Breaking News
Time: 6:35

Jumat Sore, Dirut PT PAL Firmansyah Arifin Copot Jabatannya

Saturday, 01 April 2017 10:48
Firmansyah Arifin (kemeja putih) saat memasuki mobil petugas KPK yang membawanya dari kantor PT PAL Indonesia (Persero), Kamis (30/3/2017) malam Firmansyah Arifin (kemeja putih) saat memasuki mobil petugas KPK yang membawanya dari kantor PT PAL Indonesia (Persero), Kamis (30/3/2017) malam

Jakarta, Expostnews.com – Direktur Utama (Dirut) PT PAL M Firmansyah Arifin yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bersama dua rekannya di PT PAL oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dicopot dari jabatannya. Pemberhentian alumni Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Jurusan Teknik Perkapalan ITS tahun 1981 dari ‘kursi hangat' didudukinya selama 4 tahun sejak 2012 ini telah melalui pertimbangan matang dan telah menjadi keputusan Dewan Komisaris PT PAL.

Dengan matangnya keputusan tersebut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas PT PAL Indonesia (Persero) memberhentikan M Firmansyah Arifin dari jabatannya. Pencopotan mantan Dirut PT DOK Perkapalan Surabaya (DPS) ini dilakukan Dewan Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya sebagai tindaklanjut dari perkembangan operasi tangkap tangan (OTT) KPK hingga mencuatkan nama M Firmansyah Arifin sebagai tersangka.

“Mengikuti perkembangan di KPK, Dewan Komisaris PT PAL telah mengambil keputusan sore ini untuk memberhentikan Dirut yang telah ditetapkan tersangka,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno kepada wartawan, Jumat (31/3/2017) malam.

Selanjutnya, Harry berharap, peristiwa yang mendera di lingkungan PT PAL menjadi peringatan kepada BUMN-BUMN lain agar tidak melakukan penyimpangan yang berujung pada sanksi hukum. Ia juga mengingatkan, semua jajaran di BUMN untuk tidak melakukan hal yang melanggar ketentuan apalagi korupsi. “Kami menghargai yang dilakukan KPK, dan mengikuti dengan seksama perkembangannya,” tegasnya.

M Firmansyah Arifin (tengah) diapit Director of Design and Technology Saiful Anwar dan Director of Planning & Business Development Eko Prasetyanto (foto: www.theworldfolio.com)

Menyinggung pencopotan Firmansyah Arifin dari jabatan Dirut PT PAL, Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia, Elly Dwiratmanto kepada kompas.com mengatakan, perseroan menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham.
 
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, sebagai tersangka. Pejabat beranak satu ini diduga menerima suap terkait pengadaan dua kapal perang untuk Pemerintah Filipina. Selain Firmansyah, KPK juga menetapkan General Manager Treasury PT PAL Indonesia, Arif Cahyana, dan Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar sebagai tersangka.

Firmansyah diduga terlibat suap terkait cashback atau pemberian untuk pejabat PT PAL terkait dengan pembayaran fee agency penjualan dua kapal. Nilai kontrak penjualan kapal sekitar Rp 1 triliun atau US$86,90 juta dollar. Adapun dari nilai transaksi ini, komitmen fee yang diperoleh pejabat PT PAL sekitar 1,25 persen dari nilai kontrak atau US$1,087 juta. (kompas/cnn/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 198 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS