Breaking News
Time: 6:35

Resmi Ditahan, Unair Bebastugaskan Wakil Dekan III FKG Pencabul Lelaki

Wednesday, 05 April 2017 00:24
Tersangka pencabulan, IKS diapit Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/4/2017) Tersangka pencabulan, IKS diapit Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/4/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Kasus pencabulan yang menjerat IKS, Wakil Dekan III FKG Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu memang mengejutkan semua civitas academia di kampus negeri tersebut. Atas kasusnya yang menyimpang tersebut, IKS yang dikenal memiliki pribadi baik itu pun dibebastugaskan dalam jabatannya.

“Yang bersangkutan (IKS, red), dibebastugaskan sampai ada kepastian hukum,” tegas Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair Surabaya, Suko Widodo dikonfirmasi, Selasa (4/4/2017).

Pembebasantugas IKS tersebut, kata Suko, sapaan akrabnya, sebagai upaya pro aktif pihak Unair dalam membantu proses hukumnya. Alasannya, IKS harus menjalani pemeriksaan dan lain-lain terkait kasus yang menetapkankan dirinya sebagai tersangka.

“Otomatis IKS tidak bisa menjalankan tugasnya. Karena itu yang bersangkutan (IKS, red), dibebastugaskan. Terkait penetapan status IKS menjadi tersangka, kami sangat menghormati proses hukumnya. Jadi, kami menunggu hasilnya dari proses hukum tersebut,” ulas Suko sembari meminta tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Sementara, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya telah menetapkan, IKS sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap korban berinisial JS (16), warga Mulyorejo, Surabaya. Bapak dua anak berusia 48 tahun ini akhirnya ditahan Polrestabes Surabaya atas keterlibatannya dalam kasus tak senonoh tersebut.

“Tersangka (IKS, red) sangat kooperatif sepanjang pemeriksaan. Tersangka dengan terbuka mengakui semua perbuatannya. Sehingga, sejak Minggu (2/4/2017) pukul 23.00 Wib, tersangka resmi kami tahan,” aku Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga terpisah.

Sebelumnya, kasus pencabulan tersebut dilakukan IKS, Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 19.00 Wib di ruang sauna Celebrity Fitness lantai IV, Galaxy Mall Surabaya. Pencabulan itu dilakukan IKS kepada JS dengan cara (maaf) mengulum kemaluan korban yang notabene adalah laki-laki alias sesama jenis.

“Antara tersangka dengan korban tidak saling kenal. Perkenalan mereka hanya terjadi di ruang Sauna itu. Selang waktu antara pukul 19.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib, peristiwa pencabulan berlangsung, di ruang sauna yang hanya ada mereka berdua,” papar AKBP Shinto.

Setelah mendapat perlakuan menyimpang tersbeut, korban memilih keluar dengan alasan mulai ketakutan. Saat itulah korban melaporkan perbuatan tersangka kepada resepsionis. Mendapat laporan korban, manajemen Celebrity Fitness mempertemukan keduanya. Sungguh tak disangka, tersangka dengan terbuka mengakui perbuatannya.

“Kemudian, kasusnya dilaporkan ke Polsek Mulyorejo dan kami tangani,” jelas AKBP Shinto.

Ditanya adanya korban lain, perwira Polisi asal Medan ini menyatakan, hingga kini faktanya baru ada satu korban. Shinto akan memastikan, kelainan seksual IKS, dengan melakukan tes psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya. “Penyidik akan membawa IKS untuk diperiksa psikologinya,” aku Shinto.

Sekadar tahu, IKS yang warga Dharmawangsa Dalam Selatan, Gubeng Surabaya ini tergolong bukan orang sembarangan. IKS merupakan dokter gigi yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan setahun terakhir, dirinya aktif sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair Surabaya. (kri/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 167 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS