Breaking News
Time: 5:06

Komitmen PTPN XI Ditengah Rencana Regrouping 5 PG

Tuesday, 09 January 2018 12:28
MoU pengembangan agrowisata dan industri gula PTPN XI yang langsung ditandatangani Dirut PTPN XI, M. Cholidi (kanan) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Senin (8/1/2018) MoU pengembangan agrowisata dan industri gula PTPN XI yang langsung ditandatangani Dirut PTPN XI, M. Cholidi (kanan) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Senin (8/1/2018)

PG Kanigoro Jadi House of Maintenance

Situbondo, Expostnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI memastikan, lima pabrik gula (PG) yang kini tidak efisien tetap bisa berproduksi alias tidak ditutup. Peluang ditengah rencana penataan/regrouping kelima PG tersebut, memantik niatan PTPN XI tetap merekrut seluruh karyawan, termasuk hubungan dengan para petani tebu sebagai pemasok bahan baku gula tetap terjalin.

“Kami tidak bisa lepas hubungan dengan para petani. PTPN XI juga tidak begitu saja menutup pabriknya, apalagi tidak mempekerjakan karyawannya,” ungkap Direktur Utama (Dirut) PTPN XI, M. Cholidi menyoal rencana regrouping/penataan kembali pabrik-pabrik gula yang sudah tidak efisien, Selasa (9/1/2018).

Komitmen Cholidi atas janjinya terhadap keberlangsungan serapan tebu petani dan pekerjaan karyawan, ditegaskan pula saat berlangsungnya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pengembangan agrowisata dan industri gula PTPN XI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Senin (8/1/2018). Cholidi menegaskan, tidak ada pemutusan hubungan kerja para karyawan di PG yang diregrouping. “Sedangkan, tebu-tebu petani yang biasanya disetor ke PG yang diregrouping itu tetap diserap oleh PG lain yang sedang dalam tahap peningkatan kapasitas,” jamin Cholidi.

Mana saja PG yang ditingkatkan kapasitasnya? Pada kesempatan itu, Cholidi mengatakan, ada dua PG yang sedang dalam proses peningkatan kapasitas. Masing-masing, PG Aseembagoes dinaikkan kapasitasnya menjadi 6.000 Ton Cane per Day (TCD), dan PG Djatiroto menjadi 10.000 TCD. “Jadi tebu petani di PG Olean, akan diserap Assembagoes. Begitu juga tebu petani di kawasan PG Pandji, akan diserap PG Wringinanom yang nanti ditingkatkan kapasitasnya menjadi 6.000 TCD,” urai Cholidi.

Menyinggung rencana regrouping, kata Cholidi, tidak dilakukan bersamaan, melainkan secara bertahap dan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik lainnya. Ia menyebut, saat ini pabrik yang sudah diregrouping adalah PG Kanigoro, yang kini dijadikan house of maintenance. “Sedangkan, PG lainnya yang diregrouping adalah PG Olean yang dijadikan wisata heritage. Selebihnya, PG Pandji, PG Gending, PG Padjarakan, dan PG Purwodadi juga turut diregrouping,” ulasnya.

Disela perjanjian kesepahaman dengan Pemkab Situbondo tersebut, Cholidi mengatakan, ada 7 PG yang mulai ditingkatkan kemampuannya menyerap tebu-tebu rakyat. Ketujuh PG tersebut, masing-masing PG Rejosari, PG Sudhono, PG Pagottan, PG Kedawung, PG Wonolangan, PG Pradjekan dan PG Wringinanom.

“Dan pabrik yang sudah dalam tahap pembangunan adalah PG Djatoroto Lumajang. PG ini kami tingkatkan menjadi 10.000 TCD. Kemudian, PG Assembagoes kapasitasnya dinaikkan menjadi 6.000 TCD. Harapannya, keduanya sudah bisa beroperasi di tahun 2018 ini,” harapnya. (sa/ms/joh)

Rate this item
(1 Vote)
Read 51 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS