Breaking News
Time: 4:57

Oknum Perawat National Hospital Peremas Payudara Pasien Ditangkap di Hotel

Friday, 26 January 2018 14:47
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat rumah sakit National Hospital terhadap pasien operasi, Jumat (26/1/2018) Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat rumah sakit National Hospital terhadap pasien operasi, Jumat (26/1/2018)

Sempat Bermalam di Malang

Surabaya, Expostnews.com - Oknum perawat rumah sakit National Hospital Surabaya yang kini dipecat dan menjadi terduga peremasan payudara pasien operasi berinisial WD (30), Zunaidi Abdilah telah diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Polisi mengakhiri pelarian Zunaidi Abdilah saat check out di sebuah hotel kawasan Surabaya Selatan, sekitar pukul 05.00 Wib, Jumat (26/1/2018).

“Terduga ini kami amankan pagi tadi. Dia sempat ke Malang setelah peristiwa di hari Selasa itu. Esoknya kembali ke Surabaya dan menginap di sebuah hotel. Di hotel itu, kami tangkap,” jelas Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat memberi keterangan pers, Jumat (26/1/2018).

Menurutnya, upaya penangkapan tersebut dilakukan, setelah Polisi mendapati laporan yang disampaikan WD, warga Jalan Darmo Indah Timur Surabaya selaku korban dugaan pelecehan seksual di National Hospital. Seketika itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga peremasan payudara itu ditengah pelariannya.

“Kami sempat mengalami kesulitan, karena pelaku berupaya melarikan diri saat akan diamankan,” aku Kombes Rudi di Mapolrestabes Surabaya.

Dikatakan, proses penangkapan tersebut diawali dengan mendatangi kediaman terduga di Jalan Bebekan Jagalan Sidoarjo. Sayangnya, Polisi tidak mendapatkan hasil lantaran Zunaidi Abdilah tidak sedang berada di rumahnya. “Tapi, berkat bantuan warga setempat, kami berhasil menemukan Zunaidi,” tukas Kapolrestabes Surabaya.

Apakah Zunaidi adalah tersangkanya? Rudi mengatakan, belum bisa menetapkan status terduga sebagai tersangka. Alasannya, Polisi masih terus mendalami dan memeriksa ulah yang melatarbelakangi Zunaidi melakukan pelecehan seksual terhadap WD yang mengaku diremas dan diputar-putar puting payudaranya.

“Masih sebagai saksi. Tapi, tidak menutup kemungikinan statusnya (Zunaidi Abdilah, red) kami tingkatkan menjadi tersangka,” yakinnya.

Hanya saja, Rudi mengingatkan, penyematan status tersangka tidak bisa serta-merta diberikan kepada pelaku. Sebab, hingga kini Polisi masih memeriksa dan melakukan pembuktian dengan alat bukti yang menguatkan oknum perawat National Hospital Surabaya itu sebagai tersangka. “Yang pasti, kami masih melakukan pemeriksaan dan penyidikan atas kasus yang dilakukan Zunaidi kepada pasien yang baru menjalani masa pemulihan pasca bius operasi kandungan,” ingatnya.

Sebelumnya, kasus peremasan payudara yang dilakukan oknum perawat National Hospital Surabaya berinisial ZA pada, Selasa (23/1/2018), sempat membuat geger dengan beredarnya viral video klarifikasi pelecehan seksual. Polisi pun merespon viral video MP4 berdurasi kurang dari satu menit tersebut dengan melakukan pengecekan hingga memastikan peristiwa tindak asusila yang dialami Widyanti yang akrab disapa Widya itu terjadi di National Hospital Surabaya.

Berdasar Laporan Polisi Nomor : LP/B/78/I/2018/Spkt/Jatim/Restabes Sby tanggal 25 Januari 2018 atas nama pelapor Widyanti disebutkan, setelah selesai dilakukan tindakan operasi terhadap korban di kamar operasi rumah sakit National Hospital, Zunaidi Abdilah membawa korban yang masih dalam keadaan tidak berdaya ke ruang pulih sadar. Antara kamar operasi dengan ruang pulih sadar berjarak sekitar 7 meter. Selanjutnya, Zunaidi Abdilah memasukkan tangannya dibalik baju pasien/korban yang kemudian melakukan aksi peremasan payudara serta memegang puting korban selama kurang lebih 2 menit hingga korban merasa kesakitan.

Kemudian, korban yang masih tidak berdaya itu berusaha memberontak dengan menggerakkan tubuhnya. Seketika itu, pelaku melepaskan dan mengeluarkan tangannya dari dalam baju korban. Membaca rilis kasus tersebut, pelaku masih juga tidak menghentikan aksinya, melainkan mengulangi perbuatan yang sama kepada korban untuk yang kedua kalinya selama kurang lebih 1 menit. (sa/ms/ny)

Rate this item
(1 Vote)
Read 145 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS