Breaking News
Time: 5:06

Pemerintah AS Jembatani Akses Permodalan Industri Kreatif Indonesia

Monday, 03 October 2016 21:46
Wakil Dubes AS Brian McFeeters saat berdiskusi terkait masa depan industri kreatif bersama para start up Surabaya, Senin (3/10/2016) Wakil Dubes AS Brian McFeeters saat berdiskusi terkait masa depan industri kreatif bersama para start up Surabaya, Senin (3/10/2016)

Diskusi Bareng Wakil Dubes AS

Surabaya, Expostnews.com – Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters menyanggupi, akses permodalan bagi para entrepreneur Indonesia untuk mengembangkan ide kreatifnya. Caranya, pemerintah AS akan menjadi fasilitator atau jembatan untuk mendapatkan terobosan permodalan dari perusahaan-perusahan besar di negeri Paman Sam.

“Kami selalu mendukung upaya maju para entrepreneur Indonesia dengan menghubungkan kebutuhan permodalan itu dengan perusahaan di Amerika Serikat,” tutur Brian McFeeters usai bertemu start up dan komunitas serta para entrepreneur di SUB Co – co working space, Jl Darmo Harapan I Surabaya, Senin (3/10/2016).

Menurutnya, sistem permodalan untuk mengembangkan usaha bukan menjadi bagian dari pemerintah AS. Dalam hal ini, kata Brian, pemerintah AS hanya menjembatani setiap pengembangan usaha dengan perusahaan yang memilki minat investasi di Indonesia.

“Karena urusan permodalan bagi usaha, bukan urusan pemerintah, melainkan urusan pribadi dari perusahaan yang ingin berinvestasi di luar Amerika Serikat, seperti di Indonesia. Dengan catatan, ada ide dan gagasan bagus dari para start up yang bisa dilakukan perusahaan di negara kami,” paparnya.

Namun demikian, Brian memberikan kesempatan terbuka bagi industri kreatif di Indonesia dan mendorong anak muda untuk mengikuti beberapa program entrepreneur AS di Indonesia. Ia menyebut, program yang dikembangkan kedutaan seperti Global Innovation Science Technology Challenge.

“Program ini kami buka setiap tahun yang bisa diikuti orang seluruh dunia. Jika memenangkan program itu, akan mendapat modal sebesar USD15.000 untuk membantu start up mereka. Dan masih banyak program serupa lainnya yang kami tawarkan,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah AS juga membuka layanan gratis yang tidak hanya diperuntukkan bagi para entrepreneur saja. Melalui program Education USA, setiap orang atau start up bisa berkonsultasi pribadi secara gratis. “Untuk mengetahui tujuan tentang spesialisasi kemampuan yang selam ini dipelajari. Karena, kami menyediakan one on one consulting,” tukasnya.

Di akhir acara, Brian McFeeters menyatakan apresiasinya dalam kegiatan yang mempertemukan para creativeprenuers di Surabaya dalam satu wadah diskusi. Ia berharap, turut mewadahi keinginan belajar para start up Surabaya untuk mendatangkan speaker dari AS.

“Kami sangat terbuka bagi rekan-rekan muda yang ingin mengakses informasi dan kegiatan dalam social media US Consulate General Surabaya,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Surabaya itu, Brian McFeeters menyempatkan mengunjungi SUB Co – co working space untuk bertemu para start up dan komunitas di Surabaya. Pada kunjungannya itu, Brian berdiskusi santai selama 2 jam mengenai perkembangan dunia kreatif ekonomi bagi masa depan anak muda.

Dimoderatori Rizqiani Putri, diskusi yang mendapat sambutan antusias peserta tersebut diawali rombongan US Embassy mengenalkan setiap sudut kreatif SUB CO. Selanjutnya, Brian yang sebelumnya menjabat Konselor Bagian Ekonomi untuk Misi AS di Uni Eropa tersebut menarik peserta diskusi untuk bertanya mengenai tren kreatif ekonomi dunia terutama di Indonesia.

Obrolan sore yang bertempat di SUB Co - pioneer co-working space di Surabaya itu tak hanya menarik minat para start up, industri kreatif, namun juga rekan-rekan media, mahasiswa, temasuk Women Blitz serta Surabaya Creative City Forum. Event kolaborasi antara Colors Food and Entertainment, US Consulate General Surabaya dan SUB Co ini mendapat sambutan menarik dari hampir seluruh peserta. “Pertanyaan demi pertanyaan mewarnai sore di area event space SUB Co,” kata Lutfhan Herdyanto, Project Head SUB Co.

Ia bersama member-member di SUB Co, dengan spirit Co Collaborate, Co Evolve dan Co Worker ingin memberikan ruang serupa bagi creativepreneurs/pelaku industri kreatif muda untuk menumbuhkan kreatifitas. Diakui, semangat start up di Indonesia sudah mulai tumbuh, namun masih perlu lebih ditumbuhkan lagi.

“Semoga dengan diskusi ini, kami bisa membangun networking lebih luas, khususnya dengan pihak Consulate General Surabaya agar bisa lebih mengembangkan potensi start up di Surabaya,” katanya. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 265 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS