Breaking News
Time: 6:36

Hari Setyobudi: Wihan Yang Terakhir

Monday, 12 September 2016 01:01
Bangkai KMP Wihan Sejahtera yang tenggelam November 2015 lalu diangkat dengan menggunakan Salvage Grapper Crane Bangkai KMP Wihan Sejahtera yang tenggelam November 2015 lalu diangkat dengan menggunakan Salvage Grapper Crane

Surabaya, Expostnews.com – Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Capt. Hari Setyobudi berharap, tidak ada lagi kejadian maupun kecelakaan kapal dan tenggelam di perairan Tanjung Perak Surabaya. Ia juga menyatakan, kegiatan operasional khususnya masuk dan keluar kapal-kapal di wilayah perairan Pelabuhan Tanjung Perak semakin lancar dan meningkat usai pengangkatan bangkai kapal motor penumpang (KMP) Wihan Sejahtera dari kedalaman 2 meter di dasar laut.

“Tenggelamnya kapal Wihan (KMP Wihan Sejahtera, red) adalah yang terakhir,” cetus Hari Setyobudi dikonfirmasi, Minggu (11/9/2016).

Dengan diangkatnya KMP Wihan Sejahtera yang tenggelam di alur pelayaran barat Surabaya (APBS), kondisi alur sudah bisa dilalui kapal dengan aman. Ia juga berharap, kedepan tidak ada lagi peristiwa serupa yang terjadi di perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Terima kasih kepada Pelindo III selaku induk PMS yang telah mengevakuasi bangkai kapal KMP Wihan Sejahtera,” ucap Hari.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Pelindo Marine Service (PMS) Chairoel Anwar mengatakan, proses pengerjaan salvage (bawah air) untuk pengangkatan bangkai KMP Wihan Sejahtera diawali dari banker removal. Proses tersebut untuk menyelamatkan laut dan perairan agar tidak tercemar tumpahan bahan bakar dan oli yang masih tersimpan di dalam kapal.

“Kencangnya arus di Perairan Tanjung Perak memang sedikit menjadi hambatan kami. Sehingga pada saat terjadi arus kencang, maka penyelaman kami hentikan. Karena, tim kami harus menyelam dan memasukkan selang bahan bakar dan oli yang masih berada di dalam kapal,” kata Chairoel.

Setelah bahan bakar serta oli dinyatakan kosong oleh Kantor Syahbandar Tanjung Perak, pekerjaan dilanjutkan dengan proses scrapping menggunakan salvage grapper crane yang didatangkan dari Jakarta. Salvage grapper crane ini sendiri mampu meremas bangkai kapal beserta isinya hingga 100 ton. “Jadi sebelum diangkat bangkai kapal Wihan dihancurkan terlebih dahulu dengan menggunakan salvage grapper crane,” jelas Chairoel.

Chairoel juga mengakui, selain hambatan kencangnya arus, pengerjaan evakuasi sempat terkendala saat scrapping dengan salvage grapper crane. Pasalnya, banyak para nelayan yang berlomba mengambil barang-barang yang mengapung di sekitaran tempat proses pengangkatan bangkai kapal tersebut.

“Tapi, saya bersyukur, pekerjaan salvage dapat berjalan dengan lancar dan aman, tidak sampai menimbulkan adanya korban ataupun insiden. Sehingga, kegiatan salvage ini kami nyatakan zero accident,” yakin Chairoel.

Sebelumnya, penyelesaian pekerjaan tersebut ditandai dengan acara pemotongan tumpeng yang dilakukan Pelindo III bersama anak usahanya, PMS yang menangani kegiatan evakuasi serta Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku pihak pemerintah/regulator, Jumat (9/9/2016).

Kegiatan pemotongan tumpeng tersebut berlangsung di atas Kapal Benoa I tempat proses pengerjaan Salvage Grapper Crane yang digunakan untuk mengevakuasi KMP Wihan Sejahtera yang tenggelam November 2015 lalu.

Sekadar mengingat, Pelindo III mendapatkan penugasan dan pelimpahan dari Pemerintah dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak untuk menyingkirkan bangkai kapal penumpang yang tenggelam di perairan Pelabuhan Tanjung Perak. Selanjutnya, Pelindo III melalui anak usahanya PMS melakukan kegiatan salvage kapal dalam waktu pengerjaan selama tiga bulan.

“Ya, benar. KMP Wihan Sejahtera telah berhasil di angkat. Ini merupakan upaya Pelindo III yang terus meningkatkan kelancaran arus barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” sambung Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto terpisah. (sa/ms/red)

Rate this item
(1 Vote)
Read 140 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS