Breaking News
Time: 5:01

20 Ton Viostin DS Dimusnahkan dari Pasar

Thursday, 08 February 2018 23:24
Proses pemusnahan 20 ton produk suplemen PT Pharos Indonesia yang ditarik dari pasar, Kamis (8/2/2018) Proses pemusnahan 20 ton produk suplemen PT Pharos Indonesia yang ditarik dari pasar, Kamis (8/2/2018)

Jakarta, Expostnews.com – Sedikitnya, 20 ton produk Viostin DS yang ditarik dari pasar di berbagai wilayah Indonesia sejak akhir November lalu dimusnahkan PT Pharos Indonesia (Pharos), Kamis (8/2/2018). Pemusnahan ini menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait adanya bahan baku yang mengandung babi dari produk suplemen tersebut.

“Kami menggarisbawahi sikap perusahaan yang kooperatif dan mematuhi keputusan untuk terus berkoordinasi dengan BPOM dalam menangani persoalan ini,” ujar Ida Nurtika, Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia disela pemusnahan produk Viostin DS.

Pemusnahan ini, lanjut Ida, sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Alasannya, PT Pharos Indonesia merupakan perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat serta suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

“PT Pharos Indonesia menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan,” jelas Ida.

Sebelumnya, PT Pharos Indonesia, produsen suplemen Viostin DS, menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin di kediamannya, Senin (5/2/2018) malam. Pada pertemuan tersebut, turut hadir manajemen PT Pharos Indonesia diwakili Janto Kusmanto (Presiden Direktur), Ida Nurtika (Direktur Komunikasi Perusahaan), dan Andre Arief Lembong yang mewakili keluarga pemilik perusahaan. (hum/sa/ms)

Rate this item
(1 Vote)
Read 52 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS