Breaking News
Time: 5:56

Hujan Tiba, PLN Jatim Ajak Masyarakat Tanggap Gangguan Listrik

Friday, 24 November 2017 11:02
Ilustrasi Ilustrasi

Pinto: Laporkan Saja

Surabaya, Expostnews.com – Tibanya musim penghujan memaksa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN Distribusi Jatim mulai memusatkan perhatian pada jaringan listriknya. Kendati demikian, PLN Jatim juga mengajak masyarakat turut memberikan perhatian dengan melaporkan setiap kejadian yang mengganggu jaringan listrik selama musim penghujan ini.

“Artinya, ini sebuah imbauan agar masyarakat juga membantu dengan melaporkan ke PLN atas kondisi jaringan listrik di sekitar lingkungannya. Sekecil apapun gangguan itu, kami berharap bisa dilaporkan, agar distribusi daya listrik ke konsumen tetap aman dan lancar, meski kondisi saat ini musim penghujan,” pinta Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Jumat (24/11/2017).

Ia mencontohkan, upaya PLN Jatim dengan memangkas pohon yang dahan atau daunnya telah mendekati jaringan listrik. Sebab, apabula dibiarkan akan menyebabkan terjadinya gesekan antara kabel listrik dengan dahan karena pembungkus kabel terkelupas hingga berakibat korsleting.

“Ada beberapa kanal yang bisa dipilih masyarakat untuk melakukan pelaporan, pertama dengan menghubungi 123, atau melaporkan kepada saya secara langsung, maupun melaporkan kepada kantor pelayanan PLN terdekat,” harapnya.

Sebenarnya, lanjut Pinto, PLN Distribusi Jatim sudah mengantisipasi atas kondisi tersebut dengan mengangkat ‘Mandor Line’ yang bertugas melakukan investigasi tentang jaringan di sejumlah lokasi. Mandor Line ini akan mengecek tentang pondasi tiang listrik yang retak, ataukah ada dahan yang mendekati jaringan, maupun kabel yang mengelupas di jaringan terpasang. “Langkah ini dilakukan karena terkadang pekerjaan di Rayon PLN kurang maksimal,” akunya.

Menurut Pinto, ketanggapan masyarakat juga dibutuhkan PLN saat situasi hujan turun yang mengakibatkan listrik padam atau jaringan terganggu. Misalnya, ada pohon yang tumbang tepat di jaringan listrik atau ada trafo yang meledak. “Kalau memang kondisi itu terjadi, masyarakat harus tanggap dan secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada PLN. Tapi, mudah-mudahan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” harapnya.

Disisi lain, Pinto menjelaskan, suplai listrik untuk wilayah Jatim sebenarnya lebih dari cukup. Ia menyebut, pasokan listrik Jatim dari berbagai pembangkit listrik di Jatim mencapai sekitar 8.670 Mega Watt (MW), sementara kebutuhan listrik di Jatim rata-rata mencapai 5.000 MW.

“Bahkan di saat beban puncak terjadi beberapa waktu yang lalu, konsumsi listrik masyarakat Jatim hanya mencapai 5.600 MW. Kalaupun ada listrik padam, pasti itu karena gangguan dan bukan karena supali listrik kurang,” ingatnya. (sa/ms/dz)

Rate this item
(0 votes)
Read 32 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS