Breaking News
Time: 7:02

Sakit Hati, Bukti Kuat Pelaku Ledakkan Bom Perak

Friday, 15 December 2017 22:05
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno menunjukkan barang bukti bom rakitan bersama pelaku (menunduk) peledakan yang mengirim paket bom yang meledak di Jalan Laksda M Nasir depan kantor PT Bahana Line no.29 blok B 11, Surabaya, Jumat (15/12/2017) Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno menunjukkan barang bukti bom rakitan bersama pelaku (menunduk) peledakan yang mengirim paket bom yang meledak di Jalan Laksda M Nasir depan kantor PT Bahana Line no.29 blok B 11, Surabaya, Jumat (15/12/2017)

Searching Google Sukses 5 Kali Percobaan

Surabaya, Expostnews.com - Terbongkar sudah, niat peledak bom rakitan yang mendentum keras pada, Senin (11/12/2017), di Jalan Laksda M Nasir depan kantor PT Bahana Line no.29 blok B 11, Surabaya. Dibalik niat peristiwa meresahkan itu, pelaku bernama Edi Widjanarko sengaja merancang bom rakitan karena didasari kuatnya sakit hati.

“Pelaku sudah kami amankan di daerah Blimbing, Malang depan Indomart saat hendak melarikan diri ke Blitar,” cetus AKBP Ronny Suseno, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dikonfirmasi, Jumat (15/12/2017).

Ronny mengungkapkan, pelaku yang berdomisili di Bulak Banteng Surabaya itu merasa, bahwa AW, yang dibidik Edi menjadi korban ledakan itu telah merusak ketenteraman rumah tangganya. Edi menganggap, sakit hati yang dideranya harus ditebus AW dengan bom yang diledakkan melalui paket yang diserupakan kardus handphone.

“Motifnya ternyata sakit hati dan cemburu, karena AW yang menjadi korban ledakkan telah berselingkuh dengan istrinya. Jadi, kasus ini murni sakit hati yang berujung cemburu, bukan jaringan teroris,” yakin Ronny saat update kasus yang sempat membuat gundah masyarakat di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Peristiwa ledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) tersebut diakui pelaku belajar dari Google dengan lima kali percobaan. Merasa yakin bisa meledak, Edi lalu bergegas merakit bom itu melalui media handphone, yang kemudian dibungkus dan dikirimkan melalui biro jasa pengiriman paket.

“Saya beri nama paketan bom itu dari mantan AW, supaya dia tidak curiga,” aku bapak dua anak ini.

Menurut Edi, awalnya tidak curiga dengan aksi perselingkuhan yang dilakukan AW dengan istrinya. Kecurigaan itu mulai muncul, setelah Edi merasa ada perbedaan menyolok dari gelagat istrinya yang seringkali pulang malam. “Ternyata, kecurigaan saya benar, bahwa istri saya telah berselingkuh dengan AW dari tahun 2014,” tutur pria 42 tahun tersebut.

Sekadar mengingat, rangkaian paket bom dalam kardus handphone yang dikirim jasa pengiriman paket itu diterima AW, lelaki usia 34 tahun asal Sidobogem RT.2 RW.1, Kecamatan Sugio, Lamongan, Jatim  dari temannya satu kantor di PT Bahana Line pada, sekitar pukul 21.00 Wib, Senin (11/12/2017). Begitu sampai ke tangannya, pada malam itu juga, sekitar pukul 22.00 Wib, paket bom tersebut meledak, usai AW membuka bungkusan yang membuatnya penasaran di sebuah warung depan kantornya.

“Atas aksi nekat pelaku, terpaksa dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat RI no.12 tahun 1951 dan pasal 340 KUHP jo pasal 53 KUHP, tentang penyalahgunaan bahan peledak atau senjata api dan tentang percobaan pembunuhan,” Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo terpisah. (za/sa/ms)

Rate this item
(0 votes)
Read 77 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS