Breaking News
Time: 4:21

Tindaklanjuti Penertiban, Pangkalan PLP Perak Data Kapal Labuh dan Sandar

Friday, 09 February 2018 23:52
Kapal-kapal yang terdata Pangkalan PLP Kelas II Surabaya Kapal-kapal yang terdata Pangkalan PLP Kelas II Surabaya

Bisa Ganggu Olah Gerak Kapal

Surabaya, Expostnews.com - Keberadaan kapal berbagai jenis dan tipe yang berlabuh dan sandar tidak semestinya di perairan Tanjung Perak Surabaya dinilai akan memicu timbulnya kerawanan yang bisa berujung insiden pelayaran. Dugaan ini bisa menjadi benar, apabila penanggulangannya tidak komprehensif dan cepat sesuai prosedur teknis serta standar operasional terhadap ketepatan lokasi labuh dan sandar kapal.

Menindaklanjuti hal ini, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Surabaya langsung bergerak cepat untuk turut menciptakan kondisi aman di perairan Tanjung Perak Surabaya. Dari hasil pendataan yang dilakukan instansi Coast Guard yang berkantor di kawasan Tanjung Perak itu tercatat ada 20 kapal dari berbagai jenis dan tipe yang labuh serta sandar tidak pada lokasi semestinya.

“Setelah semua terdata dan tercatat sesuai titik labuh dan sandar kapal, kami akan laporkan secara rinci melalui surat ke Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dan KSOP Gresik selaku pihak berwenang yang bisa melakukan tindakan,” tutur Kepala Pangkalan PLP Kelas II Surabaya, Wawan dikonfirmasi, Jumat (9/2/2018).

Wawan mengatakan, pendataan yang dilakukan dengan menggunakan Kapal Negara (KN) 371 itu, PLP Tanjung Perak ingin mengawali proses penertiban kapal labuh dan sandar. Sebab, jika merujuk rapat penertiban yang dipusatkan di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak tersebut, memiliki tujuan agar terselenggaranya keselamatan dan keamanan pelayaran bisa terwujud.

“Kami langsung menindaklanjutinya dengan mendata seluruh kapal. Karena, sesuai RIP (Rencana Induk Pelabuhan, red), area labuh dan sandar sekitar buoy pisang dan Kali Perak serta di perairan gudang api, seharusnya steril dari kapal labuh dan sandar. Kalau tidak ditertibkan bisa mengganggu olah gerak kapal,” jelas Wawan mengurai bahasan dalam rapat yang menitikberatkan sterilisasi area labuh sekitar buoy pisang dan Kali Perak serta di perairan gudang api.
 
Sementara, data yang diperoleh mengungkap, 20 kapal yang terdata itu masing-masing berjumlah 12 kapal labuh, dan 8 unit adalah kapal sandar. Apabila dirinci, ke-12 kapal yang teridentifikasi kerap melakukan labuh di lokasi steril sekitar buoy pisang dan Kali Perak serta di perairan gudang api ini terdiri dari 10 unit kapal cargo, satu tugboat dan satu lagi kapal crane barge. Sedangkan, 8 kapal lainnya yang melakukan sandar antara lain jenis self propeler oil barge (SPOB) atau tongkang bermesin dan tongkang tugboat. “Termasuk ada satu kapal yang melakukan pengelasan,” sambung Wawan. (sa/ms)

Rate this item
(2 votes)
Read 82 times



 

 

                          

      FACEBOOK       TWITTER         GPLUS