Breaking News
Time: 7:12

Izin Prinsip Ganjal Ambisi Pelindo III Kebut Boom Marina Banyuwangi

Friday, 22 July 2016 10:24
Maket Boom Marina Banyuwangi Maket Boom Marina Banyuwangi

Baru Sebatas Renovasi Toilet

Surabaya, Expostnews.com – Secara fisik, kompleks wisata Boom Marina Banyuwangi, hingga kini belum juga dikerjakan pembangunannya. Proyek prestisius yang digadang bisa digunakan sebagai ajang kapal layar internasional, Fremantle Yacht Race and Rally itu, pembangunannya baru sebatas perbaikan sarana pendukung, seperti renovasi toilet.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III yang menempatkan anak usahanya, PT Pelindo Properti Indonesia (Pelindo Properti) sebagai pengerja proyek pun sangat berambisi bisa menuntaskan pembangunan infrastruktur marina modern tersebut tanpa ganjalan dan selesai pada waktunya. Dengan harapan, pelaksanaan ajang kapal layar internasional yang dihelat Mei 2017 ikut menempatkan Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan even tersebut.

“Memang benar. Kami belum melaksanakan pengerjaan fisik lainnya seperti dinding penahan tanah, pembuatan alur masuk kolam marina, pendalaman kolam marina, pembuatan ponton apung untuk yacht, pembangunan hotel dan resort, serta fasilitas pendukung lainnya,” aku Mahde Kumar, Operasional and Business Development Section Head PT Pelindo Properti Indonesia (Pelindo Properti), Jumat (22/7/2016).

Mahde beralasan, terseoknya proses pembangunan Boom Marina Banyuwangi tersebut lebih dikarenakan Ijin Prinsip Pemanfaatan Tanah (IPPT) dari Pemkab Banyuwangi belum dikantongi Pelindo Properti. Namun, Mahde mengaku, sebagai pengelola resmi kawasan Boom Marina Banyuwangi, Pelindo Properti telah memiliki sejumlah izin yang dibutuhkan.

“Seperti Ijin Pemanfaatan Ruang (IPR) dari Pemprov Jatim dan Persetujuan Mendirikan Bangunan (PMB) dari Pelindo III selaku pemilik HPL di Boom Banyuwangi. Apalagi, kami telah melaksanakan sidang akhir studi kelayakan lingkungan yang akan segera terbit rekomendasi lingkungannya,” yakinnya.

Meski demikian, proses pembangunan kawasan Boom Marina Banyuwangi tetap berjalan sesuai dengan tahapannya. Menurut Mahde, pembangunan berjalan pada tahap penyiapan infrasturuktur dasar serta perbaikan sarana pendukung. “Seperti renovasi toilet dan peninggian lahan untuk mengantisipasi banjir yang diakibatkan oleh air laut pasang. Yang pasti, kami sangat menunggu terbitnya izin dari Pemkab Banyuwangi,” ujarnya.

Ini mengingat, mendesaknya pelaksaan Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally 2017 yang telah dipublikasikan dan dipromosikan melalui media massa internasional (Sail World International-www.sail-world.com). Bahkan informasi yang diterima dari Fremantle Sailing Club, telah dibuka pendaftaran dan beberapa sailor juga sepakat ikut serta dalam gelaran yang pernah dilaksanakan Pelindo III tahun 2015 lalu di Pelabuhan Benoa, Bali.

“Jadi, sangat disayangkan kalau Banyuwangi tidak dapat menjadi tuan rumah acara puncak dari gelaran internasional itu, hanya karena perizinan pembangunan terganggu. Ganjalan ini sangat tidak sejalan dengan kiprah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dikenal mendukung pengembangan pariwisata demi peningkatan taraf ekonomi warganya,” tukas Mehde.

Sementara, kawasan marina bertaraf internasional tersebut, nantinya menjadi destinasi wisata terintegrasi. Selain direncanakan untuk even Fremantle Yacht Race and Rally pada Mei 2017, Boom Marina Banyuwangi akan menyatukan Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo.

“Pentingnya pembangunan ini membuat proses studi kelayakan dikerjakan penuh kehati-hatian dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pengembangan kawasan maritim ini seiring konsep pelestarian alam, sebagai salah satu ciri destinasi bahari,” ujar Mahde.

Demi mendukung kelengkapan proses pengembangan, telah dikerjakan sebuah studi kelayakan lingkungan yang baru dan disesuaikan dengan rencana pengembangan Pelabuhan Boom yang baru. Sedangkan, studi kelayakan lingkungan yang lama (yang sudah tidak digunakan lagi) masih mengacu pada kondisi eksisting Pelabuhan Boom.

“Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dengan dukungan masyarakat di sekitar kawasan Pantai Boom, Pelindo Properti telah duduk bersama dalam sidang terakhir pada Selasa (19/7), terkait studi kelayakan lingkungan dengan memberikan paparan secara rinci mengenai rencana pengembangan Boom Marina Banyuwangi,” katanya. (esp6/sa)

Rate this item
(0 votes)
Read 330 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS