Breaking News
Time: 7:20

Heboh, Legian Beach Festival 2017 'Meledak'

Saturday, 14 October 2017 20:40
Legian Beach Festival (LBF) 2017 di Bali Legian Beach Festival (LBF) 2017 di Bali

Posting Hastage #EnjoyBali
 
Bali, Expostnews.com – Helat Legian Beach Festival (LBF) 2017 yang secara resmi dibuka Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meledak heboh. Para Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) memadati acara yang digelar di Pantai Legian, Rabu (11/10/2017).

“Silakan dinikmati keindahan alam Bali, terutama Pantai Legian dan budaya nusantara di festival ini,” tutur Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Putu Nguruh seraya mengajak memosting keindahan Bali melalui sosial media (sosmed). “Silakan posting indanya Bali dengan menggunakan hastage #EnjoyBali dan nikmati semuanya,”ujar Putu yang juga diamini Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Putu, sosial media, kinerja seluruh pentahelix juga akan menjadi efektif dalam mempromosikan sebuah tempat. Dengan semangat Solid, Speed, Smart (3S) dan memperhatikan Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas (3A), Bali semakin hari dikenal luas dunia internasional karena kenyamanan datang ke Bali. ”Media dan sosial media juga paling penting terhadap keberhasilan sebuah event apapun dan kondisi apapun,” jelas Putu.
 
Diharapkan,, festival yang digelar untuk ke-10 kalinya ini ikut mempromosikan pariwisata Nusantara melalui Bali. Kata Wawan, LBF yang berlangsung hingga, Minggu (15/10/2017) itu sangat berbeda dengan event-event sebelumnya di Bali.

“Karena, event kali ini memberi peluang kepada Kabupaten atau Provinsi dari luar Bali untuk ikut mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki di masing-masing Kabupaten maupun Provinsi melalui LBF, khususnya dan Bali pada umumnya,” katanya usai membuka secara resmi LBF 2017.
 
Mengingat, destinasi di Bali merupakan tempat berpromosi yang efektif bagi Kabupaten maupun Provinsi di luar Bali. Alasannya, Bali menjadi daerah tujuan utama pariwisata di Indonesia yang sudah sangat dikenal  para wisatawan mancanegara. “Jadi, ini momentum nasional, bahkan mancanegara," tambah Putu.

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Ki Dalang itu mengatakan, promosi dapat dilakukan melalui stand-stand yang telah disiapkan guna menampikan keunikan atau kekhasan yang dimiliki dari masih-masing daerah. Panitia juga sudah menyiapkan 100 stand pameran yang sebagian besar akan diisi oleh para UMKM lokal.
 
"Di LBF kali ini ada beberapa peserta diluar daerah ikut serta. Kami sediakan 100 stand. Ada yang dari Bandung, Banyuwangi dan Bogor, Jawa Barat. Mereka semua memamerkan aneka produk yang unik dari masing-masing daerah, terutama produksi dari para pelaku UMKM,” ingat Putu.

Sementara, antusias wisnus dan wisman juga sangat terlihat di acara yang didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara tersebut. Setiap stand penuh dengan wisatawan yang menyaksikan pagelaran budaya maupun stand yang disiapkan dari berbagai daerah.

“Dulu pertama kali perhelatan LBF, meski stand diberikan gratis tidak ada masyarakat yang memanfaatkan. Berbeda dengan kali ini, semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pada LBF ini," cetus Ketua panitia LBF-10 Nyoman Sarjana.

Dikatakan, dengan tetap dikemas dalam konsep bernuasa tradisional dan modern, maka di stage akan ditampilkan kesenian tradisional seperti tari Cak dan Barong, sekaligus menampilkan kesenian dari India juga. “Pembukaan LBF pada 11 Oktober sore hari diawali dengan parade atau karnaval mulai dari pantai di depan Padma Hotel menuju ke Melasti Stage,” ujar Nyoman.
 
Bali merupakan pintu masuk utama (great Bali) bagi para wisman ke Indonesia dengan kontribusi hingga mencapai 45-50% dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Disisi lain, atraksi Bali tetap memiliki keunggulan yang bersumber dari potensi Budaya (culture), Alam (Nature) maupun Buatan (Manmande).

“Ini salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing dari sisi atraksi adalah dengan memperbanyak festival budaya seperti LBF,” kata Nyoman.
 
Seperti diketahui, Pantai Legian merupakan salah satu destinasi pantai paling favorit di Pulau Bali. Pantai Legian Bali memiliki pasir putih serta keindahan matahari tenggelam (sunset) di sore hari. Sebagian besar wisatawan menikmati keindahan Pantai Legian dengan cara berjemur matahari, berenang dan bermain selancar.

Di sepanjang pantai juga banyak terdapat bar dan cafe yang cukup terkenal seperti Skygarden Bali (61 Legian), Engine Room, Bounty Discotique, Apache Bar, Vi Ai Pi. Para turis pun bebas memasuki bar tersebut. Di tempat terbuka itu para pelayan juga menawarkan menu yang menggiurkan kepada setiap wisatawan.

Selain bar, di Legian juga ada penjual cinderamata, seperti sendal, tas dan aksesoris lainnya. Lokasi Pantai Legian sangat berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai yang hanya berjarak 6 kilometer. “Kalau jalanan tidak dalam keadaan macet, tiba ke Pantai Legian dari Bandara, cukup 20 menit saja,” kata Nyoman. (bo/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 142 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS