Breaking News
Time: 2:38

Pertamina IEP Negosiasi Aljazair Jajaki Buka Blok Baru Migas

Monday, 11 April 2016 00:43
Presiden Direktur PT Pertamina Internasional EP Slamet Riadhy, Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, Presiden Direktur Pertamina Algeria, Djoko Iman Hardjo dan jajaran direksi Pertamina Presiden Direktur PT Pertamina Internasional EP Slamet Riadhy, Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, Presiden Direktur Pertamina Algeria, Djoko Iman Hardjo dan jajaran direksi Pertamina

Aljazair, Expostnews.com – Merealisasikan target dan tingginya kebutuhan energi atas minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri, memaksa PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) ke Aljazair. Pengelola migas pelat merah ke Aljazair itu guna menegosiasikan kemungkinan pembukaan blok migas baru di Aljazair.

“Upaya kami ini dalam rangka menjaga ketahanan energi Indonesia. Pembukaan sejumlah ladang eksplorasi baru di Aljazair ini untuk memacu kapasitas produksi migas nasional,” aku Slamet Riadhy, Presiden Direktur PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), Minggu (10/4/2016).

Hanya saja, kata Slamet, Pemerintah Aljazair sendiri masih mempertimbangkan proposal yang diajukan Pertamina. Namun, diakui peluang peningkatan kapasitas produksi BUMN migas di Aljazair cukup terbuka. “Ini mengingat akseptabilitas Pemerintah Aljazair terhadap Pertamina sebelumnya telah menghasilkan kemitraan dan hubungan baik antara kedua pihak,” ujar Slamet.

Ia mengungkapkan, saat kunjungan negosiasi ke Alger, Aljazair, Kamis (7/4/2016) lalu, Slamet bertemu dengan petinggi Badan Regulasi Migas Aljazair, Alnaft dan perusahaan migas Aljazair, Sonatrach. Melalui negosiasi pembukaan blok migas baru di negara tersebut, Slamet optimis, target peningkatan kapasitas produksi migas dapat terealisasi.

“Perseroan berusaha memacu kapasitas produksi melalui pembukaan sejumlah ladang eksplorasi baru di Aljazair,” katanya usai bertemu dengan Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah di KBRI Alger.

Mengomentari hal itu, Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah mendukung, upaya Pertamina dalam meningkatkan kapasitas produksi dan membuka sumur eksplorasi baru di Aljazair. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menindaklanjuti upaya Pertamina dengan menggelar pertemuan dengan Menteri Energi Aljazair, Salah Khebri. “Kami mendukung penuh upaya Pertamina untuk meningkatkan kapasitas produksinya di Aljazair. Ini adalah langkah strategis bagi peningkatan kerjasama kedua negara khususnya dalam bidang energi,” tutur Safira.

Sementara, bidikan Blok Migas Baru di Aljazair, selaku anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) meyakini, target 100.000 barel/hari di tahun 2018 terpenuhi. Dengan sejumlah lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Aljazair, target meningkatkan share Indonesia sebesar 100 ribu barel oil equivalent per day (BOEPD) atau barel setara minyak per hari pada 2018. “Besaran ini melonjak 163 persen dari total kapasitas produksi tahun lalu yang hanya sebesar 38.800 BOEPD,” ingat Slamet.

Untuk diketahui, PT Pertamina masuk ke Aljazair, kali pertama akhir 2013 dengan mengakuisisi 65 persen kepemilikan dari ConocoPhillips Algeria (Copal) dan menjadi operator pada blok 405A. Sejak tahun 2014 kerjasama antara Pertamina dengan Aljazair telah menguntungkan kedua belah pihak.

“Total produksi migas yang dihasilkan Pertamina di Aljazair sebanyak 28 juta barel. Sebesar 7 juta barel dimiliki Pertamina, sementara sisanya bagian Aljazair,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina gencar melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di luar negeri untuk menutupi kebutuhan minyak nasional yang terus meningkat. Diperkirakan, kebutuhan minyak Indonesia pada 2025 mendatang mencapai lebih dari 2 juta barel. Sedangkan, produksi minyak yang dapat dihasilkan dari sumur migas dalam negeri hanya berkisar 400-500 ribu barel.

“Untuk menutupi kekurangan sekitar 1,5 juta barel, Pemerintah tidak memiliki pilihan selain mendatangkan minyak dari luar negeri,” katanya. (mad/muh/red)

Rate this item
(0 votes)
Read 336 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS