Breaking News
Time: 5:02

Kembangkan 11 Proyek Strategis, Pelindo III Sertifikatkan Tanah Pelabuhan

Wednesday, 10 January 2018 21:59
Penandatanganan MoU terkait program sertifikasi tanah (PST) antara Pelindo III yang dilakukan CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra dengan Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil di Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Rabu (10/1/2018) Penandatanganan MoU terkait program sertifikasi tanah (PST) antara Pelindo III yang dilakukan CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra dengan Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil di Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Rabu (10/1/2018)

Rencanakan Kompleks Marina Bali dan Banyuwangi

Jakarta, Expostnews.com – Status tanah dan aset di pelabuhan, yang kini dikuasakan pengelolaannya ke PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III, termasuk di Tanjung Perak segera disertifikasi. Selain pengembangan 11 proyek strategis, upaya ini sebagai jaminan kepastian secara hukum dalam pengusahaan tanah di wilayah perusahaan yang berkantor pusat di kawasan Tanjung Perak Surabaya tersebut.

“Tujuannya, untuk memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum dalam pengusahaan tanah di wilayah Pelindo III,” cetus CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra usai menandatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) terkait program sertifikasi tanah (PST) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Ari Ashkara, sapaan CEO Pelindo III ini mengatakan, selain jaminan kepastian, pensertifikatan tanah tersebut merupakan bentuk dukungan Pelindo III, terhadap percepatan pencapaian program strategis di Kementerian ATR/BPN. Untuk itu, lanjut Ari, perlu adanya kesepakatan secara formal dan tertulis melalui penandatanganan MoU dalam hal pensertifikatan aset tanah masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang reformasi agraria. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menargetkan sebanyak 7 juta sertifikat diterbitkan Kementerian ATR/BPN di tahun 2018,” tutur Ari dalam penandatangan kesepakatan yang dilakukan Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil.

Sementara, Commercial and Operational Director Pelindo III Mohammad Iqbal berharap, sertifikasi aset tanah tersebut dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan. Alasannya, Pelindo III kini sedang gencar-gencarnya melakukan diversifikasi bisnis. “Terutama di sektor properti, bisnis kepelabuhanan dan pariwisata bahari,” jelas Iqbal terpisah.

Selain itu, kata Iqbal, pasca sertifikasi, Pelindo III akan mencatatkan peningkatan aset yang dapat meningkatkan valuasi perusahaan di pasar global. Sehingga, dapat membawa sentimen positif pada aksi korporasi Pelindo III untuk meningkatkan investasi.

“Perlu diketahui, dalam beberapa tahun ke depan, Pelindo III, selaku operator pelabuhan milik Pemerintah, berencana mengembangkan 11 proyek strategis,” ungkap Iqbal.

Disebutkan, beberapa proyek tersebut di antaranya pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik. Pelindo III juga mendukung program pemerintah dalam penyediaan pasokan listrik, dengan membangun Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali dan PLTMG di Terminal Teluk Lamong, termasuk dukungan Pelindo III terhadap target pemerintah untuk mendatangkan kunjungan 20 juta wisatawan. “Dengan membangun terminal penumpang kapal pesiar dan kompleks marina bertaraf internasional di Bali dan Banyuwangi,” urai Iqbal. (sa/ms/hum)

Rate this item
(2 votes)
Read 93 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS