Breaking News
Time: 3:23

Tujuh Negara Adu Piawai Taklukkan Ombak Pantai Pancer Door Pacitan

Thursday, 18 August 2016 22:57
Bupati Pacitan Indartato saat menyerahkan papan selancar tanda dibuka resmi kompetisi surfing Asian Surfing Championships (ASC) 2016 dalam rangkaian Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea di Pantai Pancer Door, Pacitan, Kamis (18/8/2016) Bupati Pacitan Indartato saat menyerahkan papan selancar tanda dibuka resmi kompetisi surfing Asian Surfing Championships (ASC) 2016 dalam rangkaian Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea di Pantai Pancer Door, Pacitan, Kamis (18/8/2016)

Pacitan, Expostnews.com – Sedikitnya, 40 peselancar dunia, termasuk Indonesia memusatkan konsentrasi di Pacitan, Jawa Timur, menyusul diresmikannya ‘Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea’ yang dibuka mulai 17-21 Agustus 2016 oleh Bupati Pacitan, Indartato, Kamis (18/8/2016). Para atlet selancar dari tujuh negara itu sengaja hadir untuk saling adu piawai menaklukkan gulungan ombak besar nan tinggi di Pantai Pancer Door dalam kompetisi surfing berskala internasional Asian Surfing Championships (ASC) 2016.

“Para peserta ini berasal dari Indonesia, Brasil, Jepang, Perancis, Swedia, Thailand dan Australia,” jelas Ketua Penyelenggara ‘Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea’, Wasi Prayitno dihadapan Bupati Pacitan, Indartato, Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo, Kapolres Pacitan serta peserta dan undangan di Pantai Pancer Door, Pacitan, Kamis (18/8/2016).

Wasi yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Pacitan ini mengatakan, 40 peserta tersebut terdiri dari 25 atlet selancar laki-laki dan 15 adalah peselancar perempuan. Menurutnya, kegiatan ‘Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea’ yang dirangkai dengan aksi surfing tingkat dunia tersebut akan menjadi agenda tahunan Kabupaten Pacitan. “Kedepan, kami sudah merencanakan ajang ini rutin setiap tahun digelar disini (Pacitan, red),” yakin Wasi.

Sementara, di kompetisi selancar ASC 2016 di Pantai Pancer Door, Pacitan, para surfer ditantang untuk bisa memainkan 15 kali gulungan ombak. Minimal, atlet selancar tersebut harus mendapatkan atau bisa memanfaatkan dua gulungan ombak.

“Dengan mendapatkan minimal dua gulungan ombak terbaik, peselancar akan mengumpulkan nilai dan menjadi yang terbaik,” ingat seorang dari dewan juri ASC asal Indonesia, I Made.

Kompetisi selancar berskala internasional yang dihelat dalam ‘Hello Pacitan 2016 Flaming of The Sea’ ini merupakan kontes tahapan kelima dalam tour Asian Surfing Championships (ASC) 2016. untuk grade 2 divisi pria dan grade 1 divisi wanita. Melalui even internasional tersebut, surfer-surfer terbaik di Asia dan Eropa akan bersaing menjadi yang terbaik di spotsurfing terbaik di Jawa Timur yang pada akhirnya akan mengangkat nama Wonderful Indonesia ke mancanegara, khususnya Pacitan.

Sebelumnya, Wasi membeberkan, Pacitan tak ubahnya ‘Surganya Pulau Jawa’ dan garis pantai yang indah dengan panjang 71 kilometer. Selain itu, Pacitan juga menawan dari sisi panorama alam lainnya, seperti Pantai Klayar yang tercatat sebagai 10 pantai terbaik di Indonesia. “Masih ada lagi keindahan pantai lainnya, seperti Pantai watu Karung dengan Seruling Samudera dan Sphinx Van Java yang menakjubkan,” paparnya didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (PSDP) Disbudpar Jatim, Rosmiati mewakili Kadisbudpar Jatim, Jarianto saat menyambut para jurnalis di momen Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2016 yang diselenggarakan Disbudpar Provinsi Jawa Timur.

Pada saat bersamaan, Bupati Pacitan, Indartato mengaku, sangat mendukung kegiatan yang akan dijadikan agenda tahunan pariwisata Kabupaten Pacitan tersebut. Dukungan penuh atas penyelenggaraan agenda pariwisata itu juga disampaikan Indartato secara langsung dalam sambutan resminya. “Kami akan buka akses transportasi dan membangun infrastruktur pendukung lainnya,” kata Bupati.

Penataan berbagai sarana dan prasarana itu, lanjut Bupati, sekaligus untuk memudahkan para wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung menikmati destinasi wisata Pacitan. Dengan harapan, indahnya alam Pacitan bisa benar-benar dinikmati.

“Sekaligus, ini bagian dari promosi kami terhadap beragam destinasi wisata Pacitan yang menakjubkan ini,” ujar Indartato. (sa/ms/red)

Rate this item
(3 votes)
Read 185 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS