Breaking News
Time: 11:00

Dipersangkakan Kerusuhan Holywings, Bos Nexcom Tidak Ditahan

Tuesday, 17 April 2018 20:17
Andik Pratomo Sutikno alias APS (bertopi) bersama rekannya RS yang dijadikan tersangka oleh Polsek Mulyorejo, Selasa (17/4/2018) Andik Pratomo Sutikno alias APS (bertopi) bersama rekannya RS yang dijadikan tersangka oleh Polsek Mulyorejo, Selasa (17/4/2018)

Karyawan Holywings Turut Dipersangka

Surabaya, Expostnews.com – Bos produsen telepon seluler (ponsel) merek Nexcom ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan di sebuah rumah musik ‘Holywings’ di Jalan Kertajaya Surabaya. Hanya saja, penetapan tersangka atas peristiwa di malam akhir tahun 2017 lalu itu tidak diikuti penahanan dari pihak kepolisian.

“Statusnya memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berkasnya juga sudah dilimpahkan ke Kejari Surabaya. Tapi masih P19, tersangka memang tidak ditahan,” jelas Kapolsek Mulyorejo, Kompol Bagus Dwi Rusian saat dilansir akuratnews.com melalui ponselnya, Selasa (17/4/2018).

Bantahan Kapolsek Mulyorejo terhadap penahanan tersangka ini, menyusul pernyataannya Andik Pratomo Sutikno alias APS, yang juga bos ponsel Nexcom kepada media tersebut, bahwa dirinya sedang menjalani penahanan. Bahkan, tersangka juga pernah menyebut, pemberitaan media terkait dirinya tidak benar. “Siapa bilang tidak ditahan. Ini lagi di dalam (di dalam tahanan, red). Mau besuk ya,” tukas tersangka saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Mulyorejo Surabaya menetapkan APS, warga Perumahan Dharmahusada Mas Surabaya sebagai tersangka kerusuhan di sebuah rumah musik ‘Holywings’. Pengusaha ponsel merek Nexcom berusia 36 tahun tersebut dipersangkakan melakukan penganiayaan bersama rekannya asal Nganjuk, Jawa Timur berinisial RS (33).

“Kedua tersangka bersama teman-temannya menghabiskan malam tahun baru di Rumah Musik Holywings, Jalan Kertajaya Surabaya, hingga akhirnya terjadi kerusuhan antara kelompok tersangka dengan para karyawan Holywings pada dini hari, 1 Januari lalu," ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Serse) Polsek Mulyorejo Surabaya, Iptu Budianto saat dikonfirmasi.

Dijelaskan, usai terjadinya peristiwa tersebut, kedua kelompok saling melapor. Pihak pengelola Holywings melaporkan kedua tersangka dengan tuduhan akibat kerusuhan itu menyebabkan banyak kerusakan di sejumlah properti rumah musik tersebut.

Sebaliknya, pihak tersangka melapor ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Tersangka menuding, sejumlah karyawan Holywings yang menyebabkan sejumlah orang dari kelompoknya terluka parah..

APS dalam laporannya mengaku kepalanya bocor dan terpaksa menjalani perawatan 53 jahitan di National Hospital Surabaya. Sedangkan, RS dilaporkan mengalami patah pada tangan kanannya disertai kepala bocor hingga dijahit 40 jahitan di National Hospital Surabaya.  

“Salah satu dari tersangka terlihat lebih dulu memukul Kevin Tanjaya. Kevin ini pemilik Holywings, yang sebenarnya berniat melerai keributan yang dimunculkan kelompok tersangka,” tutur Budianto seperti dikutip Antara.

Melihat bosnya dipukuli, seluruh karyawan Holywings tidak terima hingga melancarkan pukulan dengan cara mengeroyok kelompok tersangka. Untuk penetapan tersangka, berkas APS dan RS sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Sementara, di tempat berbeda, Polrestabes Surabaya yang mendapat laporan dari tersangka, juga menetapkan sejumlah karyawan Holywings sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu, karena karyawan Holywings dinilai terbukti melakukan pengeroyokan, dan perkaranya juga sudah dalam proses Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. (sa/fik/ant)

Rate this item
(0 votes)
Read 57 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS