Breaking News
Time: 5:42

Tangki BBM Dibakar, Dua ‘Penyusup’ Terminal Teluk Lamong Ditangkap Tim ISPS Code

Wednesday, 06 December 2017 23:31
Aksi 'penyusup' usai membakar tangki BBM di Terminal Teluk Lamong diburu tim sekuriti dalam simulasi pelaksanaan ISPS Code, Rabu (6/12/2017) Aksi 'penyusup' usai membakar tangki BBM di Terminal Teluk Lamong diburu tim sekuriti dalam simulasi pelaksanaan ISPS Code, Rabu (6/12/2017)

Surabaya, Expostnews.com – Raungan bunyi sirine yang silih berganti dari mobil patroli keamanan tim International Ship and Port Security (ISPS Code) sempat membuyarkan konsentrasi dua ‘pelaku’ tindak kejahatan yang masuk dari dermaga Terminal Teluk Lamong Surabaya. Berkat respon cepat dan tanggap dari tim sekuriti tersebut, dua ‘penyusup’ yang juga berhasil membakar tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di terminal berkelas internasional tersebut akhirnya ditangkap.

“Ini merupakan penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak, khususnya juga di Terminal Teluk Lamong,” jelas Direktur Utama (Dirut) PT Terminal Teluk Lamong, Dothy disela pelaksanaan latihan bersama dengan tim gabungan ISPS Code di pelataran Workshop Terminal Teluk Lamong Surabaya, Rabu (6/12/2017).

Kegiatan bertema penyusupan dengan aksi kejahatan di lingkungan Terminal Teluk Lamong tersebut, kata Dothy, dilaksanakan secara gabungan dengan instansi terkait, termasuk kepolisian. Latihan gabungan yang berlangsung hari ini, merupakan puncak dari pelaksanaan kegiatan yang digelar sejak 4 Desember 2017 lalu.

“Kami melaksanakan latihan ini karena sudah menjadi regulasi ISPS Code yang ditetapkan International Martime Organization atau IMO,” papar Dothy di acara yang juga disaksikan perwakilan pejabat dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak, serta 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan di wilayah Tanjung Perak dan unit K3 di wilayah Tanjung Perak Surabaya.

Dijelaskan, IMO telah menetapkan regulasi ISPS Code yang merupakan kegiatan melalui prosedur serta modul penanggulangan ancaman keamanan di laut dan pelabuhan. Menurutnya, selaku penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, Terminal Teluk Lamong telah mendapatkan lisensi ISPS Code yang berkode ID SUB-0018.

“The United States Coast Guard, bersama angkatan bersenjata Amerika Serikat, sampai pernah menyempatkan berkunjung ke sini (Terminal Teluk Lamong, red) pada bulan Juni lalu. Mereka datang untuk melihat secara langsung tentang penerapan ISPS Code di lingkungan Terminal Teluk Lamong,” urai Dothy.

Terkait pelaksanaan kegiatan bersama tersebut, kata Dothy, sudah menjadi keharusan dan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS Code. Ia mengungkapkan, seluruh fasilitas pelabuhan yang memiliki standarisasi internasional, wajib melaksanakan kegiatan ISPS Code. “Idealnya memang konsisten dan intens yang secara reguler dilaksanakan pelabuhan berstandar ISPS Code. Atau, maksimal 8 bulan sekali dilaksanakan, dan itu menjadi persyaratan mutlak,” tutur Dothy.

Ditambahkan, sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan keamanan di lingkungan Terminal Teluk Lamong, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III itu telah memiliki lisensi ISPS Code. Selain itu, Terminal Teluk Lamong juga sudah mendapatkan ‘stempel’, termasuk beberapa sertifikasi mutu, seperti ISO 9001, OHSAS 18001, dan ISO 14001.

“Kami menilai, pelaksanaan kegiatan berstandar ISPS Code yang digelar Terminal Teluk Lamong pagi ini cukup baik dan sesuai dengan kode-kode yang diamanatkan IMO dalam ISPS Code,” tutup Capt. Roni Fahmi, Kepala Bidang (Kabid) Status Hukum dan Sertifikasi Kapal mewakili Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin. (sa/ms/han)

Rate this item
(1 Vote)
Read 102 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS