Breaking News
Time: 9:28

PLN Tutup Ajang ‘Safety is My Life’ ARSEPE ke 10 di PJB

Friday, 13 October 2017 21:51
Okto Rinaldi, Kepala Divisi Talenta PLN (kiri) saat menyalami peserta dari Malaysia di 10th ARSEPE di PJB Surabaya, Jumat (13/10/2017) Okto Rinaldi, Kepala Divisi Talenta PLN (kiri) saat menyalami peserta dari Malaysia di 10th ARSEPE di PJB Surabaya, Jumat (13/10/2017)

Kompetensikan K3 di 7 Negara ASEAN

Surabaya, Expostnews.com – Tingginya nilai aset, risiko dan potensi bahaya di bisnis kelistrikan, memaksa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN menularkan keilmuan tentang pentingnya memahami kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja (K3). Tak tanggung-tanggung, melalui anak usahanya PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), PLN mengajak 59 peserta yang tergabung dalam Heads of Asean Power Utilities/Authorities (HAPUA) berlatih diri tentang penerapan K3 di lingkungan pembangkit listrik.

“Ya. Kami ingin sharing atau berbagi knowledge tentang bagaimana mengkriet K3 menjadi kebutuhan dalam kehidupan kerja, apalagi di ranah kelistrikan yang memiliki banyak risiko dan kompleks dengan bahaya,” aku General Manager (GM) PT PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Maryadi usai menerima delegasi dari 7 negara Asean, dalam penutupan gelar ASEAN Residential School in Electric Power Engineering (ARSEPE) ke 10 di aula Kantor Pusat PT PJB Surabaya, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, pelatihan 10th ARSEPE yang digelar di Surabaya sejak 2 Oktober 2017 lalu itu difokuskan pada upaya peningkatan kompetensi K3 di perusahaan listrik, khususnya di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Dengan harapan, selama pelaksanaan hingga penutupan pelatihan, terapan K3 mampu menjadi bagian hidup dari pribadi maupun perusahaan pengelola energi listrik. “Karena kami ingin menjadikan, safety is my life,” tutur Maryadi didampingi Direktur SDM dan Administrasi PJB, Suharto dalam kegiatan rutin 2 tahunan yang diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Laos dan Singapura tersebut.

Senada juga disampaikan Okto Rinaldi. Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Talenta PLN ini mengatakan, terapan K3 dalam bidang kerja di kelistrikan harus dikelola dengan baik dan benar. Untuk itu, lanjut Okto, PLN secara terbuka memberikan penjelasan dan informasi kepada peserta pelatihan tentang safety di dunia kerja dan perusahaan listrik.

“Sebisa mungkin mewujudkan zero accident. Untuk itu, K3 harus diinduksi dan diterapkan sebaik-baiknya. Harus dibangkitkan tentang kepedulian terhadap K3,” tambah Suharto.

Sekadar tahu, ARSEPE ke 10 yang diselenggarakan PLN melalui anak usahannya PJB tersebut, sengaja memilih K3 sebagai fokus dalam pembelajaran. Hal ini didasarkan pada tingginya nilai risiko dan potensi bahaya di bisnis kelistrikan.

Dalam pelaksanaanya, sejumlah ahli dan praktisi dari dalam dan luar negeri dihadirkan menjadi pengajar dalam ARSEPE ke 10 tersebut. Satu diantaranya adalah, Jim Trucsott. Ahli krisis manajemen dari Australia tersebut membedah perilaku aman dalam kaitan manajemen darurat dan krisis.

“Selain Jim Trucsott, pengajar K3 lainnya berasal dari internal PLN, Pertamina, PT PJB, VICO, Kementerian Ketenagakerjaan dan lembaga lainnya,” sambung Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo.   

Sementara, ARSEPE ke 10 memadukan antara kegiatan teori di ruangan dengan site visit untuk implementasi K3 di lingkungan PLN Group. Site visit tersebut mengunjungi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik serta PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali. Sedangkan, bentuk pembelajaran dilakukan melalui tiga program, lecture, tutorial dan syndicate group activites. Dari pembelajaran K3 tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, melainkan juga bentuk praktis melalui penugasan kelompok. “Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran, pertukaran ilmu dan sebagai sarana networking bagi peserta,” tukas Pinto yang turut hadir dalam sesi penutupan even yang diikuti peserta paling banyak sejak tahun 2007 penyelenggaraan ARSEPE. (sa/ms/ndi)

Rate this item
(2 votes)
Read 164 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS