Breaking News
Time: 6:35

Gara-gara Proyek Mobil 3 BUMN Ini, Dahlan Iskan Dijadikan Tersangka Lagi

Wednesday, 01 February 2017 23:01
Dahlan Iskan Dahlan Iskan

Diduga Korupsi 

Surabaya, Expostnews.com – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kembali didera kasus dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil listrik di tiga perusahaan milik negara, PT BRI (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero). Atas keterlibatannya tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung RI tertanggal 26 Januari 2017.

“Ya. Memang demikian adanya dan benar, bahwa Kejagung mengeluarkan penetapan status tersangka untuk Pak DI (Dahlan Iskan, red) atas dugaan kasus korupsi pengadaan 16 mobil listrik,” aku Richard Marpaung, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim dikonfirmasi, Rabu (1/2/2017).

Hanya saja, Richard enggan mengungkapkan detil terkait penetapan status tersangka yang disematkan Kejagung RI kepada Dahlan Iskan. Untuk lebih gamblangnya, ia menyarankan, agar ditanyakan langsung kepada Tim Penyidik Kejagung RI. “Tentang kronologisnya bagaimana, bisa ditanyakan langsung (Kejagung, red) yang memiliki kewenangan. Peran kami di Kejati Jatim hanya menyampaikan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada pihak tersangka,” ingat Richard.

Ia mengaku, telah mengirimkan surat pemberitahuan dari Kejagung ke rumah tersangka. Richard meyakini, surat yang dikirimkan tersebut sudah diterima tersangka. “Kami ada tanda terimanya, bahwa surat itu sudah sampai,” tuturnya.

Sekadar mengingat, Dahlan Iskan yang masih menjalani proses sidang perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang belum juga selesai, kini harus dihadapkan pada kasus proyek pengadaan 16 mobil listrik yang diduga merugikan negara senilai Rp 32 miliar di tiga BUMN.

Pada saat itu, Dahlan Iskan yang masih menjabat Menteri BUMN meminta PT BRI, PT PGN dan PT Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik. Alasan Dahlan Iskan meminta ketiga BUMN berbeda pada tahun 2013 lalu itu guna mendukung KTT APEC di Bali.

Sayangnya, setelah proyek tersebut rampung dikerjakan, 16 mobil listrik berjenis electric microbus dan electric executive bus itu tak dapat digunakan, karena tidak dibuat sebagaimana mestinya. Mobil itu hanya diubah pada bagian mesin, sehingga fungsi mobil tidak optimal. Hasil uji di ITB menyebut, pembakaran bahan bakar di mesin tidak optimal dan mengakibatkan mesin cepat panas dan turun mesin.

Terpisah, Pieter Tallaway, penasehat hukum Dahlan Iskan mengatakan, penetapan tersangka dari Kejagung RI tersebut tidak seharusnya dilakukan. Kejagung harus melihat lagi proses hukumnya dengan membuat dasar yang benar sebelum membuat keputusan untuk menetapkan status seseorang sebagai tersangka.

“Tapi ingat, perkara ini bukan perkara pidana. Yang pasti, kami belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dari kejaksaan seperti yang disampaikan Pak Richard. Kalau memang iya (ada penetapan tersangka, red), kami akan melakukan langkah hukum. Tunggu saja, kami akan kordinasikan dengan tim,” tandasnya. (en/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 124 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS