Breaking News
Time: 11:01

Janji Uang Balen, 4 Pengganda Uang Dibui

Tuesday, 24 April 2018 21:53
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto menunjukkan seorang dari 4 tersangka pengganda uang bermodus menyaru tokoh agama di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (24/4/2018) Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto menunjukkan seorang dari 4 tersangka pengganda uang bermodus menyaru tokoh agama di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (24/4/2018)

Surabaya, Expostnews.com – Perkara yang ditangani Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini masih tergolong serupa dengan karakter kejahatan penipuan lainnya. Beda tipisnya, hanya pada pola kejahatan yang digunakan dalam aksi penggandaan uang ini dengan menyaru sebagai orang pintar dan tokoh agama.

“Mereka (tersangka, red) menjanjikan dapat menggandakan uang hingga dua belas kali lipat. Kalau gagal, mereka menjanjikan uang kembali dengan istilah, ‘Uang Balen’,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (24/4/2018).

Dari aksi penipuan tersebut, kata Agus, panggilan akrab Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak ini, pihaknya mendapati 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat pelaku yang memiliki peran berbeda dan saling mendukung aksi tersebut ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di lokasi yang berbeda.

“Tiga tersangka, masing-masing Ahmad ditangkap di daerah Bali, Taufik dan Badri kami tangkap di Surabaya, termasuk Sholeh kami tangkap juga di Surabaya. Para tersangka ini beraksi di Surabaya, Jember, Batam dan Solo,” tukas Kapolres Agus.

Agus mengungkapkan, akibat aksi yang dilancarkan 4 tersangka, para korban dari berbagai daerah di Indonesia itu dirugikan dengan bilangan bervariatif. Paling besar, nilai uang yang ditipu dan dicuri pelaku dari korban tersebut, mencapai Rp 850 juta. “Atau 61.500 Dolar AS dalam bentuk pecahan 100 Dolar AS. Kalau di rupiahkan, nilainya sekitar Rp 850 juta. Korban lainnya, antara Rp 31 juta, Rp 40 juta, Rp 100 juta,” rinci Agus.

Terungkapnya sindikat penipuan dan pencurian yang dilakukan 4 tersangka, bermula dari penangkapan Sholeh asal Probolinggo di salah satu hotel kawasan Jalan Petukangan Surabaya. Para tersangka meminta korban untuk bertemu di sebuah hotel dengan membawa sejumlah uang yang akan digandakan.

“Dalam pertemuan itu, korban diminta keluar kamar hotel untuk membeli berbagai persyaratan agar dapat menggandakan uang. Saat korban keluar dan meninggalkan uang yang akan digandakan di kamar hotel itu, para tersangka langsung membawa kabur uang tersebut,” urai alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 ini.

Akibat perbuatannya, 4 tersangka, Sholeh warga Probolinggo, Ahmad asal Jember, Taufik dan Badri, keduanya warga Situbondo dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara. “Saya imbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya begitu saja. Mending, bekerja dengan baik dan dengan cara yang halal,” ingatnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 48 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS