Breaking News
Time: 11:01

TBM Maspati Diresmikan, Pelindo III Rancang Serupa di 17 Kantor Pelabuhan Cabang

Wednesday, 18 April 2018 19:56
Financial Director, Pelindo III, Saefudin Noer (kaos putih) sedang diwawancarai wartawan terkait peresmian Taman Baca Masyarakat (TBM) Kampung Lawas Maspati di Kelurahan Bubutan Surabaya, Rabu (18/4/2018) Financial Director, Pelindo III, Saefudin Noer (kaos putih) sedang diwawancarai wartawan terkait peresmian Taman Baca Masyarakat (TBM) Kampung Lawas Maspati di Kelurahan Bubutan Surabaya, Rabu (18/4/2018)

Surabaya, Expostnews.com - Kampung Lawas Maspati di Kelurahan Bubutan Surabaya sengaja dijadikan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk menumbuhkan gairah dan minat baca masyarakat. Bahkan, Pelindo III berancang-ancang hal serupa dengan mengembangkan ‘Gerakan Cinta Membaca’ ini di seluruh kantor pelabuhan cabangnya.

“Rencananya, Pelindo III dapat mendirikan satu atau dua TBM/TBS di 17 kantor pelabuhan cabang,” kata Financial Director, Pelindo III, Saefudin Noer, Rabu (18/4/2018).

Di sela meresmikan Taman Baca Masyarakat (TBM), di Kampung Maspati, Bubutan, Surabaya, Saefudin Noer mengungkapkan, saat ini tim corporate social responsibility/CSR program bina lingkungan di pelabuhan-pelabuhan cabang Pelindo III sudah bergerak melakukan survei untuk mencari lokasi pembuatan TBM dan Taman Baca Sekolah (TBS). Survei tersebut, kata Saefudin, diutamakan tempat yang kerap digunakan untuk berkumpul warga.

“Seperti Balai Desa, Sekolah Dasar/PAUD, dan panti asuhan, yang memiliki ruangan berukuran 3 x 3 meter untuk dijadikan TBM/TBS,” urainya pagi tadi.

Sementara, dorongan gairah dan minat baca masyarakat yang dibangun di taman baca kampung wisata binaannya, Kampung Lawas Maspati, Pelindo III bersinergi dengan Balai Pustaka. Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut merupakan dukungan program Pemerintah ‘Indonesia Membaca’ melalui Gerakan Cinta Baca yang diinisiasi Kementerian BUMN.

“Sudut baca di kampung lawas ini kami berikan tambahan buku bacaan yang berkualitas, lengkap dengan rak buku yang representatif, alat peraga edukatif, dan aneka aksesori ruangan,” ungkap Saefudin didampingi pegiat wisata Kampung Lawas Maspati, Sabar Swastono, Camat Bubutan Eko Purnomo dan turut hadir Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Amin Mas'udi.

Sekadar tahu, Kampung Lawas Maspati merupakan cerita sukses mitra binaan BUMN kepelabuhanan yang berkantor pusat di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tersebut. Kreativitas warga berhasil didukung, hingga dapat mandiri mengelola atraksi wisata bernuansa lokal.

Bahkan, secara berkala sudah dikunjungi turis mancanegara dari cruise yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan adanya TBM di Maspati, diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapasitas warga, terutama anak-anaknya. “Sehingga, semakin mandiri dalam menciptakan kesempatan peningkatan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan,” harap Saefudin Noer.

Di saat bersamaan, pegiat wisata Kampung Lawas Maspati, Sabar Swastono menambahkan, warga sangat senang dengan dukungan Pelindo III. Dulu, sudut baca yang sebelumnya berukuran kurang dari 4 meter persegi, kini telah dipindah dan diperluas menjadi seluas 20 meter persegi.

"Bukunya juga semakin lengkap, seperti buku cerita yang disediakan untuk memancing minat baca anak-anak. Karena di sini banyak bangunan sejarah, kami juga mengajukan ke Pelindo III agar menyediakan buku tentang sejarah,” papar Sabar.

Adanya TBM dari dukungan Pelindo III dan Balai Pustaka itu, lanjut Sabar, tercetus ide untuk memosisikan Kampung Lawas Maspati sebagai destinasi wisata edukasi membaca. Apalagi, posisi Maspati yang terletak di tengah Kota Surabaya sangat strategis untuk menjadi tempat membaca bagi wisatawan lokal. “Nantinya di beberapa sudut kampung, seperti di Cafe Lawas, juga akan diletakkan buku-buku," tambah Sabar.

Hal senada diungkapkan Camat Bubutan Eko Purnomo. Ia mengapresiasi sinergi BUMN tersebut, sebagai hal yang positif dan diharapkan lebih banyak lagi dilaksanakan untuk kampung lainnnya. Eko mengakui, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah banyak intervensi terkait program (pengembangan masyarakat).

“Tapi, tetap ada beberapa hal belum di-cover anggaran. Ini bisa dimasuki (CSR sinergi BUMN, red) demi menunjang pembangunan kampung-kampung agar lebih berdaya perekonomiannya,” tutur Camat Eko.

Terkait optimalisasi pemberdayaan Mitra Binaan, Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Amin Mas'udi menyepakati kerja sama tentang optimalisasi bisnis dengan Pelindo III. Dikatakan, memorandum of understanding (MoU) tersebut merupakan salah satu solusi kongkret yang bertujuan membangun sinergi BUMN dengan prinsip saling menguntungkan.

“Ruang lingkup kerja sama ini meliputi penjaminan kredit/pembiayaan investasi dan modal kerja yang disalurkan oleh lembaga keuangan bank maupun non-bank, penjaminan/kontra bank garansi, serta surety bond,” ulasnya.

Terpisah, Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat menjelaskan, kerja sama dengan lembaga penjaminan keuangan, seperti Perum Jamkrindo. Hal ini untuk meningkatkan performa penyaluran dana kemitraan yang bergulir di masyarakat.

“Perum Jamkrindo akan turut menanggung risiko dari penyerapan dana kemitraan yang disalurkan Pelindo III. Dengan begitu, upaya pemberdayaan ribuan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) mitra binaan Pelindo III di beberapa provinsi di Indonesia akan semakin optimal,” papar Faruq. (ms/sa/rls)

Rate this item
(1 Vote)
Read 45 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS