Breaking News
Time: 5:00

Sontak..! “Jangan Duduk di Sini, Pak Syahbandar Gak Senang”

Wednesday, 07 February 2018 21:00
Menikmati keramahan suasana sore menjelang senja di dermaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Menikmati keramahan suasana sore menjelang senja di dermaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya

Sore itu, cuaca di Tanjung Perak begitu cerah dan bersahaja. Sedikit pun, mendung hitam tak menampakkan diri, apalagi pekat menggelayut. Sayangnya, nuansa sore nan menawan itu sirna oleh kejut yang mendetak tiba-tiba.

Surabaya, Expostnews.com - Indahnya langit di Tanjung Perak yang terlihat, Selasa, 6 Februari 2018 itu, tak menular terang di lingkungan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya. Sontak, birunya langit di salah satu pelabuhan utama di Indonesia yang disaput kepulan awan putih tersebut, tiba-tiba berubah kelam dan memekat gelap.

Apa pasal? Tak lain karena sosok besar yang mendekat dengan membawa perintah mengubah kebiasaan. Tanpa menunggu dua atau tiga hingga empat kali komando, lelaki bertenteng pistol di pinggang dengan atribut khas penjaga instansi pemilik keselamatan dan keamanan pelayaran tersebut menyilakan agar menjauh dari pandangan seraya menyelip ujaran larangan menduduki areal lalu-lalang sang atasan.

“Karena Pak Syahbandar gak senang ada yang duduk-duduk saat sedang meninggalkan kantor. Jadi, jangan di sini,” tuturnya berhati-hati sembari menyilakan ‘penduduk’ menghilang dari pandangan dan dudukannya. “Kami hanya menjalankan perintah,” bisik pegawai Dinas Provoost (DP) Kesyahbandaran tersebut dengan senyum yang dikembangkan.

Melihat aksi mengejutkan tersebut, kecamuk dan kasak-kusuk pun menyeruak di dalam benak para jurnalis yang kebetulan tengah berdiskusi meteri peliputan sambil menikmati nuansa jelang senja di tepi dermaga. Seorang pewarta Jurnalis Pokja Pelabuhan pun menggumam tentang kebijakan sekonyong-konyong tersebut setelah menyandarkan pikir hingga jauh ke belakang.

Jurnalis kelahiran Lamongan ini mengatakan, upaya menjauhkan pandangan dari penglihatan ‘bos’, sepertinya di luar kelaziman institusi pelayanan publik di ujung Surabaya tersebut. Semenjak bertugas dan menempati pos Pelabuhan Tanjung Perak, jurnalis media online tersebut mengaku, belum pernah mengalami kikuk dengan perintah yang isunya baru dikumandangkan, Selasa (6/2/2018). “Pagi tadi, kami semua di briefing untuk menjalankan perintah,” aku seorang DP lagi.

Menurutnya, keinginan atasan untuk jauh memandang dengan pandangan lepas tanpa terganggu penglihatannya tersebut diperuntukkan dan berlaku tanpa terkecuali. Siapapun, mulai dari pengunjung, dinas luar hingga wartawan pun, sebisanya tidak kongkow dan berjubel di area kantor. “Kalaupun ada yang berkepentingan, misalkan dari teman-teman pers, tetap dipersilakan, tapi harus melapor dulu dan didampingi petugas jaga,” tuturnya.

Menyusul perintah tak tertulis tersebut, gerutu pun bergemuruh di kalangan Jurnalis Pokja Pelabuhan yang diklaim menjadi mitra lama Kesyahbandaran maupun stakeholder di Pelabuhan Tanjung Perak. Sayangnya, pelarangan yang kian santer dan menggumpal menjadi praduga itu belum mendapatkan keterangan resmi secara langsung dari Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Amiruddin.

“Seumur-umur saya bertugas menjadi wartawan dan lama di Tanjung Perak, baru ini ada larangan duduk-duduk. Sekarang kok jadi aneh. Ada apa ya?,” seloroh kuli disket media online berbasis arsip asal domisili kota pudak ini keheranan.

Sekadar nostalgia, jauh sebelum pekik larangan disuarakan, regulator yang berkantor di dermaga dekat muara pertemuan sungai Kalimas dengan lautan tersebut begitu enjoy dinikmati suasana berikut keramahannya. Keberadaan pegawai, petugas agen pelayaran yang akrab disebut Dinas Luar hingga para jurnalis saling berbaur tanpa sekat dan bersama-sama menjadi satu keakraban. (sa/ms)

Rate this item
(4 votes)
Read 124 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS