Breaking News
Time: 6:35

Pengamanan Citraland Rapuh, Dua Anak Hilang Diculik

Sunday, 07 February 2016 01:22
Foto kenangan Linda Sutanto (35) bersama dua anaknya yang kini menjadi korban penculikan Foto kenangan Linda Sutanto (35) bersama dua anaknya yang kini menjadi korban penculikan

Ibunda Korban Tuntut Polisi

Surabaya, Expostnews.com - Sedih dan gundah bercampur sesal, serasa sulit dihilangkan Linda Sutanto (35), tatkala mengingat kejanggalan peristiwa penculikan dua buah hatinya di komplek perumahan elit, Citraland Surabaya. Seketika, gulana Linda kian mendalam saat penyesalan mengaduk pikiran terhadap rapuhnya sistem pengamanan di Taman Puspa Raya Citraland Surabaya, tampatnya tinggal.

“Kejadiannya itu pagi sekitar pukul 07.00, pada hari Selasa, 2 Februari 2016. Kemungkinan besar anak saya diculik,” ujar Linda sembari menunjukkan foto kenangan kakak-beradik Mathew Nielsen Soetrisno, atau biasa dipanggil Sensen (9), dan Benedict Nicholas Soetrisno, biasa dipanggil Niko (8), Sabtu (6/2/2016).

Sungguh ironis, jika peristiwa malang itu harus melibatkan sistem keamanan dan pengamanan super ketat di Taman Puspa Raya Citraland Surabaya yang ternyata tidak dapat mencegah tindak kejahatan penculikan. Padahal, perumahan elit sekelas Taman Puspa Raya Citraland semestinya dilengkapi kamera pengawas CCTV yang dapat memudahkan petugas atau polisi mengenali pelaku jika terjadi peristiwa kejahatan seperti yang dialami Linda.

“Saya sudah laporkan ke pihak Citraland. Mereka hanya mengucapkan turut prihatin atas hilangnya dua anak saya,” sesalnya.

Bukti ketatnya pengamanan ‘anti bobol’ tersebut terbaca ketika beberapa wartawan yang mencari rumah Linda untuk melakukan tugas kejurnalistikan dihentikan petugas sekuriti yang meminta menanggalkan KTP di pos penjagaan sebelum masuk area Taman Puspa Raya. “Tapi, kok bisa pengamanan seketat itu kemasukan penculik? Itu yang saya herankan,” kata Linda.

Linda yang kini menggeluti bisnis toko online tersebut kembali mengutarakan peristiwa penculikan yang tak disangkanya itu. Ia pun terperangah, saat mendengar kisah pembantu belakang rumahnya mengaku melihat Sensen dan Niko dipaksa seseorang masuk mobil.

“Orang yang menculik dua anak saya itu berkulit putih dan berperawakan tinggi. Warna mobilnya abu-abu. Tapi, jenis mobilnya tidak tahu. Kalau berdasarkan cerita pembantu itu, mobil yang digunakan berukuran sedang, seukuran Avansa atau Mobilio,” kata mantan istri Tjahyono ini.

Linda menguatkan dugaan penculikan, karena pada hari itu hanya menemukan sepeda anaknya tergeletak begitu saja di belakang rumahnya. Pembantu itu, lanjut Linda, melihat pelaku pertama kali menangkap Niko dan dimasukkan paksa ke dalam mobil. “Sedangkan Sensen sempat melarikan diri, lalu dikejar, tapi tertangkap dan dimasukkan ke dalam mobil juga,” tuturnya.

Mendengar cerita pembantu tersebut, sejurus kemudian Linda melaporkan kehilangan dua anaknya ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Jatim tak kunjung menangkap pelaku yang diduga melarikan dua anak Linda itu kea rah Madiun Kota.

“Laporannya langsung saya masukkan ke Polda Jatim, sesaat setelah kejadian pada hari Selasa, 2 Februari 2016 itu. Saya berharap, polisi segera menemukan kedua anak saya,” tuntutnya. (esp1/red)

Rate this item
(45 votes)
Read 48551 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS