Breaking News
Time: 5:17

Pesantren Sasaran Gratis Poltekpel Surabaya Tahun 2018

Thursday, 16 November 2017 23:20
Kika : Wadir I Politeknik Pelayaran Surabaya, Heri Sularno, KTU Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Suwaji Sentot, Kepala Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, dr. Aswan, Asnam Rohadi Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan Poltekpel Surabaya, Kamis (16/11/2017) Kika : Wadir I Politeknik Pelayaran Surabaya, Heri Sularno, KTU Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Suwaji Sentot, Kepala Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, dr. Aswan, Asnam Rohadi Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan Poltekpel Surabaya, Kamis (16/11/2017)

Kenalkan DOT dan MCU 

Surabaya, Expostnews.com – Santri pondok pesantren di Jawa Timur, kini dilirik Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya untuk dijadikan pelaut andal dan bersertifikat. Kalangan pesantren ini sengaja dijadikan 'sasaran empuk' Poltekpel Surabaya untuk dibidik memenuhi kuota pendidikan dan latihan (diklat) gratis sebanyak 48 ribu siswa di tahun 2018.

“Sebenarnya, bukan hanya santri di pesantren. Tapi, pesantren salah satu bidikan kami, selain memberi peluang masyarakat lainnya untuk mendapat diklat gratis di Poltekpel Surabaya di tahun 2018,” jelas Wakil Direktur (Wadir) I Poltekpel Surabaya, Heri Sularno usai gelar sosialisasi ‘Sistem Pendaftaran Online, Program Delivery On Time (DOT) dan Program Medical Check Up (MCU) Poltekpel Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada pesantren itu sebagai upaya memperluas cakupan minat, sekaligus mengenalkan dunia kepelautan dan pelayaran kepada pesantren melalui diklat tanpa biaya. Selain itu, pendekatan memperoleh pendidikan dan latihan menjadi pelaut tersebut untuk membuka kesempatan kerja bagi santri yang mengenyam keilmuannya di pesantren.

“Bagaimanapun juga, program ini untuk mengurangi tingginya angka pengangguran. Jadi, kalau tahun 2017 lalu, kami menitikberatkan kepada masyarakat miskin, tahun depan kami buka peluang untuk pesantren ikut mendapat diklat gratis di Poltekpel,” ujarnya.

Hanya saja, Heri enggan menyebut, target kuantitas sasaran di kalangan pesantren dibanding pendaftar gratis di jalur tamatan pendidikan lainnya. Ia juga mengaku, belum memetakan prosentase yang harus dipenuhi Poltekpel Surabaya dalam mengarahkan kesempatan diklat gratis tersebut ke pesantren. “Belum-belum. Kami tidak ingin memrosentase. Berapapun siswa atau santri yang berminat, kami tampung sesuai kuota yang ditargetkan kepada kami. Karena, Poltekpel Surabaya juga belum mengetahui target kuota dari total 48 ribu yang dipatok Kementerian Perhubungan,” akunya.

Menyinggung capaian program diklat gratis 2.000 orang tahun 2017, Heri mengaku, Poltekpel Surabaya telah menjalankan program tersebut. Menurutnya, lembaga pendidikan dan latihan dibawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) ini telah mendidik dan melatih dua ribu orang yang tergabung dalam angkatan 13. “Kami berharap, perusahaan pelayaran bisa kerja sama memanfaatkan keilmuan siswa yang kami diklat, dan menerima lulusan Poltekpel Surabaya,” pintanya.

Pada kesempatan sama, Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan Poltekpel Surabaya, Asnam Rohadi menjelaskan, pemenuhan kuota diklat gratis sebanyak 48 ribu tersebut terbagi di lingkungan Perhubungan Darat, Laut, Udara dan Perkeretaapian. Sayangnya, Asnam mengaku, belum mengetahui pasti jumlah yang dibebankan 4 sektor perhubungan untuk memenuhi target diklat gratis tersebut.

“Yang pasti, tahun 2018, ada program diklat gratis yang diperuntukkan kepada pemula untuk usia 16 tahun dan minimal berijazah SMP. Digratiskan, atau free mulai pendaftaran sampai medical check up. Tanpa terkecuali,” tuturnya disela menjadi narasumber dalam sosialisasi ala Coffee Morning bersama instansi terkait dan stakeholder pelayaran di Surabaya.

Sementara, sosialisasi DOT dan MCU yang dikenalkan Poltekpel Surabaya diharapkan mempermudah pelayanan masyarakat yang berminat mengikuti diklat sesuai kebutuhan. Selain itu, sosialisasi pelayanan cepat melalui sistem online dan fasilitas MCU di klinik utama Altair tersebut untuk memberikan kepastian lebih prima dan baik dari semua persyaratan yang ditetapkan menjadi pelaut berkualitas. (sa/ruu)

Rate this item
(1 Vote)
Read 179 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS