-405. Launching Ceremony & Ship Naming Kapal selam Diesel Electric Submarine U209/1400 produksi PT PAL Surabaya ini dilakukan langsung Menhan RI Ryamizard Ryacudu. “Ini (KRI Alugoro-405, red) merupakan kapal selam ketiga,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya.