Breaking News
Time: 10:54

Ngilu di Gigi, Gosok Pakai Pasta Gigi Yang Direkomendasi

Wednesday, 13 September 2017 23:29
Kika : Wastori Wibowo, Head of Expert Sales Customer Cunsomer Healtcare GSK PT Sterling Products Indonesia, Pawan Sud, Presiden Direktur GlaksoSmithKline (GSK) Indonesia (tengah) dan Drg. Hardini Dyah Astuti, Sp. Perio, Owner and Main Director Divine Dental Clinic Jakarta usai memberi edukasi tentang gigi sensitif di Surabaya, Rabu (13/9/2017) Kika : Wastori Wibowo, Head of Expert Sales Customer Cunsomer Healtcare GSK PT Sterling Products Indonesia, Pawan Sud, Presiden Direktur GlaksoSmithKline (GSK) Indonesia (tengah) dan Drg. Hardini Dyah Astuti, Sp. Perio, Owner and Main Director Divine Dental Clinic Jakarta usai memberi edukasi tentang gigi sensitif di Surabaya, Rabu (13/9/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Beruntung, jika masih bisa menikmati sensasi sebuah rasa dari hidangan dan minuman yang tersaji setiap hari tanpa terganggu ngilu di gigi. Sayangnya, faktor gigi sensitif yang menjadi pemicu ketidaknyamanan tersebut hampir rata-rata tak pernah disadari masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Gigi ngilu, atau sensitif bisa ditanggulangi dengan mengubah pola dalam menggosok gigi. Selain benar saat menggosok gigi, gunakan juga pasta gigi yang memang direkomendasi untuk penghilang rasa nyeri di gigi saat menikmati makanan dan minuman,” papar Drg. Hardini Dyah Astuti, Sp. Perio, Rabu (13/9/2017).

Masalah nyeri di gigi atau ngilu, kata Hardini, hampir separo masyarakat Indonesia cenderung merasakan giginya tak nyaman saat mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau panas. Fakta ini, lanjut Hardini, persis dengan data yang merujuk, 45% masyarakat Indonesia menderita gigi ngilu. “Ironisnya lagi, sekitar 52 persen dari masyarakat Indonesia tak pernah menyadari giginya sensitif terhadap hidangan yang dikonsumsi setiap hari,” jelas Hardini yang juga Owner and Main Director Divine Dental Clinic Jakarta ini.

Agar sensitivitas gigi tersebut tidak terus-menerus dan semakin berkembang dari waktu ke waktu, sebaiknya menggunakan pasta gigi yang direkomendasikan untuk mengurangi rasa nyeri di gigi. Sebab, rasa nyeri di gigi bisa terjadi pada siapa pun dan tidak terbatas pada usia tertentu saja. “Umumnya memang dialami pada usia 20 dan 50 tahun. Yang pasti, hal ini (nyeri gigi, red) disebabkan kesalahan perawatan gigi, seperti menyikat gigi terlalu sering dan berlebihan,” tuturnya.

Mengapa demikian? Hardini yang hadir dalam paparan ‘SENSODYNE Repair & Protect Baru, Memberikan Perlindungan Lebih Kuat Terhadap Gigi Sensitif’ di Surabaya, Rabu (13/9/2017), mengungkapkan, seringnya gosok gigi dan berlebihan bisa membentuk lubang kecil pada gigi. Jika sudah demikian, bagian dentin atau bagian dalam gigi yang lembut perlahan terkikis karena terpapar dari luar.

“Masalah gigi sensitif dapat ditangani lebih awal dengan menggunakan pasta gigi desensitasi dua kali sehari. Saya sendiri merekomendasi pasien untuk menggunakan pasta desensitasi, seperti Sensodyne Repair & Protect baru,” ingatnya.

Sekelumit dijelaskan, kandungan NovaMin dalam Sensodyne Repair & Protect baru ini bila terpapar saliva (air liur), akan membentuk lapisan pelindung keras hingga 50% menutupi dentin yang terbuka. Selanjutnya, kembali membentuk mineral alami pada gigi untuk memberikan perlindungan lebih lama terhadap gigi sensitif. “Sensodyne secara terus-menerus mengedukasi konsumen mengenai gigi sensitif dan menginspirasi tindakan bijak dan beralih ke pasta gigi desentisasi untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik,” tambah Pawan Sud, Presiden Direktur GlaxoSmithKline (GSK) Indonesia yang juga hadir dalam acara tersebut.

Sementara, Wastori Wibowo, Head of Expert Sales Customer Cunsomer Healtcare GSK PT Sterling Products Indonesia mengungkapkan, Sensodyne telah menyediakan investasi senilai Rp 72 miliar. Nominal tersebut, ditujukan untuk membangun pabrik baru di Kabupaten Bogor. “Kami berharap selesai dan beroperasi tahun 2019 untuk memenuhi target produksi tiap tahun,” ujar Bowo, panggilan akrabnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 99 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS