Breaking News
Time: 5:01

Buwas: 80 Persen Narkoba Diselundupkan Via Pelabuhan

Thursday, 11 January 2018 20:42
Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso saat menunjukkan barang bukti dan pelaku dalam gelar konferensi pers bersama Operasi Gabungan Penggagalan Peredaran Gelap Narkotika jenis Methamphetamine melalui Pelabuhan Tanjung Perak di aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya, Kamis (11/1/2018) Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso saat menunjukkan barang bukti dan pelaku dalam gelar konferensi pers bersama Operasi Gabungan Penggagalan Peredaran Gelap Narkotika jenis Methamphetamine melalui Pelabuhan Tanjung Perak di aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya, Kamis (11/1/2018)

Tim DJBC Turut Ringkus Sabu-sabu Rp 14,6 M

Surabaya, Expostnews.com – Proses penangkapan dan penindakan jaringan sabu-sabu asal Malaysia yang masuk ke Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi sorotan serius Badan Narkotika Nasional (BNN). Dinilai, jalur laut atau masuk melalui pintu pelabuhan terbilang paling tinggi dan memiliki tingkat kerawanan terhadap kerentanan penyalahgunaan peredaran narkotika ilegal dan obat-obatan terlarang (narkoba).

“Lebih dari 50 persen, atau bahkan 80 persen, masuknya (narkoba, red) paling rawan melalui pintu pelabuhan,” tegas Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso saat gelar konferensi pers bersama Operasi Gabungan Penggagalan Peredaran Gelap Narkotika jenis Methamphetamine melalui Pelabuhan Tanjung Perak di aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya, Kamis (11/1/2018).

Buwas, demikian Kepala BNN Pusat ini akrab disapa mengatakan, jalur laut/pelabuhan merupakan pintu paling terbuka dan leluasa untuk masuknya peredaran narkotika ilegal dan obat-obatan terlarang. Dengan kondisi tersebut, Buwas mengaku, tak ingin kebobolan dan lengah dari serangan sindikat narkoba yang mencoba memasukkan barangnya ke Indonesia melalui jalur pelabuhan.

“Untuk ini, kami dari BNN akan menguatkan tim dan jajaran untuk membentengi masuknya narkotika dan sejenisnya ke Indonesia dari laut maupun pintu bandara. Yang pasti, kami perangi,” tandas Buwas yang dikelilingi para pejabat DJBC, dan instansi terkait serta jajaran TNI/Polri.

Dalam kesempatan itu, Buwas juga mengingatkan, agar seluruh maskapai penerbangan di Indonesia turut mendukung BNN menutup celah dan ruang terbuka bagi para penyelundup narkotika ilegal melalui jalur udara. Sebab, pintu bandara juga cenderung dijadikan tempat masuknya peredaran narkotika selundupan. “Saya punya data semua maskapai yang memberi peluang. Saya sudah ingatkan, agar lebih berhati-hati dengan aksi penyelundupan narkotika ilegal melalui jalur udara,” pesannya tanpa menyebut jumlah dan nama maskapai yang memberi andil masuknya barang haram yang diperangi pemerintah tersebut.

Sementara, tertangkapnya kurir dan pengedar/bandar besar narkoba jenis sabu-sabu jaringan Malaysia yang masuk ke Jawa Timur melalui pintu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu, ternyata melibatkan tim kepabeanan. Bersama tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, gabungan tim Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk di dalamnya petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya itu mampu meringkus para pelaku beserta barang bukti kiriman sabu-sabu seberat lebih dari 7 kilogram (7.300 gram) yang ditaksir nilainya mencapai Rp 14,6 miliar.

“Nilai itu setara dengan satu gram sabu-sabu yang diperjualbelikan dengan harga Rp 2 juta,” tukas Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pusat DJBC, Bahaduri Wijayanta.

Namun demikian, Wijayanta mengingatkan, nilai tersebut tak sebanding dengan jatuhnya korban atas penyalahgunaan narkotika jenis Methamphetamine (sabu-sabu) tersebut. Artinya, atas upaya penggagalan penyelundupan ini, jika diasumsikan 1 gram sabu-sabu tersebut digunakan 4 orang, maka jumlah jiwa yang telah diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika ilegal diperkirakan mencapai 29.200 jiwa.

“Keberhasilan ini merupakan aksi nyata BNNP Jatim dan DJBC dalam upaya memberantas peredaran narkotika, psikotropika, dan prekursor ilegal di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan secara ilegal,” tambah Buwas saat menunjukkan barang bukti beserta 4 pelaku sindikat penyelundupan sabu-sabu Negeri Jiran yang berhasil ditangkap dalam pengembangan kasus.

Seperti diketahui, tim gabungan yang dipimpin Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menciduk 4 pelaku, dua di antaranya kurir yang membawa 7 kg sabu-sabu dari Malaysia hingga tiba di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 20.15 Wib, Jumat (5/1/2018). Dua kurir yang menumpang kapal feri Niki Sejahtera dan diketahui berinisial ZN dan RHM itu terus dikuntit gerak-geriknya hingga pintu keluar terminal penumpang kapal laut.

Berdasar pengamatan, dua orang terduga kurir tersebut dijemput seseorang berinisial HSN dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat jenis Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi (nopol) M 1386 AC. Dapat diketahui juga, pada waktu dan lokasi yang sama, pengendali operasi berinisial HMD dan IB sedang menunggu dan mengawasi proses permanen tersebut di dalam mobil Honda CR-V warna hitam dengan nopol M 806 HA.

“Saat akan dilakukan upaya penindakan terhadap para pelaku yang dicurigai sebagai kurir dan pengendali itu, berupaya melarikan diri dengan membawa satu tas berwarna hitam. Dalam tas itu ada tujuh bungkus plastik kemasan susu berisi serbuk berwarna putih yang diduga kuat adalah psikotropika jenis sabu-sabu dengan berat 7.300 gram,” sambung AKBP Wisnu Chandra.

Sebelum terjadi kejar-kejaran dengan pengendali jaringan yang menumpang mobil Honda CR-V berwarna hitam M 806 HA, dua kurir terlebih dahulu dilumpuhkan di Jalan Kalimas Surabaya, sekitar pukul 20.35 Wib, usai dijemput HSN dari kapal yang ditumpanginya. Upaya pengejaran terhadap HMD dan IB yang berusaha kabur berakhir di Jalan Pacar Kembang, Surabaya.

“Terpaksa, kami lumpuhkan dua pengendali itu dengan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan kedua pelaku meninggal dunia. Tindakan ini kami lakukan setelah HMD dan IB berupaya melakukan perlawanan dengan cara menabrakkan mobilnya ke arah petugas BNNP Jatim. Petugas yang ditabrak itu, sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit,” tuturnya. (sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 175 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS